Menghapus Presidential Threshold, DPD RI Dorong Calon Independen dalam Pilpres

- Jurnalis

Sabtu, 4 Januari 2025 - 21:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) untuk menghapus presidential threshold telah mengundang reaksi yang beragam di kalangan masyarakat dan politisi.

Keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) untuk menghapus presidential threshold telah mengundang reaksi yang beragam di kalangan masyarakat dan politisi.

JAKARTA, koranmetro.com – Keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) untuk menghapus presidential threshold telah mengundang reaksi yang beragam di kalangan masyarakat dan politisi. Salah satu institusi yang menyambut baik keputusan ini adalah Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI). Dengan penghapusan ini, DPD RI mendorong agar pemilihan presiden (Pilpres) mendatang dapat diikuti oleh calon independen, membuka peluang baru dalam dinamika politik Indonesia.

1. Apa itu Presidential Threshold?

Presidential threshold adalah ambang batas yang ditetapkan untuk calon presiden yang harus diraih oleh partai politik atau gabungan partai politik agar dapat mengusung calon presiden dalam pemilihan. Di Indonesia, presidential threshold sebelumnya ditetapkan sebesar 20% dari jumlah kursi di DPR atau 25% dari suara nasional pada pemilu sebelumnya. Kebijakan ini sering dianggap menghambat calon independen dan mengurangi keberagaman pilihan dalam pemilihan presiden.

2. Keputusan Mahkamah Konstitusi

Keputusan MK untuk menghapus presidential threshold disambut dengan antusiasme oleh berbagai kalangan. MK berargumen bahwa penghapusan ini sejalan dengan prinsip demokrasi yang memberikan kesempatan yang sama kepada semua warga negara untuk berpartisipasi dalam kontestasi politik, termasuk calon independen. Hal ini membuka jalan bagi individu yang memiliki potensi dan kapabilitas untuk memimpin, tanpa harus terikat pada partai politik.

Baca Juga :  KPK Siap Hadiri Sidang Praperadilan Hasto di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan

3. Dukungan DPD RI untuk Calon Independen

DPD RI, sebagai representasi daerah, menyatakan dukungannya terhadap keputusan MK dan mendorong agar calon independen diberikan kesempatan untuk berkompetisi di Pilpres mendatang. Beberapa alasan mengapa DPD RI mendukung calon independen antara lain:

  • Meningkatkan Kualitas Demokrasi: Dengan adanya calon independen, pemilih memiliki lebih banyak pilihan, yang dapat meningkatkan kualitas demokrasi dan representasi masyarakat.
  • Menampung Aspirasi Lokal: Calon independen sering kali lebih dekat dengan isu-isu lokal yang dihadapi masyarakat. Hal ini memungkinkan mereka untuk membawa suara daerah ke tingkat nasional.
  • Mendorong Partisipasi Masyarakat: Dengan lebih banyak calon yang dapat diusung, masyarakat akan lebih termotivasi untuk terlibat dalam proses pemilihan, baik sebagai pemilih maupun calon.
Baca Juga :  BMKG Mengungkap Penyebab Banjir di Bekasi, Hujan Lokal dan Kiriman dari Hulu

4. Tantangan dan Harapan

Meskipun keputusan ini memberikan peluang baru, masih ada tantangan yang harus dihadapi calon independen. Salah satu tantangan utama adalah penggalangan dukungan. Calon independen perlu mengumpulkan tanda tangan dari sejumlah pemilih sebagai syarat untuk mendaftar. Selain itu, mereka harus mampu bersaing dengan calon yang didukung oleh partai politik yang memiliki sumber daya lebih besar.Namun, harapan tetap ada. Dengan penghapusan presidential threshold, diharapkan munculnya figur-figur baru yang membawa ide-ide segar dan inovatif dalam memimpin negara. Ini adalah langkah positif menuju sistem politik yang lebih inklusif dan demokratis.

Penghapusan presidential threshold oleh MK merupakan langkah penting dalam perjalanan demokrasi Indonesia. DPD RI mengambil inisiatif untuk mendorong calon independen dalam Pilpres, memberikan harapan baru bagi peningkatan partisipasi politik dan representasi masyarakat. Dengan dukungan yang tepat, calon independen dapat menjadi alternatif yang kuat dalam kontestasi politik mendatang, membawa suara rakyat dan memperkuat sistem demokrasi di Indonesia.

Berita Terkait

Respons Cepat Pemerintah, Seskab Teddy Koordinasikan Pengiriman Bantuan ke Daerah Terdampak Banjir Sumatera
KPK Ungkap Jejak Korupsi di Balik Pembangunan 31 RSUD, Ancaman Besar pada Layanan Kesehatan Nasional
KPK dan Parade Aset Rampasan, Dari Showroom Mobil Mewah ke Tumpukan Uang Miliaran
Gen-Z, Konten 15 Detik, dan Bahaya Radikalisme di Balik Scroll Tak Berujung
Pertemuan Hangat di Istana, Prabowo Subianto dan Raja Abdullah II, Ikatan Persahabatan yang Lahir dari Latihan Militer
Transparansi Penyelidikan Ledakan SMAN 72, Kunci Mengatasi Hoaks dan Spekulasi di Era Digital
Prabowo Resmi Bentuk Komisi Reformasi Polri, Nama-nama Elite Hukum dan Mantan Kapolri Siap Percepat Perubahan
Kontroversi Ucapan Kasar Ahmad Sahroni, Dilaporkan ke MKD DPR atas Dugaan Pelanggaran Etik
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 28 November 2025 - 11:26 WIB

Respons Cepat Pemerintah, Seskab Teddy Koordinasikan Pengiriman Bantuan ke Daerah Terdampak Banjir Sumatera

Sabtu, 22 November 2025 - 11:42 WIB

KPK dan Parade Aset Rampasan, Dari Showroom Mobil Mewah ke Tumpukan Uang Miliaran

Kamis, 20 November 2025 - 11:30 WIB

Gen-Z, Konten 15 Detik, dan Bahaya Radikalisme di Balik Scroll Tak Berujung

Sabtu, 15 November 2025 - 11:34 WIB

Pertemuan Hangat di Istana, Prabowo Subianto dan Raja Abdullah II, Ikatan Persahabatan yang Lahir dari Latihan Militer

Senin, 10 November 2025 - 11:23 WIB

Transparansi Penyelidikan Ledakan SMAN 72, Kunci Mengatasi Hoaks dan Spekulasi di Era Digital

Berita Terbaru