China Catat Rekor Recall Otomotif, 4,3 Juta Mobil Listrik Ditarik karena Risiko Gagang Pintu Darurat

- Jurnalis

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 11:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerintah China mengumumkan kampanye penarikan kembali (recall) kendaraan terbesar dalam sejarah industri otomotif negara itu.

Pemerintah China mengumumkan kampanye penarikan kembali (recall) kendaraan terbesar dalam sejarah industri otomotif negara itu.

JAKARTA, koranmetro.com – Pemerintah China mengumumkan kampanye penarikan kembali (recall) kendaraan terbesar dalam sejarah industri otomotif negara itu. Sebanyak sekitar 4,3 juta unit mobil listrik dari sembilan produsen, termasuk Tesla dan sejumlah merek domestik, harus diperbaiki karena kekhawatiran keselamatan terkait gagang pintu darurat.

Masalah utamanya bukan pada gagang luar yang tersembunyi (flush atau retractable) yang populer di kalangan mobil listrik, melainkan pada mekanisme pembuka mekanis darurat di bagian dalam. Regulator menilai gagang ini sulit ditemukan atau dioperasikan setelah tabrakan parah atau ketika sistem kelistrikan mati. Kondisi tersebut berpotensi menjebak penumpang di dalam kabin dan menghambat upaya penyelamatan dari luar, terutama saat terjadi kebakaran.

Tesla Dominasi Jumlah Unit

Tesla menjadi produsen dengan porsi terbesar. Perusahaan itu akan menarik hampir 2,98 juta unit, mencakup Model 3, Model Y, Model S, dan Model X yang diproduksi di China maupun diimpor. Recall Tesla dijadwalkan mulai 25 September 2026.

Produsen lain yang ikut serta antara lain:

  • Xiaomi (sekitar 390.000 unit)
  • Leapmotor (sekitar 371.000 unit)
  • Xpeng (sekitar 264.000 unit)
  • Geely (termasuk merek seperti Zeekr)
  • Serta Dongfeng, Chery, Beijing Automotive (BAIC/Arcfox), FAW, dan lainnya.
Baca Juga :  Ketegangan di Karibia, Kuba Siaga Hadapi Ancaman AS, Rusia Terancam Kerugian Besar Akibat Konflik Iran

Total unit dari produsen China mencapai sekitar 1,3 juta kendaraan.

Solusi yang Ditawarkan

Sebagian besar tindakan yang diklasifikasikan sebagai product recall di bawah regulasi China fokus pada dua langkah sederhana:

  • Pemasangan stiker atau label peringatan secara gratis yang menunjukkan lokasi gagang mekanis darurat.
  • Pembaruan perangkat lunak jarak jauh (over-the-air/OTA). Tesla, misalnya, akan memperbarui sistem agar jendela otomatis turun setelah tabrakan untuk memudahkan evakuasi.

Tidak ada perubahan hardware besar pada mekanisme pintu. Langkah ini dianggap sebagai “upgrade keselamatan terpadu” menjelang aturan baru yang lebih ketat.

Latar Belakang dan Regulasi Baru

Desain gagang pintu tersembunyi yang rata dengan bodi mobil dipopulerkan Tesla dan kemudian diadopsi luas oleh produsen EV China karena tampilan minimalis serta keuntungan aerodinamika. Namun, sejumlah insiden di mana penumpang atau penolong kesulitan membuka pintu setelah kecelakaan dan kebakaran memicu kemarahan publik.

Pada Februari 2026, otoritas China mengumumkan larangan penuh terhadap gagang pintu tersembunyi (hidden/retractable) pada mobil baru mulai 2027. Standar nasional baru mensyaratkan setiap pintu dilengkapi mekanisme pembuka mekanis yang jelas dan mudah diakses. Model yang sudah ada mendapat masa transisi.

Baca Juga :  Rusia, China, dan Iran Bakal Gelar Latihan Militer Bersama, Menguatnya Aliansi Tiga Negara

China menjadi negara pertama yang secara resmi melarang desain ini. Di Amerika Serikat dan Eropa, regulator juga mulai membahas standar serupa untuk gagang elektronik.

Dampak dan Respons Industri

Recall massal ini mencerminkan pengawasan yang semakin ketat terhadap industri kendaraan listrik China, pasar otomotif terbesar dunia yang sedang dilanda perang harga sengit. Produsen didorong untuk memprioritaskan keselamatan dasar di tengah inovasi desain yang agresif.

Beberapa merek, termasuk Xiaomi, Leapmotor, Xpeng, dan Geely, mencatat recall terbesar dalam sejarah perusahaan mereka masing-masing. Tesla sendiri menghadapi recall terbesar di pasar China hingga saat ini terkait isu pintu.

Para ahli keselamatan menekankan bahwa gagang pintu adalah “titik sentuh fundamental”. Ketika sistem elektronik gagal, opsi mekanis yang mudah ditemukan menjadi krusial untuk menyelamatkan nyawa.

Kampanye ini diharapkan meningkatkan kesadaran pemilik ken

Berita Terkait

Eskalasi Konflik Timur Tengah, Houthi Serang Arab Saudi, AS Hancurkan Tanker Minyak Iran
Ditemukan Hidup Setelah 10 Hari, Wanita Nepal Ini Hampir Dikremasi Keluarganya
AS Libatkan Pentagon dalam Pengelolaan Cadangan Minyak Venezuela
Nepal Desak Meta dan TikTok Bersihkan Konten AI Hoaks Pascabencana Banjir
Banjir Bandang Nepal–Tibet Tewaskan Ratusan, Ratusan Wisatawan Masih Hilang
Subsidi BBM Iran di Ujung Tanduk. Harga Bisa Melonjak hingga Setara Rp 11.000 per Liter
Serangan Israel ke Pangkalan Udara Suriah Picu Kecaman Keras dari Turkiye
AS Perberat Tekanan Ekonomi dan Blokade Laut terhadap Iran, Bukan Perluas Serangan Militer
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 11:31 WIB

Eskalasi Konflik Timur Tengah, Houthi Serang Arab Saudi, AS Hancurkan Tanker Minyak Iran

Minggu, 6 September 2026 - 11:26 WIB

Ditemukan Hidup Setelah 10 Hari, Wanita Nepal Ini Hampir Dikremasi Keluarganya

Rabu, 2 September 2026 - 11:29 WIB

AS Libatkan Pentagon dalam Pengelolaan Cadangan Minyak Venezuela

Minggu, 30 Agustus 2026 - 11:25 WIB

Nepal Desak Meta dan TikTok Bersihkan Konten AI Hoaks Pascabencana Banjir

Kamis, 27 Agustus 2026 - 11:53 WIB

Banjir Bandang Nepal–Tibet Tewaskan Ratusan, Ratusan Wisatawan Masih Hilang

Berita Terbaru