CIA Bocor, Iran Masih Kuasai 70% Rudal, Kontradiksi Klaim Trump soal “Hancur Lebur”

- Jurnalis

Jumat, 8 Mei 2026 - 11:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sebuah laporan intelijen rahasia CIA yang bocor ke publik mengungkap fakta mengejutkan tentang ketahanan militer Iran.

Sebuah laporan intelijen rahasia CIA yang bocor ke publik mengungkap fakta mengejutkan tentang ketahanan militer Iran.

JAKARTA, koranmetro.com – Sebuah laporan intelijen rahasia CIA yang bocor ke publik mengungkap fakta mengejutkan tentang ketahanan militer Iran. Meski telah menghadapi serangkaian serangan udara dari Israel dan Amerika Serikat, Iran dilaporkan masih mempertahankan sekitar 70% stok rudalnya sebelum konflik. Temuan ini langsung bertentangan dengan klaim Presiden Donald Trump yang menyatakan bahwa kemampuan rudal Iran telah “hancur” atau “virtually destroyed”.

Isi Laporan CIA yang Bocor

Menurut sumber yang dikutip Washington Post, analisis CIA yang disampaikan kepada pembuat kebijakan AS menyebutkan:

  • Iran masih memiliki sekitar 70% stok rudal balistik pra-perang.
  • Sekitar 75% peluncur rudal bergerak (mobile launchers) masih utuh dan operasional.
  • Rezim Iran berhasil memulihkan sebagian besar fasilitas penyimpanan bawah tanah dan memperbaiki rudal yang rusak.

Laporan tersebut juga menyimpulkan bahwa Iran mampu bertahan terhadap blokade angkatan laut AS di Selat Hormuz selama minimal 3 hingga 4 bulan sebelum menghadapi kesulitan ekonomi yang lebih parah.

Bantahan terhadap Klaim Trump

Presiden Trump berulang kali menyatakan bahwa serangan AS-Israel telah berhasil menghancurkan sebagian besar kemampuan rudal Iran. Ia bahkan menyebut Iran “sudah dikalahkan” dan rudalnya “hampir habis”.

Baca Juga :  Tabrakan Pesawat American Airlines,14 Pemain Seluncur Indah Tewas, Termasuk Calon Bintang AS

Namun, bocoran dokumen CIA ini menunjukkan sebaliknya. Intelijen AS justru menilai Iran masih memiliki ribuan rudal yang siap diluncurkan, termasuk rudal balistik jarak menengah yang mampu mengancam Israel dan pangkalan-pangkalan AS di kawasan. Temuan ini disebut-sebut sebagai pukulan telak bagi narasi kemenangan total yang dibangun pemerintahan Trump.

Respons Iran dan Situasi Terkini

Pihak Iran sendiri belum memberikan komentar resmi atas laporan bocor tersebut. Namun, selama konflik berlangsung, Iran terus menunjukkan kemampuan meluncurkan rudal dan drone meski dalam skala yang lebih terbatas dibandingkan serangan massal sebelumnya.

Para analis menyebut Iran telah lama mempersiapkan skenario ini dengan menyimpan banyak rudal dan peluncur di fasilitas bawah tanah yang sulit dihancurkan sepenuhnya. Kemampuan produksi rudal mereka juga diyakini masih bisa pulih dalam waktu relatif cepat.

Baca Juga :  Paus Leo XIV Tegaskan Sikap Antiperang, Trump, Saya Tidak Peduli

Dampak Politik dan Strategis

Bocoran laporan CIA ini muncul di tengah perdebatan sengit di Washington tentang kelanjutan kebijakan terhadap Iran. Beberapa pihak khawatir bahwa penilaian intelijen yang lebih realistis ini bisa memengaruhi keputusan blokade, negosiasi, atau potensi serangan lanjutan.

Sementara itu, Trump dan para pendukungnya tetap bersikeras bahwa tekanan maksimal yang diterapkan telah melemahkan Iran secara signifikan, meski data intelijen internal justru menunjukkan ketahanan yang lebih tinggi dari perkiraan.

Laporan CIA yang bocor ini menjadi pengingat bahwa perang informasi dan perbedaan penilaian intelijen sering kali menyertai konflik besar. Meski Iran telah menderita kerusakan serius akibat serangan udara, kemampuan rudalnya ternyata belum hancur total seperti yang sempat diklaim.

Situasi di Timur Tengah tetap tegang. Dengan Iran yang masih memiliki sebagian besar arsenal rudalnya, segala keputusan strategis ke depan harus didasarkan pada fakta intelijen yang akurat, bukan sekadar narasi kemenangan politik.

Berita Terkait

Insiden di Kokpit Flydubai, Pilot Ditikam, Pesawat Anjlok Tajam, dan Pendaratan Darurat di Arab Saudi
Haru Menyambut Kebebasan Mary Jane Veloso, “Akhirnya Kami Bisa Bersama Mama”
Dari Musuh Politik ke Pujian, Trump Sebut Zohran Mamdani Berpotensi Jadi Wali Kota Hebat
Jepang Tawarkan Bantuan Perbaiki Pelabuhan Natuna, China Langsung Angkat Bicara
Putri Astrid Meninggal di Usia 94 Tahun, Tak Lama Setelah Pemakaman Raja Harald V
Eskalasi Konflik Timur Tengah, Houthi Serang Arab Saudi, AS Hancurkan Tanker Minyak Iran
Ditemukan Hidup Setelah 10 Hari, Wanita Nepal Ini Hampir Dikremasi Keluarganya
AS Libatkan Pentagon dalam Pengelolaan Cadangan Minyak Venezuela
Berita ini 55 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 11:38 WIB

Insiden di Kokpit Flydubai, Pilot Ditikam, Pesawat Anjlok Tajam, dan Pendaratan Darurat di Arab Saudi

Minggu, 27 September 2026 - 12:03 WIB

Haru Menyambut Kebebasan Mary Jane Veloso, “Akhirnya Kami Bisa Bersama Mama”

Selasa, 22 September 2026 - 11:01 WIB

Dari Musuh Politik ke Pujian, Trump Sebut Zohran Mamdani Berpotensi Jadi Wali Kota Hebat

Jumat, 18 September 2026 - 11:13 WIB

Jepang Tawarkan Bantuan Perbaiki Pelabuhan Natuna, China Langsung Angkat Bicara

Minggu, 13 September 2026 - 11:18 WIB

Putri Astrid Meninggal di Usia 94 Tahun, Tak Lama Setelah Pemakaman Raja Harald V

Berita Terbaru