Eskalasi Konflik Timur Tengah, Houthi Serang Arab Saudi, AS Hancurkan Tanker Minyak Iran

- Jurnalis

Rabu, 9 September 2026 - 11:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Konflik di Timur Tengah kembali memanas setelah kelompok Houthi yang didukung Iran melancarkan serangan besar ke wilayah selatan Arab Saudi,

Konflik di Timur Tengah kembali memanas setelah kelompok Houthi yang didukung Iran melancarkan serangan besar ke wilayah selatan Arab Saudi,

JAKARTA, koranmetro.com – Konflik di Timur Tengah kembali memanas setelah kelompok Houthi yang didukung Iran melancarkan serangan besar ke wilayah selatan Arab Saudi, sementara Amerika Serikat menghancurkan sejumlah kapal tanker minyak Iran. Rangkaian insiden ini menandai perluasan ketegangan regional yang sudah berlangsung selama berbulan-bulan.

Serangan Houthi ke Arab Saudi

Kelompok Houthi di Yaman mengklaim telah meluncurkan operasi luas menggunakan drone dan rudal balistik yang menargetkan beberapa kota di selatan Arab Saudi. Sasaran serangan mencakup pangkalan udara di Khamis Mushait serta fasilitas milik perusahaan minyak negara di Abha, Najran, dan Jazan.

Otoritas Arab Saudi melaporkan bahwa serangan tersebut menyebabkan kebakaran di sejumlah instalasi energi dan melukai setidaknya 73 orang, termasuk perempuan serta anak-anak. Kementerian Energi Saudi menyatakan bahwa operasi di beberapa fasilitas sempat dihentikan sementara akibat insiden tersebut.

Houthi menyebut serangan itu sebagai balasan atas serangan udara Arab Saudi di wilayah yang mereka kuasai di Yaman dalam beberapa hari terakhir.

Baca Juga :  Permintaan Maaf Kim Jung Hyun Tidak Spesifik untuk Pihak Tertentu, Tegas Agensi

AS Hancurkan Tanker Minyak Iran

Di sisi lain, Komando Pusat Militer AS (CENTCOM) mengumumkan bahwa pasukannya menghancurkan lima kapal pengangkut minyak mentah Iran. Tindakan tersebut disebut sebagai respons atas serangan rudal balistik yang dilancarkan Garda Revolusi Iran terhadap kapal perang Angkatan Laut AS dalam dua hari sebelumnya.

AS merilis dokumentasi serangan tersebut sebagai bagian dari upaya menekan aktivitas maritim Iran di kawasan. Langkah ini menambah daftar aksi militer langsung antara Washington dan Teheran dalam konflik yang semakin kompleks.

Dampak Regional dan Global

Eskalasi ini semakin melibatkan sekutu-sekutu AS di kawasan, khususnya Arab Saudi. Serangan terhadap infrastruktur energi memicu kekhawatiran terhadap pasokan minyak global. Harga minyak mentah Brent sempat bergerak naik mendekati level tinggi dalam beberapa bulan terakhir, meski masih di bawah USD 100 per barel.

Baca Juga :  Nepal Desak Meta dan TikTok Bersihkan Konten AI Hoaks Pascabencana Banjir

Iran juga dilaporkan menargetkan pangkalan AS di Yordania sebagai bagian dari responsnya. Sementara itu, Houthi terus menjadi faktor penting dalam tekanan terhadap jalur pelayaran dan kepentingan ekonomi di Laut Merah serta kawasan sekitarnya.

Situasi yang Semakin Rumit

Konflik yang awalnya berpusat pada ketegangan antara Iran, AS, dan Israel kini semakin merambah ke arah selatan Semenanjung Arab. Keterlibatan Houthi dan serangan terhadap infrastruktur energi Arab Saudi menunjukkan bahwa perang di kawasan semakin sulit dibatasi.

Baik Riyadh maupun koalisi yang dipimpinnya telah menyatakan akan memberikan respons tegas. Di sisi lain, Iran dan kelompok-kelompok yang berafiliasi dengannya terus menunjukkan kemampuan untuk memperluas medan konflik.

Serangan Houthi ke Arab Saudi dan aksi AS terhadap tanker Iran menandai babak baru eskalasi di Timur Tengah. Dengan semakin banyaknya pihak yang terlibat dan infrastruktur energi yang menjadi sasaran, risiko perluasan konflik semakin nyata.

Berita Terkait

Haru Menyambut Kebebasan Mary Jane Veloso, “Akhirnya Kami Bisa Bersama Mama”
Dari Musuh Politik ke Pujian, Trump Sebut Zohran Mamdani Berpotensi Jadi Wali Kota Hebat
Jepang Tawarkan Bantuan Perbaiki Pelabuhan Natuna, China Langsung Angkat Bicara
Putri Astrid Meninggal di Usia 94 Tahun, Tak Lama Setelah Pemakaman Raja Harald V
Ditemukan Hidup Setelah 10 Hari, Wanita Nepal Ini Hampir Dikremasi Keluarganya
AS Libatkan Pentagon dalam Pengelolaan Cadangan Minyak Venezuela
Nepal Desak Meta dan TikTok Bersihkan Konten AI Hoaks Pascabencana Banjir
Banjir Bandang Nepal–Tibet Tewaskan Ratusan, Ratusan Wisatawan Masih Hilang
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 12:03 WIB

Haru Menyambut Kebebasan Mary Jane Veloso, “Akhirnya Kami Bisa Bersama Mama”

Selasa, 22 September 2026 - 11:01 WIB

Dari Musuh Politik ke Pujian, Trump Sebut Zohran Mamdani Berpotensi Jadi Wali Kota Hebat

Jumat, 18 September 2026 - 11:13 WIB

Jepang Tawarkan Bantuan Perbaiki Pelabuhan Natuna, China Langsung Angkat Bicara

Minggu, 13 September 2026 - 11:18 WIB

Putri Astrid Meninggal di Usia 94 Tahun, Tak Lama Setelah Pemakaman Raja Harald V

Rabu, 9 September 2026 - 11:31 WIB

Eskalasi Konflik Timur Tengah, Houthi Serang Arab Saudi, AS Hancurkan Tanker Minyak Iran

Berita Terbaru

Dua ajang modest fashion terbesar di Indonesia, IN2MOTIONFEST (Indonesia International Modest Fashion Festival) dan Jakarta Muslim Fashion Week (JMFW),

LIFE STYLE & ENTERTAINMENT

IN2MOTIONFEST X JMFW 2026, Kolaborasi Besar Modest Fashion di JICC 14–18 Oktober

Selasa, 29 Sep 2026 - 11:24 WIB