JAKARTA, koranmetro.com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kembali mengingatkan masyarakat di Provinsi Aceh untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem. Peringatan ini disampaikan menyusul dinamika atmosfer yang masih aktif dan berpotensi memicu hujan lebat hingga sangat lebat dalam beberapa hari ke depan.
Pemicu Cuaca Ekstrem
Menurut BNPB, potensi cuaca ekstrem dipicu oleh bibit siklon tropis 98B yang berada di kawasan Teluk Benggala. Fenomena ini mendorong pertumbuhan awan konvektif yang dapat menghasilkan hujan dengan intensitas tinggi, disertai petir dan angin kencang secara lokal.
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Panjaitan, menyatakan bahwa kondisi ini perlu diwaspadai, khususnya di wilayah Aceh dan Sumatra Utara.
“Kami menghimbau agar masyarakat waspada di Sumatra Utara dan di Aceh,” ujarnya dalam keterangan resmi.
Dampak yang Sudah Terjadi
Dalam beberapa hari terakhir, hujan dengan intensitas sedang hingga ekstrem telah mengguyur sejumlah wilayah di Aceh. Curah hujan tertinggi tercatat mencapai 187 milimeter dalam sehari di Pos Hujan Kluet Tengah, Kabupaten Aceh Selatan. Kondisi serupa juga dirasakan di beberapa daerah di Sumatra Utara.
Meskipun BMKG memastikan bahwa Siklon Tropis ARNAB tidak berdampak langsung ke wilayah Indonesia, dinamika atmosfer lokal tetap berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang.
Imbauan untuk Masyarakat
BNPB meminta warga untuk melakukan langkah-langkah antisipasi, antara lain:
- Membersihkan saluran air di sekitar rumah agar tidak tersumbat
- Memangkas dahan pohon yang lapuk atau berisiko tumbang
- Mengamankan atap dan benda-benda yang mudah diterbangkan angin
- Menghindari kawasan lereng perbukitan saat hujan deras berlangsung lama
- Menyiapkan tas siaga bencana berisi kebutuhan penting
- Memantau informasi cuaca resmi dari BMKG dan BNPB secara berkala
Masyarakat yang tinggal di daerah rawan longsor dan bantaran sungai diminta ekstra berhati-hati, terutama pada malam hari.
Cuaca ekstrem masih menjadi ancaman nyata bagi warga di Aceh dan wilayah sekitarnya. Meskipun kondisi dapat berubah sewaktu-waktu, kewaspadaan tetap menjadi kunci utama untuk mengurangi risiko bencana.
BNPB mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk tidak mengabaikan peringatan dini dan selalu siap siaga. Dengan langkah pencegahan yang tepat, dampak cuaca ekstrem diharapkan dapat diminimalkan.









