Anies Baswedan Bertemu SBY dan AHY, Salah Paham Sudah Dibereskan, Hubungan Tetap Baik

- Jurnalis

Rabu, 25 Maret 2026 - 11:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melakukan pertemuan dengan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di kediaman SBY di Cikeas,

Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melakukan pertemuan dengan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di kediaman SBY di Cikeas,

koranmetro.com – Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melakukan pertemuan dengan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di kediaman SBY di Cikeas, Bogor, pada Selasa sore.

Pertemuan yang berlangsung selama hampir dua jam ini langsung menjadi perhatian publik karena sempat terjadi spekulasi mengenai retaknya hubungan antara Anies dengan keluarga Yudhoyono pasca-Pilpres 2024.

Juru bicara Anies Baswedan, Dr. Sudirman Said, memberikan klarifikasi resmi setelah pertemuan tersebut. Ia mengakui bahwa sempat terjadi salah paham di antara kedua pihak, tetapi menegaskan bahwa hubungan secara keseluruhan tetap baik dan harmonis.

“Memang sempat ada salah paham di antara kami. Namun, Alhamdulillah, semuanya sudah dibicarakan dengan baik. Pak Anies dan keluarga Yudhoyono tetap menjaga hubungan yang baik,” ujar Sudirman Said.

Isi Pertemuan

Menurut Sudirman, pertemuan tersebut bersifat silaturahmi dan evaluasi politik secara keseluruhan. Ketiga tokoh membahas situasi politik nasional pasca-pemilu, tantangan demokrasi, serta langkah-langkah ke depan yang bisa dilakukan untuk kepentingan bangsa.

Baca Juga :  Menko Zulhas Serukan Sanksi Tegas bagi Pejabat yang Beli Gabah di Bawah Rp6.500

SBY dan AHY disebut sangat terbuka dalam menerima masukan dari Anies. Sementara Anies juga menyampaikan apresiasi atas dukungan Partai Demokrat selama Pilpres 2024 lalu.

Tidak ada kesepakatan politik konkret yang diumumkan dalam pertemuan tersebut. Namun, banyak pengamat menilai pertemuan ini sebagai upaya rekonsiliasi dan penjernihan hubungan di antara tokoh-tokoh oposisi.

Latar Belakang Salah Paham

Salah paham sempat muncul setelah Anies Baswedan menyatakan sikap politiknya pasca-kalah dalam Pilpres 2024. Beberapa pihak di internal Partai Demokrat merasa kecewa karena Anies dinilai kurang koordinasi dalam beberapa isu. Isu ini sempat menjadi bahan pembicaraan di media sosial dan media massa.

Pertemuan di Cikeas ini menjadi momentum penting untuk meluruskan segala kesalahpahaman tersebut secara langsung dan personal.

Baca Juga :  Meski Damai, Polisi Tetap Usut Kasus Pria Pemaksa Siswa Sujud-Menggongong

Respons Publik

Reaksi publik terhadap pertemuan ini cukup beragam. Pendukung Anies menyambut positif sebagai tanda kedewasaan politik, sementara sebagian pihak melihatnya sebagai langkah strategis menjelang Pilkada 2029.

Beberapa pengamat politik menilai bahwa pertemuan ini menunjukkan bahwa meskipun berbeda pilihan politik, para tokoh nasional masih bisa menjaga silaturahmi dan komunikasi yang baik demi kepentingan yang lebih besar.

Anies Baswedan sendiri belum memberikan pernyataan resmi seusai pertemuan. Namun, foto-foto kebersamaan Anies dengan SBY dan AHY yang beredar di media sosial menunjukkan suasana hangat dan penuh senyuman.

Pertemuan ini kembali mengingatkan publik bahwa di balik dinamika politik yang sering keras, silaturahmi dan komunikasi antar tokoh tetap menjadi pondasi penting dalam menjaga stabilitas demokrasi Indonesia.

Berita Terkait

Paris dan Kalkulasi Diplomasi Prabowo, Membangun Kemitraan Strategis di Tengah Dinamika Global
Prestasi Gemilang Sulawesi, Tiga Kota Raih Penghargaan Pemda Berprestasi 2026 Berkat Penekanan Pengangguran
TNI AL Berhasil Cegah Penyelundupan 25 Kontainer Mineral Ilegal di Batam
Pesan Jokowi di Balik Dukungan Bara JP untuk Prabowo-Gibran Dua Periode
Bareskrim Pulangkan WNI Korban Penyekapan di Malaysia, Diduga Terlibat Sindikat Timah Ilegal
Prabowo Tegaskan APBN sebagai Instrumen Utama untuk Kesejahteraan dan Perlindungan Rakyat
Fondasi Sawah, Kekuatan Ekonomi Indonesia yang Sejati
KPK Dalami Peran Ajudan dalam Penerimaan Gratifikasi Bupati Pekalongan Fadia Arafiq
Berita ini 18 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 2 Juni 2026 - 11:29 WIB

Paris dan Kalkulasi Diplomasi Prabowo, Membangun Kemitraan Strategis di Tengah Dinamika Global

Sabtu, 30 Mei 2026 - 11:48 WIB

Prestasi Gemilang Sulawesi, Tiga Kota Raih Penghargaan Pemda Berprestasi 2026 Berkat Penekanan Pengangguran

Kamis, 28 Mei 2026 - 11:56 WIB

TNI AL Berhasil Cegah Penyelundupan 25 Kontainer Mineral Ilegal di Batam

Minggu, 24 Mei 2026 - 11:05 WIB

Pesan Jokowi di Balik Dukungan Bara JP untuk Prabowo-Gibran Dua Periode

Jumat, 22 Mei 2026 - 11:33 WIB

Bareskrim Pulangkan WNI Korban Penyekapan di Malaysia, Diduga Terlibat Sindikat Timah Ilegal

Berita Terbaru