Pemberontak Suriah Serbu Damaskus, Rezim Bashar Al Assad Terancam Kolaps

- Jurnalis

Minggu, 8 Desember 2024 - 20:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerintah Assad belum memberikan pernyataan resmi mengenai serangan ini, tetapi para analis memperkirakan bahwa situasi ini dapat memicu respons militer yang lebih agresif

Pemerintah Assad belum memberikan pernyataan resmi mengenai serangan ini, tetapi para analis memperkirakan bahwa situasi ini dapat memicu respons militer yang lebih agresif

JAKARTA, koranmetro.com – Para pemberontak, yang terdiri dari berbagai kelompok bersenjata, berhasil memasuki beberapa area strategis di Damaskus, memicu bentrokan sengit dengan pasukan pemerintah. Sumber-sumber lokal melaporkan suara tembakan dan ledakan yang terdengar di seluruh kota, menciptakan suasana panik di kalangan warga sipil.

Dukungan Internasional untuk Pemberontak

Pemberontak mendapatkan dukungan dari sejumlah negara dan kelompok internasional yang menentang rezim Assad. Ini menambah tekanan pada pemerintah yang telah berjuang untuk mendapatkan kembali kendali atas daerah-daerah yang hilang sejak dimulainya konflik di Suriah pada tahun 2011.

Baca Juga :  Cicit Benito Mussolini Cetak Gol, Suporter Klub Italia Selebrasi dengan Salam Fasis

Reaksi Pemerintah

Pemerintah Assad belum memberikan pernyataan resmi mengenai serangan ini, tetapi para analis memperkirakan bahwa situasi ini dapat memicu respons militer yang lebih agresif. Rezim Assad telah berusaha keras untuk mempertahankan kekuasaan, dan kehilangan Damaskus akan menjadi tamparan besar bagi legitimasi pemerintahannya.

Dampak Terhadap Warga Sipil

Warga sipil di Damaskus kini berada dalam keadaan cemas dan ketakutan. Banyak yang mencari perlindungan di tempat-tempat aman, sementara pasokan makanan dan kebutuhan pokok mulai menipis akibat ketegangan yang meningkat.

Baca Juga :  Komitmen Elon Musk, Starlink Akan Terus Beroperasi di Ukraina Meski Bantuan Trump Dihentikan

Kesimpulan

Serangan pemberontak di Damaskus menandai fase baru dalam konflik Suriah yang berkepanjangan. Dengan rezim Bashar Al Assad yang terancam kolaps, masa depan Suriah kini berada di ujung tanduk, dan dunia akan terus memantau perkembangan situasi ini dengan seksama. Apakah ini akan menjadi awal dari akhir kekuasaan Assad, ataukah pemerintah dapat memulihkan kontrolnya? Hanya waktu yang akan menjawabnya.

Berita Terkait

Diplomasi dan Koalisi Regional, Bagaimana Negara-Negara Timur Tengah Menahan Ancaman Serangan AS ke Iran
AS Kerahkan Lebih dari 20 Jet Tempur, Gempur Target ISIS di Suriah dalam Serangan Balasan Besar
Trump Pertimbangkan Opsi Militer untuk Akuisisi Greenland, Ancaman Baru bagi NATO?
Gelombang Protes Ekonomi di Iran, Dipicu Pedagang Bazaar, Berlangsung Berhari-hari Tanpa Reda
Gempa Magnitudo 7,0 Guncang Taiwan, Getaran Kuat Terasa hingga Taipei, Namun Kerusakan Minim
Ekspansi Armada Kapal Induk China, Pentagon Prediksi 6 Kapal Baru hingga 2035, Amerika Serikat Tingkatkan Kewaspadaan
Trump Tak Akan Kembalikan Minyak dan Tanker Sitaan dari Venezuela, Ketegangan Politik Kian Menguat
Trump Beri Selamat kepada PM Baru Ceko Andrej Babiš, Tekankan Kerja Sama Pembelian Jet F-35
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 16 Januari 2026 - 11:25 WIB

Diplomasi dan Koalisi Regional, Bagaimana Negara-Negara Timur Tengah Menahan Ancaman Serangan AS ke Iran

Minggu, 11 Januari 2026 - 11:39 WIB

AS Kerahkan Lebih dari 20 Jet Tempur, Gempur Target ISIS di Suriah dalam Serangan Balasan Besar

Rabu, 7 Januari 2026 - 11:44 WIB

Trump Pertimbangkan Opsi Militer untuk Akuisisi Greenland, Ancaman Baru bagi NATO?

Sabtu, 3 Januari 2026 - 11:47 WIB

Gelombang Protes Ekonomi di Iran, Dipicu Pedagang Bazaar, Berlangsung Berhari-hari Tanpa Reda

Minggu, 28 Desember 2025 - 11:34 WIB

Gempa Magnitudo 7,0 Guncang Taiwan, Getaran Kuat Terasa hingga Taipei, Namun Kerusakan Minim

Berita Terbaru

Liga Inggris

Michael Carrick Beri Peringatan Usai Man United Gasak Man City

Minggu, 18 Jan 2026 - 19:55 WIB