Iran Rayakan Idul Fitri di Tengah Bayang-Bayang Konflik Berkepanjangan

- Jurnalis

Sabtu, 21 Maret 2026 - 11:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Di tengah suara dentuman artileri dan ketegangan geopolitik yang belum mereda, jutaan warga Iran tetap melaksanakan shalat Idul Fitri.

Di tengah suara dentuman artileri dan ketegangan geopolitik yang belum mereda, jutaan warga Iran tetap melaksanakan shalat Idul Fitri.

JAKARTA, koranmetro.com – Di tengah suara dentuman artileri dan ketegangan geopolitik yang belum mereda, jutaan warga Iran tetap melaksanakan shalat Idul Fitri 1 Syawal 1447 H pada Sabtu pagi ini. Berdasarkan keputusan resmi Kantor Kepemimpinan Tertinggi dan Kementerian Urusan Agama Iran, 1 Syawal jatuh pada 21 Maret 2026, satu hari lebih lambat dibandingkan mayoritas negara Muslim di kawasan Asia Tenggara dan Timur Tengah lainnya yang merayakan pada Jumat, 20 Maret.

Shalat Id digelar di berbagai lapangan terbuka, masjid besar, dan kompleks husseiniyah di seluruh negeri, termasuk Masjid Imam Khomeini di Teheran, Masjid Jamkaran di Qom, dan lapangan-lapangan di kota-kota besar seperti Isfahan, Mashhad, Shiraz, serta Tabriz. Meskipun cuaca musim semi cerah, suasana shalat Id kali ini terasa berbeda—banyak jemaah datang dengan wajah lelah namun tetap penuh harapan, mengenakan pakaian terbaik mereka di tengah keterbatasan ekonomi dan ketidakpastian akibat konflik berkepanjangan.

Lebaran di Tengah Perang dan Sanksi

Iran saat ini masih berada dalam situasi sulit akibat:

  • Konflik berkepanjangan dengan Israel yang memasuki tahun ketiga sejak eskalasi besar 2023–2024,
  • Serangan balasan dan serangan balik rudal serta drone di wilayah perbatasan,
  • Sanksi ekonomi internasional yang semakin ketat,
  • Inflasi tinggi dan krisis mata uang rial yang terus melemah.
Baca Juga :  Mengungkap Alasan Penangkapan Presiden Korea Selatan dan Nasibnya Setelah Diinterogasi

Banyak keluarga di Teheran dan kota-kota besar mengaku Lebaran tahun ini terasa lebih sederhana. “Kami tetap bersyukur bisa shalat Id bersama keluarga. Banyak saudara kami di selatan dan barat yang tidak bisa pulang karena situasi keamanan. Tapi kami berdoa agar Allah segera mengakhiri penderitaan ini,” ujar seorang ibu rumah tangga di distrik Narmak, Teheran, seusai shalat Id.

Di beberapa wilayah perbatasan seperti Khuzestan dan Kurdistan Iran, shalat Id digelar dengan pengamanan ketat. Beberapa masjid di dekat zona konflik bahkan melaksanakan shalat lebih pagi untuk menghindari potensi ancaman udara.

Pidato Khatib dan Pesan Kepemimpinan

Dalam khutbah Id di Masjid Imam Khomeini, Ayatollah Ahmad Khatami—yang bertindak sebagai khatib—menekankan tema kesabaran, ketabahan, dan persatuan umat di tengah cobaan. Ia menyatakan bahwa “Idul Fitri bukan hanya hari kemenangan atas hawa nafsu, tetapi juga kemenangan iman di tengah ujian perang dan penjajahan ekonomi.”

Sementara itu, Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei dalam pesan Idul Fitri-nya menyerukan agar umat Muslim dunia bersatu melawan “penindasan Zionis” dan tetap teguh dalam perjuangan Palestina. Pesan tersebut disiarkan melalui televisi nasional IRIB dan menjadi sorotan media internasional.

