JAKARTA, koranmetro.com – Indonesia kehilangan salah satu negarawan dan akademisi seniornya. Jenazah Prof. Dr. Juwono Sudarsono, mantan Menteri Pertahanan era Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), disemayamkan di Gedung Kementerian Pertahanan RI, Jakarta, pada Minggu (29/3/2026) pagi.
Jenazah almarhum tiba di Gedung Urip Sumoharjo, Kementerian Pertahanan, Medan Merdeka Barat, sekitar pukul 08.00 WIB. Prosesi persemayaman langsung dilakukan di Ruang Hening sebagai bentuk penghormatan terakhir dari institusi pertahanan negara. Ribuan karangan bunga ucapan duka cita telah memenuhi area tersebut, datang dari berbagai pihak termasuk pejabat negara, tokoh politik, akademisi, dan masyarakat.
Prosesi Persemayaman dan Pemakaman
Persemayaman dimulai pukul 09.00 WIB dan memberikan kesempatan kepada keluarga, rekan sejawat, serta pejabat tinggi untuk memberikan penghormatan terakhir. Upacara pelepasan jenazah dari Kementerian Pertahanan dipimpin oleh Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin sebagai inspektur upacara.
Setelah prosesi di Kemenhan, jenazah akan dimakamkan secara militer dengan upacara penuh kehormatan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan, sekitar pukul 12.00 WIB.
Profil Singkat Juwono Sudarsono
Juwono Sudarsono (5 Maret 1942 – 28 Maret 2026) dikenal sebagai Menteri Pertahanan sipil pertama di era reformasi. Ia menjabat Menhan pada periode 2004–2009 di bawah Presiden SBY, setelah sebelumnya menjabat di era Gus Dur. Almarhum juga pernah menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan serta Duta Besar Indonesia untuk Inggris.
Sebagai Guru Besar Ilmu Hubungan Internasional Universitas Indonesia, Juwono dikenal sebagai intelektual yang mendalami isu pertahanan, diplomasi, dan reformasi militer. Ia berperan penting dalam proses reformasi TNI pasca-Orde Baru, termasuk pemisahan TNI dari politik praktis.
Almarhum meninggal dunia pada Sabtu (28/3/2026) pukul 13.45 WIB di Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta Selatan, dalam usia 84 tahun setelah beberapa tahun berjuang melawan penyakit stroke.
Tanggapan dan Duka Cita
Berbagai pihak menyampaikan duka cita mendalam. Banyak yang menyebut Juwono Sudarsono sebagai “putra terbaik bangsa” yang mengabdikan diri bagi kedaulatan dan pendidikan Indonesia. Presiden, Wakil Presiden, serta sejumlah mantan presiden dan pejabat negara turut menyampaikan belasungkawa.
Kementerian Pertahanan menyatakan bahwa persemayaman di gedung kementerian merupakan bentuk penghargaan tertinggi atas jasa dan pengabdian almarhum kepada negara, khususnya di bidang pertahanan.
Semoga almarhum Prof. Juwono Sudarsono mendapat tempat yang terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan. Indonesia kehilangan seorang negarawan yang visioner.









