Bitcoin Melonjak ke Rp 1,43 Miliar, Tiga Faktor di Balik Lonjakan Tajam

- Jurnalis

Jumat, 28 Agustus 2026 - 11:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Harga Bitcoin kembali menarik perhatian pasar setelah mencatat kenaikan signifikan dalam waktu singkat. Dari kisaran sekitar Rp 1,11 miliar,

Harga Bitcoin kembali menarik perhatian pasar setelah mencatat kenaikan signifikan dalam waktu singkat. Dari kisaran sekitar Rp 1,11 miliar,

JAKARTA, koranmetro.com – Harga Bitcoin kembali menarik perhatian pasar setelah mencatat kenaikan signifikan dalam waktu singkat. Dari kisaran sekitar Rp 1,11 miliar, aset kripto terbesar di dunia ini sempat terbang hingga menyentuh Rp 1,43 miliar per koin, seiring penguatan ke level sekitar 81.000 dollar AS.

Lonjakan ini menjadi salah satu reli harian dan mingguan terkuat Bitcoin dalam periode terakhir, dengan penguatan lebih dari 20 persen dalam beberapa hari. Meski harga kemudian bergerak fluktuatif di sekitar level tersebut, momentum kenaikan tetap menjadi sorotan investor.

Berikut tiga pemicu utama yang mendorong kebangkitan harga Bitcoin kali ini.

1. Kebijakan Departemen Keuangan AS di Pasar Obligasi

Salah satu katalis paling kuat datang dari pengumuman Departemen Keuangan Amerika Serikat yang akan memperbesar pembelian kembali obligasi pemerintah berjangka panjang. Rencana ini mencakup pelipatan nilai buyback, yang dinilai dapat memengaruhi likuiditas dan imbal hasil obligasi.

Ketika imbal hasil obligasi cenderung turun dan ekspektasi terhadap kondisi likuiditas membaik, aset berisiko seperti Bitcoin sering mendapat dukungan. Pasar membaca langkah tersebut sebagai sinyal yang lebih akomodatif terhadap aset berisiko, sehingga mendorong minat beli.

Baca Juga :  Apakah Rp 157 Miliar Cukup untuk Cabut Blokir iPhone 16 di Indonesia?

2. Sentimen Positif terkait Regulasi dan Pernyataan Politik AS

Penguatan Bitcoin juga ditopang oleh berkembangnya ekspektasi terhadap kejelasan regulasi kripto di Amerika Serikat, termasuk pembahasan terkait CLARITY Act. Selain itu, munculnya pernyataan yang mengisyaratkan kemungkinan keterlibatan atau dukungan pemerintah AS terhadap Bitcoin menambah optimisme pasar.

Kombinasi isu regulasi dan sinyal politik ini membuat investor lebih berani mengambil posisi, terutama setelah periode tekanan yang cukup panjang di pasar kripto.

3. Arus Dana ETF dan Tekanan Short Squeeze

Faktor ketiga datang dari sisi aliran dana dan dinamika pasar derivatif. ETF Bitcoin spot di AS mencatat arus masuk yang cukup besar dalam sepekan, menandakan kembali aktifnya minat investor institusional.

Baca Juga :  Pesawat Airbus A400M Pesanan Indonesia Masuk Perakitan Final, Dijadwalkan Dikirim Akhir 2025!

Di saat yang sama, kenaikan harga yang cepat memicu short squeeze. Posisi bearish dalam jumlah besar ikut terlikuidasi ketika harga menembus level-level penting, sehingga mempercepat laju penguatan. Efek ini sering membuat reli terasa lebih tajam dalam waktu singkat.

Apa Artinya bagi Pasar?

Meski Bitcoin berhasil rebound ke kisaran Rp 1,4 miliar, sejumlah analis mengingatkan bahwa konfirmasi fase bullish yang lebih kuat masih membutuhkan penutupan di atas level teknis tertentu, termasuk rata-rata pergerakan jangka panjang di kisaran yang lebih tinggi.

Artinya, momentum saat ini memang positif, tetapi volatilitas tetap tinggi. Koreksi sewaktu-waktu masih mungkin terjadi, terutama jika sentimen makro berubah atau aliran dana melemah.

Kenaikan Bitcoin dari sekitar Rp 1,11 miliar ke Rp 1,43 miliar dipicu oleh kombinasi tiga faktor: kebijakan buyback obligasi AS, sentimen regulasi dan politik yang membaik, serta arus dana ETF yang diperkuat short squeeze di pasar derivatif.

Berita Terkait

Amazon Luncurkan Jajaran Tablet Alexa Baru, Tinggalkan Merek Fire dan Beralih ke Android Penuh
Honor X5ds Resmi Meluncur, Ponsel Entry-Level dengan Layar Belakang dan Baterai 6.000 mAh
Istana Padat Aktivitas di Awal Oktober, Perombakan Kabinet dan Pelantikan Wantimpres
Bigetron by Vitality Hadapi RRQ Hoshi di Pekan Ketujuh MPL ID Season 18
HMD Vibe 2 Pro 5G Meluncur, Ponsel Entry-Level dengan Desain Kamera Unik dan Harga Terjangkau
OpenAI Akui Agen AI-nya Sebar 53 Gambar Pengguna ChatGPT ke Situs Eksternal
Xiaomi 18 Pro dan 18 Pro Max Resmi Meluncur, Debut Chip Snapdragon 8 Elite Gen 6
Lenovo IdeaPad Slim 3i, Pilihan Laptop Kuliah Berbasis AI di Harga Terjangkau
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 11:41 WIB

Amazon Luncurkan Jajaran Tablet Alexa Baru, Tinggalkan Merek Fire dan Beralih ke Android Penuh

Senin, 5 Oktober 2026 - 12:08 WIB

Honor X5ds Resmi Meluncur, Ponsel Entry-Level dengan Layar Belakang dan Baterai 6.000 mAh

Senin, 5 Oktober 2026 - 11:13 WIB

Istana Padat Aktivitas di Awal Oktober, Perombakan Kabinet dan Pelantikan Wantimpres

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 11:16 WIB

Bigetron by Vitality Hadapi RRQ Hoshi di Pekan Ketujuh MPL ID Season 18

Rabu, 30 September 2026 - 11:38 WIB

HMD Vibe 2 Pro 5G Meluncur, Ponsel Entry-Level dengan Desain Kamera Unik dan Harga Terjangkau

Berita Terbaru