JAKARTA, koranmetro.com – Klub Premier League Leeds United secara resmi mengeluarkan imbauan kepada para suporternya untuk menghormati jeda singkat dalam pertandingan putaran kelima Piala FA melawan Norwich City pada Minggu (8/3/2026) sore. Jeda tersebut direncanakan sekitar menit ke-75 pertandingan, tepat setelah matahari terbenam di Leeds pukul 17:56 GMT, guna memberi kesempatan kepada pemain yang menjalankan ibadah puasa Ramadan untuk berbuka puasa (iftar).
Imbauan ini disampaikan melalui pernyataan resmi klub pada Jumat (6/3/2026), menyusul insiden kontroversial di laga Premier League akhir pekan sebelumnya. Saat melawan Manchester City di Elland Road pada 28 Februari 2026, pertandingan sempat dihentikan sejenak untuk membiarkan pemain Muslim City—seperti Rayan Cherki, Omar Marmoush, dan Rayan Ait-Nouri—berbuka puasa. Sayangnya, sebagian suporter tuan rumah justru mencemooh (booing) momen tersebut, yang berlangsung sekitar satu menit.
Klub menyatakan kekecewaan mendalam atas kejadian itu. “Leeds United Football Club secara tegas mengutuk setiap suporter, baik di tribun tuan rumah maupun tamu, yang secara aktif mencemooh pemain yang menjalankan puasa Ramadan dan memanfaatkan protokol yang ada untuk berbuka puasa,” tulis pernyataan resmi Leeds United. Klub menambahkan bahwa insiden tersebut “mengecewakan dan tak terduga”, meski ada beberapa “keadaan meringankan” yang menyebabkannya terjadi.
Untuk laga Piala FA kontra Norwich City—yang ditunda hingga pukul 16:30 waktu setempat—Leeds menegaskan bahwa jeda serupa akan diterapkan sesuai protokol sepak bola modern yang mengakomodasi keragaman agama. Striker Leeds, Joel Piroe, yang beragama Islam, dipastikan akan memanfaatkan momen tersebut untuk berbuka puasa dengan mengonsumsi cairan dan suplemen energi.
“Pada Minggu melawan Norwich City, ada kesempatan untuk menunjukkan yang terbaik dari Leeds United, dan bahwa semua orang diterima di Elland Road,” lanjut pernyataan klub. Leeds menekankan pentingnya menjaga sikap hormat, toleransi, dan inklusivitas di stadion, sejalan dengan nilai-nilai klub dan sepak bola secara keseluruhan.
Insiden booing sebelumnya menuai kecaman luas, termasuk dari pelatih Manchester City Pep Guardiola yang menyebutnya tidak pantas. Respons Leeds ini dianggap sebagai langkah proaktif untuk mencegah pengulangan dan mempromosikan atmosfer positif di Elland Road.
Pertandingan Leeds vs Norwich City di Piala FA ini menjadi momen penting bagi The Whites untuk maju ke babak berikutnya, sekaligus kesempatan bagi suporter untuk menunjukkan sikap terbaik mereka di tengah bulan suci Ramadan. Dunia sepak bola semakin menekankan inklusivitas, dan Leeds berharap para fans-nya bisa menjadi teladan.









