Prabowo Umumkan Kenaikan Harga Gabah Menjadi Rp6.500 per Kg dan Jagung Rp5.500 per Kg

- Jurnalis

Senin, 30 Desember 2024 - 21:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dengan harga baru ini, diharapkan petani akan lebih termotivasi untuk berproduksi, yang pada gilirannya dapat membantu stabilitas pasokan pangan di Indonesia

Dengan harga baru ini, diharapkan petani akan lebih termotivasi untuk berproduksi, yang pada gilirannya dapat membantu stabilitas pasokan pangan di Indonesia

JAKARTA, koranmetro.com – Presiden Prabowo Subianto baru-baru ini mengumumkan kenaikan harga acuan untuk gabah dan jagung. Harga gabah kering panen (GKP) ditetapkan menjadi Rp6.500 per kilogram, sedangkan harga jagung pipilan kering ditetapkan sebesar Rp5.500 per kilogram.

Tujuan Kenaikan Harga

Kenaikan harga ini bertujuan untuk memberikan insentif kepada petani, sehingga mereka mendapatkan imbalan yang lebih baik atas hasil pertanian mereka. Prabowo menyatakan bahwa langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan petani dan mendorong mereka untuk meningkatkan produksi.

Baca Juga :  Besok, Prabowo Siapkan Peluncuran Danantara untuk Kelola 7 BUMN Beraset Jumbo Senilai Rp 14.670 Triliun

Dampak terhadap Sektor Pertanian

Dengan harga baru ini, diharapkan petani akan lebih termotivasi untuk berproduksi, yang pada gilirannya dapat membantu stabilitas pasokan pangan di Indonesia. Kenaikan harga ini juga diharapkan dapat membantu menstabilkan pendapatan petani yang sering kali tertekan oleh fluktuasi harga di pasar.Kebijakan ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk mendukung sektor pertanian dan memastikan bahwa petani mendapatkan harga yang adil untuk produk mereka.

Berita Terkait

Respons Komdigi atas Pembatasan Konten Magdalene, Tindak Lanjut Aduan Masyarakat, Bukan Sensor
Duka Pahlawan Perdamaian, Indonesia Kecam Keras Serangan di Lebanon dan Desak PBB Ambil Tindakan Nyata
Dari Vonis Bebas hingga Dugaan Intimidasi, Komisi III DPR Bedah Polemik Kasus Videografer Amsal Sitepu
Duka Mendalam dari Lebanon, Gugurnya Tiga Prajurit TNI dan Seruan Indonesia untuk Rapat Darurat Dewan Keamanan PBB
Sejarah Megalodon, Hiu Raksasa Purba yang Pernah Menguasai Lautan Purba, dan Jejaknya di Museum Megalodon
Nadiem Makarim Jalani Operasi Keempat di Tengah Hari Raya, Tetap Hadir dalam Sidang Kasus Dugaan Korupsi Chromebook
Penghormatan Terakhir untuk Juwono Sudarsono, Jenazah Mantan Menhan Disemayamkan di Kementerian Pertahanan
Transparansi TNI Diuji, Kasus Penyiraman Air Keras Andrie Yunus dan Tuntutan Akuntabilitas Publik
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 8 April 2026 - 11:09 WIB

Respons Komdigi atas Pembatasan Konten Magdalene, Tindak Lanjut Aduan Masyarakat, Bukan Sensor

Jumat, 3 April 2026 - 11:25 WIB

Dari Vonis Bebas hingga Dugaan Intimidasi, Komisi III DPR Bedah Polemik Kasus Videografer Amsal Sitepu

Rabu, 1 April 2026 - 11:10 WIB

Duka Mendalam dari Lebanon, Gugurnya Tiga Prajurit TNI dan Seruan Indonesia untuk Rapat Darurat Dewan Keamanan PBB

Senin, 30 Maret 2026 - 14:07 WIB

Sejarah Megalodon, Hiu Raksasa Purba yang Pernah Menguasai Lautan Purba, dan Jejaknya di Museum Megalodon

Senin, 30 Maret 2026 - 11:14 WIB

Nadiem Makarim Jalani Operasi Keempat di Tengah Hari Raya, Tetap Hadir dalam Sidang Kasus Dugaan Korupsi Chromebook

Berita Terbaru