Meski PHK 8.000 Karyawan dan Gelontorkan Triliunan untuk AI, Zuckerberg Tegaskan AI Takkan Menggantikan Manusia

- Jurnalis

Minggu, 9 Agustus 2026 - 11:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pada Mei 2026, Meta Platforms melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sekitar 8.000 karyawan, atau sekitar 10 persen dari total tenaga kerjanya.

Pada Mei 2026, Meta Platforms melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sekitar 8.000 karyawan, atau sekitar 10 persen dari total tenaga kerjanya.

JAKARTA, koranmetro.com – Pada Mei 2026, Meta Platforms melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sekitar 8.000 karyawan, atau sekitar 10 persen dari total tenaga kerjanya. Langkah ini dilakukan di tengah ambisi besar perusahaan untuk mempercepat pengembangan kecerdasan buatan (AI). Meta juga membatalkan sekitar 6.000 lowongan pekerjaan dan memindahkan ribuan karyawan lainnya ke divisi yang berfokus pada AI.

Di saat yang sama, perusahaan milik Mark Zuckerberg itu merencanakan belanja modal yang sangat besar untuk infrastruktur AI, diperkirakan mencapai 125 hingga 145 miliar dollar AS sepanjang 2026. Angka ini jauh lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya dan mencerminkan prioritas utama Meta di era AI.

Pernyataan Zuckerberg soal AI dan Pekerjaan

Beberapa waktu setelah gelombang PHK tersebut, Mark Zuckerberg menyampaikan pandangan yang cukup kontras. Ia menegaskan bahwa AI tidak akan serta-merta menggantikan manusia. Menurutnya, kekhawatiran bahwa banyak pekerjaan akan hilang karena AI justru berlebihan.

Zuckerberg berpendapat bahwa jika AI dikembangkan untuk memberdayakan individu—ia menyebutnya sebagai “personal superintelligence”—maka teknologi ini justru bisa menciptakan lebih banyak lapangan kerja. Ia menekankan bahwa fokus seharusnya pada peningkatan produktivitas manusia, bukan sekadar otomatisasi yang menggantikan tenaga kerja.

Baca Juga :  Akhir Era Microsoft Publisher, Penutupan Layanan di 2026

“Jika kita fokus memberdayakan orang dan membuat mereka lebih produktif dengan kecepatan yang lebih tinggi dibanding kemampuan perusahaan mengotomatisasi pekerjaan, maka secara teori akan ada lebih banyak pekerjaan di masa depan, bukan lebih sedikit,” ujarnya dalam salah satu kesempatan.

Ironi di Balik Kebijakan Meta

Langkah PHK massal dan investasi AI yang sangat besar memunculkan pertanyaan di kalangan publik dan karyawan. Di satu sisi, Meta memangkas ribuan posisi untuk efisiensi dan mengalihkan sumber daya ke AI. Di sisi lain, CEO-nya menekankan bahwa manusia tetap penting dan AI seharusnya menjadi alat bantu, bukan pengganti.

Zuckerberg juga sempat mengakui bahwa perkembangan agen AI di internal Meta tidak secepat yang diharapkan sebelumnya. Hal ini menunjukkan bahwa transformasi menuju era AI tidak selalu berjalan mulus, baik dari sisi teknologi maupun dampaknya terhadap tenaga kerja.

Baca Juga :  Oppo Reno 13 5G di Indonesia, Review Lengkap Spesifikasi dan Harga Terkini

Dampak Lebih Luas

Kasus Meta mencerminkan tren yang sedang terjadi di industri teknologi global. Banyak perusahaan besar mengalokasikan dana triliunan untuk AI sambil melakukan efisiensi tenaga kerja. Perdebatan tentang masa depan pekerjaan di era AI pun semakin menguat: apakah teknologi ini akan menghapus banyak lapangan kerja, atau justru membuka peluang baru yang sebelumnya tidak terbayangkan?

Zuckerberg memilih posisi optimistis. Ia percaya bahwa jika AI dirancang untuk memperkuat kemampuan manusia, maka dampaknya terhadap ketenagakerjaan bisa lebih positif daripada yang banyak dikhawatirkan.

Keputusan Meta memangkas 8.000 karyawan sambil menggelontorkan dana besar untuk AI menunjukkan betapa seriusnya perusahaan teknologi memandang persaingan di bidang ini. Namun, pernyataan Mark Zuckerberg bahwa AI tidak akan menggantikan manusia menjadi pengingat bahwa teknologi, sehebat apa pun, tetap membutuhkan arah dan nilai yang berpihak pada manusia. Masa depan dunia kerja di era AI masih terus ditulis—dan pilihan yang diambil hari ini akan sangat menentukan hasilnya.

Berita Terkait

Amazon Luncurkan Jajaran Tablet Alexa Baru, Tinggalkan Merek Fire dan Beralih ke Android Penuh
Honor X5ds Resmi Meluncur, Ponsel Entry-Level dengan Layar Belakang dan Baterai 6.000 mAh
Istana Padat Aktivitas di Awal Oktober, Perombakan Kabinet dan Pelantikan Wantimpres
Bigetron by Vitality Hadapi RRQ Hoshi di Pekan Ketujuh MPL ID Season 18
HMD Vibe 2 Pro 5G Meluncur, Ponsel Entry-Level dengan Desain Kamera Unik dan Harga Terjangkau
OpenAI Akui Agen AI-nya Sebar 53 Gambar Pengguna ChatGPT ke Situs Eksternal
Xiaomi 18 Pro dan 18 Pro Max Resmi Meluncur, Debut Chip Snapdragon 8 Elite Gen 6
Lenovo IdeaPad Slim 3i, Pilihan Laptop Kuliah Berbasis AI di Harga Terjangkau
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 11:41 WIB

Amazon Luncurkan Jajaran Tablet Alexa Baru, Tinggalkan Merek Fire dan Beralih ke Android Penuh

Senin, 5 Oktober 2026 - 12:08 WIB

Honor X5ds Resmi Meluncur, Ponsel Entry-Level dengan Layar Belakang dan Baterai 6.000 mAh

Senin, 5 Oktober 2026 - 11:13 WIB

Istana Padat Aktivitas di Awal Oktober, Perombakan Kabinet dan Pelantikan Wantimpres

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 11:16 WIB

Bigetron by Vitality Hadapi RRQ Hoshi di Pekan Ketujuh MPL ID Season 18

Rabu, 30 September 2026 - 11:38 WIB

HMD Vibe 2 Pro 5G Meluncur, Ponsel Entry-Level dengan Desain Kamera Unik dan Harga Terjangkau

Berita Terbaru