Prabowo Subianto, Tak Ada Dendam untuk Anies, Nilai 11 Justru Bantu Raih Kemenangan Pilpres

- Jurnalis

Senin, 29 September 2025 - 12:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo Subianto kembali menunjukkan sikap dewasa dalam berpolitik saat berpidato di Musyawarah Nasional (Munas) VI Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Jakarta, Senin (29/9/2025).

Presiden Prabowo Subianto kembali menunjukkan sikap dewasa dalam berpolitik saat berpidato di Musyawarah Nasional (Munas) VI Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Jakarta, Senin (29/9/2025).

JAKARTA, koranmetro.com – Presiden Prabowo Subianto kembali menunjukkan sikap dewasa dalam berpolitik saat berpidato di Musyawarah Nasional (Munas) VI Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Jakarta, Senin (29/9/2025). Dengan nada ringan dan penuh humor, Prabowo mengungkapkan bahwa ia tidak menyimpan dendam terhadap mantan rivalnya di Pilpres 2024, Anies Baswedan, meskipun pernah diberi nilai rendah 11 dari 100 untuk kinerja Kementerian Pertahanan. Malah, menurutnya, penilaian tersebut justru menjadi “boomerang” yang menguntungkan dirinya di mata pemilih.

Dalam pidatonya, Prabowo menekankan pentingnya kedewasaan politik di tengah dinamika kontestasi yang sering kali memanas. “Politik seperti itu, politik harus rame, nggak ada masalah. Aku terus terang aja loh, saya tuh nggak dendam sama Anies, nggak,” ujarnya di hadapan para kader PKS. Ia juga mengungkit bahwa nilai 11 yang diberikan Anies justru membantunya memenangkan Pilpres 2024. “Kalau dikasih nilai 11 tuh gue gak apa-apa tuh, sebetulnya dia yang bantu aku menang karena emak-emak kasihan,” tambah Prabowo sambil disambut tawa dan tepuk tangan hadirin.

Ucapan Prabowo ini bukan kali pertama. Sejak peristiwa debat capres kedua pada 7 Januari 2024 di Istora Senayan, Jakarta, nilai 11 tersebut menjadi “meme” yang sering diungkit oleh Prabowo. Saat itu, Anies menilai kinerja Prabowo sebagai Menteri Pertahanan di bawah 5, tapi setelah ditekan Ganjar Pranowo, Anies menyebut angka 11 dari 100. Penilaian ini merujuk pada kebijakan Kemenhan yang dianggap belum optimal, seperti pemberian tunjangan prajurit TNI dan pembelian alutsista bekas.

Baca Juga :  PDIP Jelaskan Alasan Tia Rahmania & Rahmad Batal Dilantik Anggota DPR

Prabowo, yang awalnya sempat “sedih” dengan nilai tersebut, kini justru mengubahnya menjadi senjata kampanye. Pada kampanye di Semarang, Jawa Tengah, 28 Januari 2024, ia bercanda, “Belum pernah ada guru sejahat itu, edan,” sambil menyiratkan bahwa nilai rendah itu tak pantas untuk pengabdiannya seumur hidup bagi bangsa. Bahkan, di Pekanbaru pada 9 Januari 2024, ia menjawab dengan gaya Betawi khas: “Dikasih nilai sekian, emang gue pikirin? Kalau dari ente mah emang gue pikirin?”

Sikap ini kembali terulang di Kongres ke-6 Partai Amanat Nasional (PAN) pada 24 Agustus 2024. Saat itu, Prabowo menyatakan, “Sungguh, sungguh, saya enggak apa-apa diberi nilai 11, karena rakyat saya memberi nilai saya 58,58 persen.” Angka itu merujuk pada perolehan suara Pilpres 2024 yang membawanya menang telak bersama Gibran Rakabuming Raka. Prabowo juga menekankan filosofi seorang pejuang: “Seorang pejuang, seorang pendekar harus berani, tapi tidak boleh benci dan tidak boleh dendam.”

