Komitmen Elon Musk, Starlink Akan Terus Beroperasi di Ukraina Meski Bantuan Trump Dihentikan

- Jurnalis

Kamis, 13 Maret 2025 - 21:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dalam situasi yang penuh tantangan bagi Ukraina, Elon Musk, CEO SpaceX, menegaskan bahwa layanan internet satelit Starlink tidak akan dihentikan,

Dalam situasi yang penuh tantangan bagi Ukraina, Elon Musk, CEO SpaceX, menegaskan bahwa layanan internet satelit Starlink tidak akan dihentikan,

JAKARTA, koranmetro.com – Dalam situasi yang penuh tantangan bagi Ukraina, Elon Musk, CEO SpaceX, menegaskan bahwa layanan internet satelit Starlink tidak akan dihentikan, meskipun mantan Presiden Donald Trump memutuskan untuk menghentikan bantuan militer ke negara tersebut. Keputusan ini menunjukkan komitmen Musk terhadap penyediaan akses internet yang stabil dan handal bagi Ukraina di tengah konflik yang berkepanjangan.

Latar Belakang Situasi di Ukraina

Sejak awal konflik dengan Rusia, Ukraina telah menghadapi berbagai tantangan, termasuk dalam hal komunikasi dan infrastruktur. Starlink telah menjadi solusi penting untuk memastikan konektivitas internet, terutama di daerah-daerah yang terpengaruh oleh perang. Dengan menggunakan jaringan satelit, Starlink mampu memberikan layanan internet di lokasi yang sulit dijangkau dan di mana infrastruktur darat telah hancur.

Baca Juga :  Bom Rusia Hantam Apartemen di Kharkiv, Ukraina Puluhan Terluka dan Kerusakan Luas

Pernyataan Elon Musk

Musk menyatakan bahwa dia berkomitmen untuk menyediakan dukungan bagi Ukraina meskipun situasi politik berubah. Dalam beberapa pernyataannya, ia menekankan bahwa akses internet adalah hak dasar yang harus dipenuhi, terutama dalam situasi krisis. Musk menambahkan bahwa Starlink akan terus beroperasi dan mendukung rakyat Ukraina dalam upaya mereka untuk tetap terhubung dan berkomunikasi.

Dampak Penghentian Bantuan Trump

Keputusan Trump untuk menghentikan bantuan militer dapat berdampak signifikan pada situasi di Ukraina. Namun, dengan tetap beroperasinya Starlink, masyarakat Ukraina diharapkan dapat mengatasi tantangan komunikasi yang dihadapi. Layanan ini memungkinkan akses informasi yang lebih baik, koordinasi dalam upaya bantuan, dan dukungan bagi pasukan yang terlibat di lapangan.

Baca Juga :  46 WNI Korban TPPO di Myanmar Dipulangkan, Salah Satunya Eks Anggota DPRD

Tanggapan Masyarakat Internasional

Komitmen Musk untuk melanjutkan layanan Starlink di Ukraina telah mendapat perhatian luas dari masyarakat internasional. Banyak yang mengapresiasi langkah ini sebagai bentuk dukungan kepada negara yang sedang berjuang untuk mempertahankan kedaulatannya. Ini juga menunjukkan bagaimana perusahaan teknologi dapat berperan dalam membantu situasi kemanusiaan dan memfasilitasi komunikasi yang penting.

Elon Musk telah menunjukkan bahwa dia berkomitmen untuk menjaga layanan Starlink tetap berjalan di Ukraina, meskipun ada perubahan dalam dukungan politik dari AS. Dengan bantuan ini, diharapkan Ukraina dapat terus terhubung dengan dunia luar, mendapatkan akses informasi, dan memperkuat upaya mereka dalam menghadapi tantangan yang ada. Keberadaan Starlink menjadi simbol harapan dan ketahanan bagi rakyat Ukraina di tengah ketidakpastian.

Berita Terkait

Trump Pertimbangkan Opsi Militer untuk Akuisisi Greenland, Ancaman Baru bagi NATO?
Gelombang Protes Ekonomi di Iran, Dipicu Pedagang Bazaar, Berlangsung Berhari-hari Tanpa Reda
Gempa Magnitudo 7,0 Guncang Taiwan, Getaran Kuat Terasa hingga Taipei, Namun Kerusakan Minim
Ekspansi Armada Kapal Induk China, Pentagon Prediksi 6 Kapal Baru hingga 2035, Amerika Serikat Tingkatkan Kewaspadaan
Trump Tak Akan Kembalikan Minyak dan Tanker Sitaan dari Venezuela, Ketegangan Politik Kian Menguat
Trump Beri Selamat kepada PM Baru Ceko Andrej Babiš, Tekankan Kerja Sama Pembelian Jet F-35
Gelombang Kecaman Internasional atas Serangan Teroris di Bondi Beach, Iran Turut Menyuarakan Penolakan
Jet Tempur Thailand Hancurkan Sindikat Judi Online di Perbatasan Kamboja
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 7 Januari 2026 - 11:44 WIB

Trump Pertimbangkan Opsi Militer untuk Akuisisi Greenland, Ancaman Baru bagi NATO?

Sabtu, 3 Januari 2026 - 11:47 WIB

Gelombang Protes Ekonomi di Iran, Dipicu Pedagang Bazaar, Berlangsung Berhari-hari Tanpa Reda

Minggu, 28 Desember 2025 - 11:34 WIB

Gempa Magnitudo 7,0 Guncang Taiwan, Getaran Kuat Terasa hingga Taipei, Namun Kerusakan Minim

Jumat, 26 Desember 2025 - 12:31 WIB

Ekspansi Armada Kapal Induk China, Pentagon Prediksi 6 Kapal Baru hingga 2035, Amerika Serikat Tingkatkan Kewaspadaan

Selasa, 23 Desember 2025 - 21:24 WIB

Trump Tak Akan Kembalikan Minyak dan Tanker Sitaan dari Venezuela, Ketegangan Politik Kian Menguat

Berita Terbaru