Mengeluh, Batas Antara Pelepasan Emosi yang Sehat dan Kebiasaan yang Merusak

- Jurnalis

Jumat, 2 Oktober 2026 - 11:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mengeluh adalah respons alami manusia. Saat merasa lelah, kecewa, atau tertekan, mengeluarkan keluhan sering kali terasa melegakan.

Mengeluh adalah respons alami manusia. Saat merasa lelah, kecewa, atau tertekan, mengeluarkan keluhan sering kali terasa melegakan.

JAKARTA, koranmetro.com – Mengeluh adalah respons alami manusia. Saat merasa lelah, kecewa, atau tertekan, mengeluarkan keluhan sering kali terasa melegakan. Namun, tidak semua keluhan membawa dampak positif. Ada kalanya mengeluh justru menjadi pola yang melelahkan diri sendiri dan orang di sekitar.

Kapan Mengeluh Bisa Bersifat Sehat?

Mengeluh yang sehat biasanya memiliki tujuan dan batas. Beberapa situasinya antara lain:

1. Sebagai katup pelepasan stres
Menyampaikan rasa frustrasi kepada orang yang dipercaya dapat membantu menurunkan beban mental. Setelah dikeluarkan, perasaan cenderung lebih ringan.

2. Untuk mencari solusi
Keluhan yang disertai keinginan memperbaiki keadaan bersifat konstruktif. Misalnya, mengeluhkan sistem kerja yang tidak efisien lalu bersama-sama mencari cara perbaikannya.

3. Membangun kedekatan emosional
Berbagi kesulitan dengan orang terdekat bisa memperkuat hubungan, selama tidak menjadi satu-satunya topik pembicaraan.

Baca Juga :  6 Tanda Fisik yang Menunjukkan Gangguan Emosional yang Sering Terabaikan

4. Dilakukan secara terbatas
Mengeluh sesekali, lalu beralih ke tindakan atau penerimaan, biasanya tidak berbahaya. Masalah muncul ketika keluhan menjadi pola harian tanpa penyelesaian.

Kapan Mengeluh Mulai Toksik?

Keluhan berubah menjadi toksik ketika sudah tidak lagi berfungsi sebagai pelepasan, melainkan menjadi kebiasaan yang menguras energi.

1. Mengeluh tanpa tujuan
Hanya mengeluarkan ketidakpuasan berulang kali tanpa niat mencari jalan keluar. Akibatnya, masalah tetap sama, sementara suasana hati semakin buruk.

2. Menular ke orang lain
Keluhan yang terus-menerus dapat menciptakan suasana negatif di lingkungan kerja, keluarga, atau pertemanan. Orang di sekitar merasa lelah dan menjauh.

3. Menjadi identitas
Ketika seseorang lebih sering terlihat mengeluh daripada bersyukur atau bertindak, pola ini bisa membentuk cara pandang yang pesimis terhadap hidup.

4. Mengabaikan hal-hal yang masih bisa dikontrol
Fokus terus-menerus pada hal di luar kendali membuat seseorang merasa tidak berdaya, padahal masih ada aspek lain yang bisa diperbaiki.

Baca Juga :  Hipdut, Gaya Musik Dangdut Modern yang Mengguncang Gen Z

Cara Menjaga Agar Keluhan Tetap Sehat

  • Tanyakan pada diri sendiri: “Apa yang bisa saya lakukan setelah ini?”
  • Batasi waktu mengeluh. Izinkan diri menyampaikan rasa tidak nyaman, lalu alihkan ke langkah berikutnya.
  • Pilih lawan bicara yang tepat dan mampu memberi perspektif, bukan hanya mengiyakan.
  • Latih kebiasaan menyeimbangkan keluhan dengan hal-hal yang masih berjalan baik.
  • Jika keluhan sudah sangat sering dan mengganggu kehidupan sehari-hari, pertimbangkan untuk berbicara dengan profesional.

Mengeluh bukanlah tanda kelemahan. Dalam takaran yang tepat, ia justru membantu menjaga kesehatan mental. Masalah muncul ketika keluhan berubah menjadi pola otomatis yang menutup ruang bagi solusi, rasa syukur, dan pertumbuhan.

Berita Terkait

IN2MOTIONFEST X JMFW 2026, Kolaborasi Besar Modest Fashion di JICC 14–18 Oktober
Energi Fajar yang Menggelegar, Saat Semangat Pagi Bertemu Inovasi Sepatu di Jakarta Speed Race 2026
Mengapa Ide Brilian Sering Muncul saat Mandi? Ini Penjelasan Ilmiahnya
Batagor Bandung Resmi Jadi Camilan Terbaik Indonesia Versi TasteAtlas
Melatih Anak Pandai Menyelesaikan Masalah, Tips Sederhana dari Psikolog
Waspada Abu Vulkanik Anak Krakatau, Ini Saran Epidemiolog agar Tetap Aman
Ariel Tatum Resmi Berganti Nama Legal, Dari Ariel Putri Tari Menjadi Ariel Dewinta Ayu Sekarini
Stroberi Oishii Dijual hingga Rp 1,7 Juta per Kotak, Ini yang Membuatnya Mahal
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 11:27 WIB

Mengeluh, Batas Antara Pelepasan Emosi yang Sehat dan Kebiasaan yang Merusak

Selasa, 29 September 2026 - 11:24 WIB

IN2MOTIONFEST X JMFW 2026, Kolaborasi Besar Modest Fashion di JICC 14–18 Oktober

Sabtu, 26 September 2026 - 11:30 WIB

Energi Fajar yang Menggelegar, Saat Semangat Pagi Bertemu Inovasi Sepatu di Jakarta Speed Race 2026

Minggu, 20 September 2026 - 11:12 WIB

Mengapa Ide Brilian Sering Muncul saat Mandi? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Selasa, 15 September 2026 - 11:38 WIB

Batagor Bandung Resmi Jadi Camilan Terbaik Indonesia Versi TasteAtlas

Berita Terbaru

Mengeluh adalah respons alami manusia. Saat merasa lelah, kecewa, atau tertekan, mengeluarkan keluhan sering kali terasa melegakan.

LIFE STYLE & ENTERTAINMENT

Mengeluh, Batas Antara Pelepasan Emosi yang Sehat dan Kebiasaan yang Merusak

Jumat, 2 Okt 2026 - 11:27 WIB