Pesawat Azerbaijan Airlines Jatuh di Kazakhstan, Putin Turut Berduka

- Jurnalis

Rabu, 25 Desember 2024 - 19:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sebuah pesawat yang dioperasikan oleh Azerbaijan Airlines dilaporkan jatuh di wilayah selatan Kazakhstan pada hari ini, menewaskan seluruh penumpang dan awak pesawat.

Sebuah pesawat yang dioperasikan oleh Azerbaijan Airlines dilaporkan jatuh di wilayah selatan Kazakhstan pada hari ini, menewaskan seluruh penumpang dan awak pesawat.

JAKARTA, koranmetro.com – Sebuah pesawat yang dioperasikan oleh Azerbaijan Airlines dilaporkan jatuh di wilayah selatan Kazakhstan pada hari ini, menewaskan seluruh penumpang dan awak pesawat. Insiden tragis ini menambah deretan kecelakaan udara yang mengguncang dunia penerbangan.

Pesawat yang terbang dari Baku, ibu kota Azerbaijan, menuju Almaty, Kazakhstan, mengalami kecelakaan sekitar pukul 08:30 waktu setempat, sekitar 30 menit setelah lepas landas. Menurut laporan dari pihak berwenang Kazakhstan, pesawat tersebut jatuh di daerah pegunungan yang terpencil. Tim penyelamat segera dikerahkan ke lokasi kecelakaan untuk mencari korban dan mengamankan area tersebut.

Hingga saat ini, pihak berwenang belum mengungkapkan penyebab pasti jatuhnya pesawat. Namun, beberapa sumber menyebutkan bahwa cuaca buruk dan visibilitas rendah dapat menjadi faktor yang memengaruhi kejadian ini. Investigasi lebih lanjut sedang dilakukan oleh Komite Investigasi Kazakhstan dan badan penerbangan internasional.

Baca Juga :  Menlu RI Sugiono Tegaskan Evakuasi Warga Gaza Bukan Berarti Relokasi

Presiden Rusia, Vladimir Putin, telah mengungkapkan rasa dukanya atas tragedi ini. Dalam sebuah pernyataan resmi, Putin mengatakan, “Kami menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban dan pemerintah Azerbaijan. Tragedi ini merupakan kehilangan besar, dan kami siap memberikan dukungan penuh dalam penyelidikan lebih lanjut.”

Perdana Menteri Azerbaijan, Ali Asadov, juga mengungkapkan rasa belasungkawa yang mendalam dan berjanji akan memfokuskan upaya untuk mengidentifikasi penyebab kecelakaan ini. “Kami akan memastikan bahwa penyelidikan dilakukan dengan transparan dan profesional,” katanya dalam pernyataannya.

Pihak Azerbaijan Airlines menyatakan mereka bekerja sama dengan pihak berwenang Kazakhstan dan akan memberikan informasi lebih lanjut kepada publik seiring dengan perkembangan penyelidikan. Mereka juga mengungkapkan akan memberikan dukungan kepada keluarga korban serta memastikan kompensasi bagi mereka yang terkena dampak tragedi ini.

Baca Juga :  Rusia, China, dan Iran Bakal Gelar Latihan Militer Bersama, Menguatnya Aliansi Tiga Negara

Kecelakaan ini memicu perhatian global, mengingat reputasi baik yang dimiliki oleh Azerbaijan Airlines dalam industri penerbangan internasional. Namun, insiden ini menambah panjang deretan tragedi udara yang terjadi di wilayah tersebut dalam beberapa tahun terakhir, menimbulkan kekhawatiran tentang keselamatan penerbangan di Asia Tengah.

Keluarga korban yang kehilangan orang terkasih dalam kecelakaan ini menerima ucapan belasungkawa dari berbagai negara, termasuk dari komunitas internasional yang turut berduka atas tragedi ini. Investigasi lebih lanjut akan mengungkapkan apakah ada faktor teknis atau human error yang menyebabkan pesawat tersebut jatuh.

Our proprietary Domain Rating (DR) metric is super-useful for judging the “backlink popularity” (strength) of a target.

Berita Terkait

Putri Astrid Meninggal di Usia 94 Tahun, Tak Lama Setelah Pemakaman Raja Harald V
Eskalasi Konflik Timur Tengah, Houthi Serang Arab Saudi, AS Hancurkan Tanker Minyak Iran
Ditemukan Hidup Setelah 10 Hari, Wanita Nepal Ini Hampir Dikremasi Keluarganya
AS Libatkan Pentagon dalam Pengelolaan Cadangan Minyak Venezuela
Nepal Desak Meta dan TikTok Bersihkan Konten AI Hoaks Pascabencana Banjir
Banjir Bandang Nepal–Tibet Tewaskan Ratusan, Ratusan Wisatawan Masih Hilang
Subsidi BBM Iran di Ujung Tanduk. Harga Bisa Melonjak hingga Setara Rp 11.000 per Liter
China Catat Rekor Recall Otomotif, 4,3 Juta Mobil Listrik Ditarik karena Risiko Gagang Pintu Darurat
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 11:18 WIB

Putri Astrid Meninggal di Usia 94 Tahun, Tak Lama Setelah Pemakaman Raja Harald V

Rabu, 9 September 2026 - 11:31 WIB

Eskalasi Konflik Timur Tengah, Houthi Serang Arab Saudi, AS Hancurkan Tanker Minyak Iran

Minggu, 6 September 2026 - 11:26 WIB

Ditemukan Hidup Setelah 10 Hari, Wanita Nepal Ini Hampir Dikremasi Keluarganya

Rabu, 2 September 2026 - 11:29 WIB

AS Libatkan Pentagon dalam Pengelolaan Cadangan Minyak Venezuela

Minggu, 30 Agustus 2026 - 11:25 WIB

Nepal Desak Meta dan TikTok Bersihkan Konten AI Hoaks Pascabencana Banjir

Berita Terbaru