Gempa Magnitudo 7,0 Guncang Taiwan, Getaran Kuat Terasa hingga Taipei, Namun Kerusakan Minim

- Jurnalis

Minggu, 28 Desember 2025 - 11:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, koranmetro.com – Pada Sabtu malam, 27 Desember 2025 pukul 23.05 waktu setempat, gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,0 mengguncang lepas pantai timur laut Taiwan, tepatnya sekitar 32 km dari Kota Yilan. Menurut Central Weather Administration (CWA) Taiwan, pusat gempa berada di kedalaman 72,8 km di laut, sementara USGS AS mencatat magnitudo 6,6. Getaran kuat terasa di seluruh pulau, termasuk ibu kota Taipei di mana gedung-gedung bergoyang, namun hingga saat ini tidak ada laporan kerusakan massal atau korban jiwa signifikan. Meski berpotensi menyebabkan dampak besar karena kekuatannya, kedalaman dan lokasi offshore membuat risiko kerusakan massal relatif terbatas. Artikel ini merangkum situasi terkini, dampak, dan respons pemerintah.

Detail Gempa dan Penyebabnya

Gempa ini merupakan yang terkuat di Taiwan sejak gempa Hualien M7,4 pada April 2024 dan gempa Nantou M7,3 pada 1999. Intensitas tertinggi mencapai level 4 pada skala 7 tingkat Taiwan di wilayah utara, tengah, dan timur, termasuk Taipei, New Taipei, Taichung, dan Yilan. Getaran juga dirasakan di wilayah selatan hingga level 3.

Penyebab utama adalah interaksi Lempeng Filipina dan Lempeng Eurasia, yang membuat Taiwan berada di zona seismik aktif “Cincin Api Pasifik”. Kedalaman menengah (intermediate-depth) dan lokasi di laut mengurangi dampak permukaan, meski getaran luas.

Baca Juga :  15 Tewas dan Puluhan Terluka Akibat Ledakan Bom Mobil di Suriah

Dampak Awal: Kerusakan Ringan dan Pemadaman Listrik Sementara

Hingga pagi 28 Desember 2025, tidak ada laporan korban jiwa atau kerusakan struktural besar. Beberapa dampak ringan meliputi:

  • Pemadaman listrik sementara di lebih dari 3.000 rumah di Yilan.
  • Kebocoran gas dan air di beberapa bangunan di Taipei.
  • Kerusakan kecil seperti retak dinding atau barang jatuh.
  • Gangguan transportasi: MRT Taipei dan kereta cepat sempat melambat, tapi cepat pulih.

Produsen chip TSMC menyatakan tidak ada evakuasi pabrik karena gempa tidak mencapai ambang batas kritis. Tidak ada peringatan tsunami dikeluarkan.

Respons Pemerintah dan Peringatan Gempa Susulan

Presiden Lai Ching-te melalui media sosial menyatakan situasi terkendali dan mendesak warga waspada gempa susulan M5,5–6,0 dalam beberapa hari mendatang. Otoritas setempat, termasuk badan pemadam kebakaran dan CWA, terus memantau.

Taiwan memiliki sistem peringatan dini canggih yang mengirim notifikasi nasional dalam detik. Pengalaman gempa sebelumnya membuat bangunan di Taiwan dirancang tahan gempa, mengurangi risiko kerusakan massal meski magnitudo tinggi.

Baca Juga :  Jepang Larang Koper Listrik yang Dapat Dikendarai, Kebijakan Baru untuk Keamanan dan Kenyamanan

Risiko Potensial dan Konteks Seismik Taiwan

Meski dampak minim kali ini, gempa M7,0 berpotensi kerusakan massal jika lebih dangkal atau di darat. Taiwan rawan gempa karena posisi tektoniknya—rata-rata ribuan gempa kecil per tahun. Gempa besar sebelumnya seperti 1999 (2.400+ korban) dan 2016 (100+ korban) menjadi pengingat.

Faktor mitigasi: Standar bangunan ketat, latihan evakuasi rutin, dan teknologi seismik maju.

Situasi Terkini dan Saran bagi Warga

Hingga 28 Desember 2025 pagi, situasi stabil dengan fokus pemantauan aftershock. Bagi warga Taiwan atau traveler:

  • Periksa bangunan dari kerusakan struktural.
  • Siapkan tas darurat (air, makanan, obat).
  • Ikuti update resmi dari CWA atau pemerintah.

Gempa Taiwan M7,0 ini mengingatkan kerentanan seismik pulau tersebut, tapi juga kekuatan sistem mitigasi yang membuat dampak minim. Meski berisiko kerusakan massal secara teori, kedalaman dan persiapan membuat Taiwan selamat kali ini. Pantau terus perkembangan, karena aftershock bisa berlanjut beberapa hari.

Berita Terkait

Reaksi Kanselir Jerman terhadap Penarikan Pasukan AS, Langkah Menuju Kemandirian Eropa?
Trump Tolak Proposal Iran Terbaru, Kembali Ancam Aksi Militer jika Tak Ada Kesepakatan
UEA Resmi Hengkang dari OPEC Mulai 1 Mei 2026, Langkah Berani Menuju Kemandirian Energi
Kesehatan Pemimpin di Sorotan, Isu Kondisi Medis dan Dinamika Politik Israel
AS Jadi Mediator Utama, Israel dan Lebanon Siap Bertemu Lagi di Washington untuk Perundingan Damai
Iran Kembali Tutup Selat Hormuz, “Akan Dibuka Kembali Setelah AS Hentikan Blokade”
Trump Sebut AS Siap Bantu Iran Membersihkan Ranjau di Selat Hormuz Pasca Gencatan Senjata
Trump, Perang dengan Iran Hampir Berakhir, Amerika Siap Kembali ke Meja Perundingan
Berita ini 28 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 4 Mei 2026 - 11:19 WIB

Reaksi Kanselir Jerman terhadap Penarikan Pasukan AS, Langkah Menuju Kemandirian Eropa?

Sabtu, 2 Mei 2026 - 11:41 WIB

Trump Tolak Proposal Iran Terbaru, Kembali Ancam Aksi Militer jika Tak Ada Kesepakatan

Rabu, 29 April 2026 - 11:15 WIB

UEA Resmi Hengkang dari OPEC Mulai 1 Mei 2026, Langkah Berani Menuju Kemandirian Energi

Sabtu, 25 April 2026 - 11:34 WIB

Kesehatan Pemimpin di Sorotan, Isu Kondisi Medis dan Dinamika Politik Israel

Selasa, 21 April 2026 - 11:26 WIB

AS Jadi Mediator Utama, Israel dan Lebanon Siap Bertemu Lagi di Washington untuk Perundingan Damai

Berita Terbaru

Syifa Hadju kembali mencuri perhatian publik saat menghadiri resepsi pernikahannya yang intimate di Six Senses Uluwatu,

LIFE STYLE & ENTERTAINMENT

Pesona Gaun Pengantin Syifa Hadju di Bali, Ribuan Bunga 3D Handmade yang Ethereal

Selasa, 5 Mei 2026 - 11:33 WIB