Tradisi Lebaran yang Tetap Dijalankan

Meski dalam kondisi sulit, tradisi Lebaran di Iran tetap terjaga:

  • Eidi (uang tunai atau hadiah kecil) untuk anak-anak, meski nilainya lebih sederhana tahun ini.
  • Hidangan khas seperti sabzi polo ba mahi (nasi dengan rempah dan ikan), fesenjan (sup delima dan walnut dengan ayam), dan berbagai jenis halva serta shirini (kue manis).
  • Silaturahmi keluarga yang tetap dilakukan, meski banyak yang terbatas karena jarak dan situasi keamanan.
  • Ziarah ke makam syuhada dan kompleks suci seperti Imam Reza di Mashhad, yang tetap ramai meski dengan pengamanan ekstra.
Baca Juga :  Pemimpin Al Julani, Suriah Menuju Era Perdamaian, Perang Tak Akan Terulang!

Harapan di Balik Takbir

Di balik dentuman perang dan krisis ekonomi, takbir Idul Fitri yang bergema di masjid-masjid Iran pagi ini membawa pesan harapan. Banyak warga yang berdoa agar tahun ini menjadi akhir dari penderitaan panjang, dan agar perdamaian segera datang—bukan hanya untuk Iran, tapi untuk seluruh umat manusia.

“Lebaran tahun ini terasa lebih berat, tapi iman kami tidak goyah. Kami percaya bahwa setelah kegelapan pasti ada cahaya,” kata seorang pemuda di Shiraz seusai shalat Id.

Selamat Idul Fitri 1447 H bagi seluruh umat Muslim di Iran dan di seluruh dunia. Semoga Allah menerima amal ibadah kita, mengampuni dosa-dosa kita, dan segera mengakhiri segala bentuk penderitaan di muka bumi.

Berita Terkait

Ancelotti Apresiasi Talenta Muda Brasil Usai Kemenangan Telak 4-0 atas India
AS Kerahkan Kapal Induk Ketiga ke Timur Tengah di Tengah Ketegangan dengan Iran
Insiden di Kokpit Flydubai, Pilot Ditikam, Pesawat Anjlok Tajam, dan Pendaratan Darurat di Arab Saudi
Haru Menyambut Kebebasan Mary Jane Veloso, “Akhirnya Kami Bisa Bersama Mama”
Dari Musuh Politik ke Pujian, Trump Sebut Zohran Mamdani Berpotensi Jadi Wali Kota Hebat
Jepang Tawarkan Bantuan Perbaiki Pelabuhan Natuna, China Langsung Angkat Bicara
Putri Astrid Meninggal di Usia 94 Tahun, Tak Lama Setelah Pemakaman Raja Harald V
Eskalasi Konflik Timur Tengah, Houthi Serang Arab Saudi, AS Hancurkan Tanker Minyak Iran
Berita ini 43 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 4 Oktober 2026 - 11:44 WIB

Ancelotti Apresiasi Talenta Muda Brasil Usai Kemenangan Telak 4-0 atas India

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 11:31 WIB

AS Kerahkan Kapal Induk Ketiga ke Timur Tengah di Tengah Ketegangan dengan Iran

Kamis, 1 Oktober 2026 - 11:38 WIB

Insiden di Kokpit Flydubai, Pilot Ditikam, Pesawat Anjlok Tajam, dan Pendaratan Darurat di Arab Saudi

Minggu, 27 September 2026 - 12:03 WIB

Haru Menyambut Kebebasan Mary Jane Veloso, “Akhirnya Kami Bisa Bersama Mama”

Selasa, 22 September 2026 - 11:01 WIB

Dari Musuh Politik ke Pujian, Trump Sebut Zohran Mamdani Berpotensi Jadi Wali Kota Hebat

Berita Terbaru

Mengeluh adalah respons alami manusia. Saat merasa lelah, kecewa, atau tertekan, mengeluarkan keluhan sering kali terasa melegakan.

LIFE STYLE & ENTERTAINMENT

Mengeluh, Batas Antara Pelepasan Emosi yang Sehat dan Kebiasaan yang Merusak

Jumat, 2 Okt 2026 - 11:27 WIB