Baca Juga :  Prabowo Subianto Menjamu Erdogan di Istana Bogor, Mengajak Surya Paloh untuk Memperkuat Hubungan

Ungkapan terbaru di Munas PKS ini datang di tengah konteks Prabowo yang mengungkit sempat tak didukung PKS pada Pilpres 2024. PKS awalnya mengusung Anies, tapi kini partai tersebut telah bergabung dalam koalisi pendukung pemerintahan Prabowo. “Tapi oke, yang lewat, lewat, kita bersatu sekarang untuk bangsa dan negara,” kata Prabowo, menunjukkan komitmennya untuk rekonsiliasi nasional.

Para pengamat politik memuji sikap Prabowo ini sebagai contoh leadership yang matang. “Prabowo berhasil mengubah momen negatif menjadi narasi positif yang merangkul pemilih, terutama ibu-ibu yang merasa ‘kasihan’ padanya,” kata analis politik dari Universitas Indonesia, Andi Achdian. Hal ini juga mencerminkan transisi yang mulus pasca-Pilpres, di mana Prabowo kini fokus pada agenda pemerintahan seperti peningkatan kesejahteraan dan pertahanan negara.

Dengan gaya pidato yang khas—campuran antara humor Betawi dan pesan nasionalis—Prabowo terus membangun citra sebagai pemimpin yang tegar namun inklusif. Ucapannya di Munas PKS kemarin menjadi pengingat bahwa di politik Indonesia, rekonsiliasi lebih berharga daripada dendam lama. Seperti yang ia katakan, “Kita bersatu sekarang untuk bangsa dan negara.”

Berita Terkait

Pajak pada Produk Menstruasi, Beban Tersembunyi yang Masih Dipertanyakan
Cuaca Ekstrem Masih Mengancam, BNPB Ingatkan Warga Aceh Tetap Waspada
Badai Sempurna di Tanah Air, Ketika Banyak Krisis Saling Mengikat
Usulan Luhut soal Unsur Kerugian Negara dalam Korupsi, Begini Bunyi UU Tipikor dan Klarifikasinya
Mantan Komisi II DPR, Pasal PKPU soal Syarat Pencalonan Gibran Tidak Pernah Dibahas
Empat Petugas dan Relawan Gugur dalam Upaya Pemadaman Karhutla di Bromo, Kemenhut Tekankan Keselamatan Personel
Mengapa Karhutla Sulit Dipadamkan? Ancaman Berulang dari Lahan Gambut dan Aktivitas Manusia
Mencegah Praktik Pemerasan Aparat, Perlunya Reformasi Sistemik dan Pengawasan Ketat
Berita ini 37 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:09 WIB

Pajak pada Produk Menstruasi, Beban Tersembunyi yang Masih Dipertanyakan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 11:05 WIB

Cuaca Ekstrem Masih Mengancam, BNPB Ingatkan Warga Aceh Tetap Waspada

Minggu, 25 Oktober 2026 - 11:11 WIB

Badai Sempurna di Tanah Air, Ketika Banyak Krisis Saling Mengikat

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:17 WIB

Usulan Luhut soal Unsur Kerugian Negara dalam Korupsi, Begini Bunyi UU Tipikor dan Klarifikasinya

Senin, 19 Oktober 2026 - 11:16 WIB

Mantan Komisi II DPR, Pasal PKPU soal Syarat Pencalonan Gibran Tidak Pernah Dibahas

Berita Terbaru

Pebalap Gresini Racing, Alex Marquez, berhasil merebut pole position pada sesi kualifikasi MotoGP Malaysia 2026 di Sirkuit Sepang,

OTOMOTIF

Alex Marquez Raih Pole Position di MotoGP Malaysia 2026

Sabtu, 31 Okt 2026 - 11:12 WIB

Pernahkah Anda merasa tiba-tiba kewalahan, sulit berpikir jernih,

LIFE STYLE & ENTERTAINMENT

Memahami Window of Tolerance, Kunci Mengelola Perasaan Kewalahan

Jumat, 30 Okt 2026 - 11:14 WIB

Inter Milan berhasil meraih kemenangan penting di pekan kesembilan Serie A 2026/2027. Bertandang ke markas Venezia pada 28 Oktober 2026,

Liga Italia

Inter Milan Menang Dramatis atas Venezia Berkat Dua Gol Bunuh Diri

Kamis, 29 Okt 2026 - 11:19 WIB