Rusia Klarifikasi Sikap, Belum Ada Permintaan Bantuan Militer dari Iran di Tengah Konflik dengan AS-Israel

- Jurnalis

Jumat, 6 Maret 2026 - 12:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Di tengah eskalasi perang yang melibatkan serangan gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran sejak akhir Februari 2026,

Di tengah eskalasi perang yang melibatkan serangan gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran sejak akhir Februari 2026,

JAKARTA, koranmetro.com – Di tengah eskalasi perang yang melibatkan serangan gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran sejak akhir Februari 2026, Rusia akhirnya memberikan klarifikasi resmi terkait kemungkinan dukungan militer kepada Teheran. Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, menyatakan secara tegas bahwa hingga saat ini pihak Iran belum mengajukan permintaan bantuan militer apa pun kepada Moskwa.

Pernyataan ini disampaikan Peskov dalam konferensi pers harian pada Kamis (5/3/2026), sebagaimana dilaporkan oleh AFP dan berbagai media internasional. “Dalam hal ini, tidak ada permintaan dari pihak Iran,” ujar Peskov kepada wartawan di Moskwa. Pernyataan tersebut muncul setelah hampir seminggu serangan udara intensif AS-Israel menghantam berbagai target di Iran, termasuk fasilitas militer dan infrastruktur strategis, yang diklaim Washington dan Tel Aviv sebagai langkah preventif terhadap program nuklir Teheran serta ancaman regional.

Meski Rusia dikenal sebagai salah satu sekutu terdekat Iran—termasuk melalui penandatanganan perjanjian kemitraan strategis komprehensif pada 2025—Kremlin menegaskan bahwa hubungan tersebut tidak mencakup kewajiban saling membela secara militer secara otomatis. Rusia lebih memilih menjaga sikap hati-hati agar tidak terseret langsung ke dalam konfrontasi terbuka dengan AS dan Israel, terutama di saat Moskwa masih sibuk dengan konflik di Ukraina.

Baca Juga :  Airlangga, Ketegangan Politik di Korsel Sebagai Peluang Investasi untuk Indonesia

Sejak serangan pertama dimulai pada 28 Februari 2026, Kementerian Luar Negeri Rusia telah berulang kali mengeluarkan kecaman keras terhadap aksi militer AS-Israel. Dalam pernyataan resmi, serangan tersebut disebut sebagai “agresi bersenjata yang tidak beralasan dan direncanakan sebelumnya terhadap negara anggota PBB yang berdaulat”, serta melanggar prinsip-prinsip hukum internasional. Rusia juga menuduh Washington dan Tel Aviv sengaja memprovokasi Iran untuk melakukan serangan balasan ke berbagai target di kawasan, termasuk infrastruktur minyak di negara-negara Teluk, demi menyeret lebih banyak pihak ke dalam konflik yang lebih luas.

Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov juga telah berkomunikasi dengan mitranya dari Iran, Abbas Araghchi, dan menegaskan kesiapan Moskwa untuk membantu mencari solusi damai melalui jalur diplomatik. Namun, dukungan konkret berupa pengiriman senjata baru atau intervensi militer langsung belum disebutkan. Beberapa analis menilai sikap Rusia ini mencerminkan prioritas strategis: mempertahankan pengaruh di Timur Tengah tanpa mengorbankan sumber daya yang sudah terbatas akibat perang di Ukraina.

Baca Juga :  Serangan Besar-besaran Rusia Hari Kedua, Rudal Diluncurkan

Hubungan militer Rusia-Iran memang telah menguat dalam beberapa tahun terakhir. Iran memasok drone Shahed yang krusial bagi operasi Rusia di Ukraina, sementara Rusia dikabarkan telah menyediakan sistem pertahanan udara portabel dan komponen teknologi militer lainnya kepada Teheran. Meski demikian, dukungan tersebut bersifat terbatas dan tidak mencapai level intervensi langsung seperti yang diharapkan sebagian pihak di Iran.

Sementara itu, pernyataan Peskov ini langsung memicu berbagai spekulasi di media internasional. Sebagian pihak melihatnya sebagai sinyal bahwa Rusia tidak berniat meningkatkan keterlibatan militer di konflik Iran, setidaknya untuk saat ini. Di sisi lain, Rusia terus menekankan pentingnya kembali ke meja perundingan dan menghindari eskalasi yang bisa mengganggu stabilitas global, termasuk pasokan energi dunia.

Konflik ini masih terus berkembang, dengan Iran melancarkan serangan balasan rudal dan drone ke berbagai sasaran regional. Dunia menanti langkah selanjutnya dari para pemain besar, termasuk apakah Iran akhirnya akan secara resmi meminta bantuan militer dari sekutunya seperti Rusia dan China, atau apakah diplomasi masih memiliki peluang untuk meredam api perang yang semakin membara.

Berita Terkait

Gempa Magnitudo 7,7 Guncang Panama, Peringatan Tsunami Sempat Dikeluarkan
Vance Tegaskan Syarat AS, Iran Harus Pangkas Kapasitas Pengayaan Nuklir demi Akhiri Perang
Ancelotti Apresiasi Talenta Muda Brasil Usai Kemenangan Telak 4-0 atas India
AS Kerahkan Kapal Induk Ketiga ke Timur Tengah di Tengah Ketegangan dengan Iran
Insiden di Kokpit Flydubai, Pilot Ditikam, Pesawat Anjlok Tajam, dan Pendaratan Darurat di Arab Saudi
Haru Menyambut Kebebasan Mary Jane Veloso, “Akhirnya Kami Bisa Bersama Mama”
Dari Musuh Politik ke Pujian, Trump Sebut Zohran Mamdani Berpotensi Jadi Wali Kota Hebat
Jepang Tawarkan Bantuan Perbaiki Pelabuhan Natuna, China Langsung Angkat Bicara
Berita ini 50 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 11:13 WIB

Gempa Magnitudo 7,7 Guncang Panama, Peringatan Tsunami Sempat Dikeluarkan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:34 WIB

Vance Tegaskan Syarat AS, Iran Harus Pangkas Kapasitas Pengayaan Nuklir demi Akhiri Perang

Minggu, 4 Oktober 2026 - 11:44 WIB

Ancelotti Apresiasi Talenta Muda Brasil Usai Kemenangan Telak 4-0 atas India

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 11:31 WIB

AS Kerahkan Kapal Induk Ketiga ke Timur Tengah di Tengah Ketegangan dengan Iran

Kamis, 1 Oktober 2026 - 11:38 WIB

Insiden di Kokpit Flydubai, Pilot Ditikam, Pesawat Anjlok Tajam, dan Pendaratan Darurat di Arab Saudi

Berita Terbaru

LIFE STYLE & ENTERTAINMENT

Tiga Zodiak yang Bakal Merasa Lebih Ringan dan Bahagia di Tanggal 10 Oktober 2026

Sabtu, 10 Okt 2026 - 11:09 WIB