Gibran Minta Evaluasi Menyeluruh Usai Ratusan Warga Batang Diduga Keracunan MBG

- Jurnalis

Senin, 28 September 2026 - 11:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menekankan pentingnya evaluasi total terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) setelah terjadinya kasus dugaan keracunan massal di Kabupaten Batang,

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menekankan pentingnya evaluasi total terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) setelah terjadinya kasus dugaan keracunan massal di Kabupaten Batang,

JAKARTA, koranmetro.com – Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menekankan pentingnya evaluasi total terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) setelah terjadinya kasus dugaan keracunan massal di Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Ia juga mendorong penguatan pengawasan keamanan pangan agar kejadian serupa tidak terulang.

Korban Capai Ratusan Orang

Kasus ini terjadi di Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang. Hingga Jumat, 25 September 2026, jumlah korban yang dilaporkan mencapai 521 orang. Dari jumlah tersebut, puluhan orang harus dirujuk ke rumah sakit, sebagian menjalani rawat inap di puskesmas, dan sisanya menjalani rawat jalan.

Pemerintah daerah bersama Badan Gizi Nasional (BGN) masih terus memantau perkembangan kondisi korban. Proses pemeriksaan untuk mengetahui penyebab pasti keracunan juga masih berlangsung.

Gibran Langsung ke Batang

Pada Senin, 28 September 2026, Gibran bertolak ke Batang untuk memastikan penanganan korban berjalan optimal. Dalam keterangannya, ia menegaskan bahwa evaluasi harus mencakup banyak aspek, mulai dari standar higiene, waktu pengolahan makanan, penyimpanan, distribusi, hingga pengawasan langsung di lapangan.

Baca Juga :  Agustiani Tio Akui Ada Tawaran Rp2 Miliar Menjelang Pemeriksaan KPK

“Evaluasi harus dilakukan secara menyeluruh, standar keamanan pangan harus dipastikan, dan setiap temuan harus segera diperbaiki. Kita ingin program prioritas Presiden ini memberikan manfaat sebesar-besarnya dengan keamanan dan kualitas makanan sebagai prioritas,” ujar Gibran.

Temuan Awal Pelanggaran SOP

Dari investigasi awal, ditemukan indikasi pelanggaran standar operasional prosedur (SOP) di dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) setempat. Salah satunya terkait waktu pengolahan makanan yang diduga dilakukan jauh lebih awal dari ketentuan, sehingga berisiko menimbulkan masalah keamanan pangan.

BGN telah memberikan sanksi kepada SPPG terkait, termasuk pencopotan kepala unit dan penangguhan operasional.

Baca Juga :  Andi Gani Nena Wea, Tolak Framing Negatif yang Melemahkan Suara Buruh Indonesia

Desakan Penguatan Pengawasan

Kasus di Batang menjadi salah satu dari sejumlah kejadian serupa yang sempat terjadi di beberapa daerah. Karena itu, Gibran mendorong agar pengawasan keamanan pangan dalam program MBG diperkuat, tidak hanya mengandalkan dokumen administratif, tetapi juga pemantauan langsung dan penegakan SOP secara ketat.

Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu program prioritas pemerintah yang bertujuan meningkatkan asupan gizi masyarakat, khususnya anak-anak. Namun, rangkaian kasus keracunan membuat aspek keamanan pangan menjadi sorotan utama.

Kejadian di Batang menjadi pengingat bahwa distribusi makanan dalam skala besar membutuhkan standar kebersihan dan pengawasan yang ketat. Evaluasi yang diminta Gibran diharapkan tidak hanya bersifat sementara, tetapi mampu memperbaiki sistem secara menyeluruh agar program MBG benar-benar aman dan bermanfaat bagi masyarakat.

Berita Terkait

Privasi Warga dan Batas Kewenangan Penyadapan dalam Hukum Indonesia
Polri Tetapkan Listyo Sigit dkk Tersangka Dugaan Penyadapan Ilegal
Persatuan yang Sehat Justru Butuh Ruang untuk Kritik
Pajak pada Produk Menstruasi, Beban Tersembunyi yang Masih Dipertanyakan
Cuaca Ekstrem Masih Mengancam, BNPB Ingatkan Warga Aceh Tetap Waspada
Badai Sempurna di Tanah Air, Ketika Banyak Krisis Saling Mengikat
Usulan Luhut soal Unsur Kerugian Negara dalam Korupsi, Begini Bunyi UU Tipikor dan Klarifikasinya
Mantan Komisi II DPR, Pasal PKPU soal Syarat Pencalonan Gibran Tidak Pernah Dibahas
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 11:07 WIB

Privasi Warga dan Batas Kewenangan Penyadapan dalam Hukum Indonesia

Rabu, 4 November 2026 - 11:31 WIB

Polri Tetapkan Listyo Sigit dkk Tersangka Dugaan Penyadapan Ilegal

Selasa, 3 November 2026 - 11:08 WIB

Persatuan yang Sehat Justru Butuh Ruang untuk Kritik

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:09 WIB

Pajak pada Produk Menstruasi, Beban Tersembunyi yang Masih Dipertanyakan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 11:05 WIB

Cuaca Ekstrem Masih Mengancam, BNPB Ingatkan Warga Aceh Tetap Waspada

Berita Terbaru

Merasa tidak dihargai dalam pertemanan bisa menguras energi. Kamu mungkin sering jadi pihak yang lebih dulu menghubungi,

LIFE STYLE & ENTERTAINMENT

Saat Pertemanan Terasa Satu Arah, 6 Cara Menyampaikan Perasaanmu

Sabtu, 7 Nov 2026 - 11:05 WIB

Barcelona membuka musim 2026/2027 dengan rekor mencengangkan. Di bawah asuhan Hansi Flick, Blaugrana telah mencetak 60 gol dalam 15 pertandingan resmi pertama mereka.

Liga Spanyol

Barcelona Gila Gol, 60 Kali Jebol Gawang Lawan dalam 15 Laga

Jumat, 6 Nov 2026 - 11:05 WIB