Gelombang Kecaman Internasional atas Serangan Teroris di Bondi Beach, Iran Turut Menyuarakan Penolakan

- Jurnalis

Senin, 15 Desember 2025 - 11:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

15 Desember 2025 – Dunia masih berduka atas tragedi penembakan massal yang terjadi di Pantai Bondi, Sydney, Australia,

15 Desember 2025 – Dunia masih berduka atas tragedi penembakan massal yang terjadi di Pantai Bondi, Sydney, Australia,

JAKARTA, koranmetro.com – 15 Desember 2025 – Dunia masih berduka atas tragedi penembakan massal yang terjadi di Pantai Bondi, Sydney, Australia, pada Minggu (14/12/2025) malam waktu setempat. Serangan yang menargetkan perayaan Hanukkah komunitas Yahudi ini menewaskan sedikitnya 15 orang dan melukai puluhan lainnya, termasuk anak-anak dan petugas polisi. Polisi New South Wales menyatakan insiden ini sebagai aksi terorisme bermotif antisemit, yang dilakukan oleh dua pelaku berusia ayah dan anak.

Perdana Menteri Australia Anthony Albanese menyebut serangan ini sebagai “tindakan jahat antisemit yang tak terbayangkan” dan menjanjikan respons tegas, termasuk penguatan undang-undang senjata api. “Ini adalah serangan terhadap nilai-nilai kami dan cara hidup kami,” ujarnya saat mengunjungi lokasi kejadian.

Respons dari pemimpin dunia datang cepat dan tegas, mencerminkan solidaritas global terhadap korban serta penolakan terhadap kekerasan bermotif kebencian.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebutnya sebagai “serangan antisemit yang mengerikan” dan menyampaikan dukacita mendalam kepada keluarga korban. Mantan Presiden Joe Biden juga menyatakan bahwa serangan ini “mengejutkan dan tak termaafkan”, seraya menyerukan persatuan melawan antisemitisme.

Baca Juga :  Lubang Jalan di Jepang Terus Melebar, Kini Sedalam 15 Meter, Sopir Masih Terjebak

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyalahkan peningkatan antisemitisme di Australia dan mengkritik kebijakan pemerintah setempat, sambil menegaskan bahwa “cahaya Hanukkah harus tetap menyala di Bondi dan seluruh dunia”. Presiden Israel Isaac Herzog turut menyatakan kengeriannya atas serangan terhadap keluarga Yahudi yang sedang merayakan festival.

Dari Eropa, Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menyampaikan “berita yang sangat menyedihkan” dan belasungkawa kepada yang terdampak. Kanselir Jerman Friedrich Merz mengaku “kehilangan kata-kata” dan menyerukan pemimpin global untuk menghentikan penyebaran kekerasan antisemit.

Negara-negara Muslim juga ikut menyuarakan kecaman. Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan, “Sebagai prinsip, Iran mengutuk serangan kekerasan terhadap warga sipil di Sydney, Australia. Kekerasan teror dan pembunuhan massal harus dikutuk di mana pun terjadi, sebagai tindakan ilegal dan kriminal.” Pernyataan ini menarik perhatian, mengingat hubungan Australia-Iran yang tegang belakangan ini.

Baca Juga :  Konflik Perbatasan Thailand-Kamboja, Konflik Perbatasan Pasca-Baku Tembak

Kementerian Luar Negeri Arab Saudi menegaskan sikapnya menentang “segala bentuk kekerasan, terorisme, dan ekstremisme”, sambil menyampaikan belasungkawa. Uni Emirat Arab dan Qatar juga mengutuk aksi kriminal tersebut serta menolak segala bentuk terorisme yang mengancam stabilitas.

Perdana Menteri Selandia Baru Christopher Luxon terkejut dengan kejadian di tempat yang sering dikunjungi warganya, sementara Perdana Menteri India Narendra Modi mengutuk “serangan teroris mengerikan” yang menargetkan perayaan Hanukkah.

Serangan ini menjadi yang terburuk di Australia sejak pembantaian Port Arthur 1996, dan memicu perdebatan nasional tentang keamanan komunitas Yahudi di tengah lonjakan insiden antisemit sejak konflik Gaza. Komunitas internasional sepakat: kekerasan seperti ini tak punya tempat di dunia modern.

Duka cita terus mengalir untuk para korban, sementara investigasi polisi berlanjut untuk mengungkap motif lengkap di balik tragedi ini. Australia dan dunia berharap solidaritas ini menjadi langkah menuju perdamaian yang lebih kuat.

Berita Terkait

Gelombang Protes Ekonomi di Iran, Dipicu Pedagang Bazaar, Berlangsung Berhari-hari Tanpa Reda
Gempa Magnitudo 7,0 Guncang Taiwan, Getaran Kuat Terasa hingga Taipei, Namun Kerusakan Minim
Ekspansi Armada Kapal Induk China, Pentagon Prediksi 6 Kapal Baru hingga 2035, Amerika Serikat Tingkatkan Kewaspadaan
Trump Tak Akan Kembalikan Minyak dan Tanker Sitaan dari Venezuela, Ketegangan Politik Kian Menguat
Trump Beri Selamat kepada PM Baru Ceko Andrej Babiš, Tekankan Kerja Sama Pembelian Jet F-35
Jet Tempur Thailand Hancurkan Sindikat Judi Online di Perbatasan Kamboja
Ketegangan di Karibia Memanas, Jet Tempur AS Berpatroli Intensif Dekat Wilayah Venezuela
Kamboja dan Thailand, Langkah Berani Menuju Perdamaian di Perbatasan
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 3 Januari 2026 - 11:47 WIB

Gelombang Protes Ekonomi di Iran, Dipicu Pedagang Bazaar, Berlangsung Berhari-hari Tanpa Reda

Minggu, 28 Desember 2025 - 11:34 WIB

Gempa Magnitudo 7,0 Guncang Taiwan, Getaran Kuat Terasa hingga Taipei, Namun Kerusakan Minim

Jumat, 26 Desember 2025 - 12:31 WIB

Ekspansi Armada Kapal Induk China, Pentagon Prediksi 6 Kapal Baru hingga 2035, Amerika Serikat Tingkatkan Kewaspadaan

Selasa, 23 Desember 2025 - 21:24 WIB

Trump Tak Akan Kembalikan Minyak dan Tanker Sitaan dari Venezuela, Ketegangan Politik Kian Menguat

Kamis, 18 Desember 2025 - 11:13 WIB

Trump Beri Selamat kepada PM Baru Ceko Andrej Babiš, Tekankan Kerja Sama Pembelian Jet F-35

Berita Terbaru

Di penghujung tahun 2025, Indonesia kembali dihadapkan pada cobaan berat berupa serangkaian bencana alam yang melanda Pulau Sumatra.

NASIONAL

Musibah Sumatra, Cobaan Akhir Tahun bagi Persatuan Bangsa

Kamis, 1 Jan 2026 - 11:23 WIB