Nadiem Makarim Jalani Operasi Keempat di Tengah Hari Raya, Tetap Hadir dalam Sidang Kasus Dugaan Korupsi Chromebook

- Jurnalis

Senin, 30 Maret 2026 - 11:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim kembali menjalani operasi medis.

Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim kembali menjalani operasi medis.

JAKARTA, koranmetro.com – Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim kembali menjalani operasi medis untuk keempat kalinya. Operasi ini terjadi di tengah suasana Lebaran 2026, sementara ia masih harus menghadapi proses hukum dalam kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook di Kemendikbudristek periode 2019–2022.

Menurut informasi yang beredar, Nadiem menjalani operasi lanjutan terkait masalah kesehatan yang telah berulang, termasuk reinfeksi luka pasca-operasi sebelumnya. Kondisi kesehatannya sempat menyebabkan beberapa kali penundaan sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta.

Kronologi Kesehatan dan Proses Hukum

Nadiem Makarim telah beberapa kali menjalani operasi sejak akhir 2025. Operasi keempat ini dilakukan di tengah hari raya Idulfitri, ketika banyak orang sedang merayakan bersama keluarga. Meski demikian, ia disebut tetap berkomitmen menghadapi proses hukum yang sedang berjalan.

Kasus ini bermula dari dugaan korupsi pengadaan laptop berbasis Chromebook dan Chrome Device Management (CDM) untuk program digitalisasi pendidikan. Jaksa Penuntut Umum mendakwa proyek tersebut merugikan negara hingga Rp 2,1 triliun. Nadiem, yang menjabat Mendikbudristek saat itu, ditetapkan sebagai tersangka dan kemudian menjadi terdakwa.

Baca Juga :  Fufufafa Menghadapi Era Baru, Audiensi 30 Tokoh Bersama DPD

Dalam persidangan, Nadiem sempat hadir sebagai saksi mahkota untuk beberapa terdakwa lain, seperti Mulyatsyah, Sri Wahyuningsih, dan Ibrahim Arief. Ia juga memberikan keterangan terkait inisiatif proyek dan pembelaan terhadap tuduhan pemaksaan penggunaan produk tertentu.

Beberapa sidang sempat ditunda karena kondisi kesehatan Nadiem yang belum pulih sepenuhnya pasca-operasi. Majelis hakim pernah menolak keberatan yang diajukan pihaknya, dan proses pemeriksaan saksi serta bukti terus berlanjut.

Respons dan Pernyataan

Nadiem Makarim sebelumnya menyatakan siap menghadapi seluruh proses hukum. Ia juga meminta doa dan dukungan dari masyarakat, termasuk guru dan komunitas ojol yang pernah mendukungnya saat memimpin Gojek. Dalam beberapa kesempatan, ia menekankan bahwa proyek Chromebook bertujuan untuk mempercepat digitalisasi pendidikan di Indonesia, meski kemudian menuai kontroversi terkait harga dan efektivitas perangkat.

Baca Juga :  Kapal Isap Timah Tenggelam di Perairan Pulau Lalang, Tanjung Batu Kundur, 16 Orang Jadi Korban

Kejaksaan Agung (Kejagung) terus melanjutkan penanganan kasus ini dengan menghadirkan berbagai saksi dan bukti, termasuk kaitan dengan perusahaan terkait seperti PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (AKAB) dan investasi Google.

Dampak dan Perkembangan Terkini

Kasus ini menjadi salah satu perkara korupsi besar di sektor pendidikan yang mendapat perhatian publik. Selain isu kerugian negara, sidang juga membahas penurunan harga Chromebook di pasaran serta kondisi perangkat yang masih digunakan oleh jutaan siswa dan guru.

Hingga akhir Maret 2026, proses sidang masih berlangsung. Kondisi kesehatan Nadiem yang memerlukan operasi berulang menjadi perhatian tersendiri, terutama karena bertepatan dengan momen Lebaran.

Semoga Nadiem Makarim segera pulih sepenuhnya dan proses hukum berjalan dengan adil serta transparan demi kebenaran dan kepentingan publik.

Berita Terkait

Pertemuan Menhan RI dan China di Jakarta, Sjafrie Sambut Dong Jun, Perkuat Kerja Sama Pertahanan
DPR Desak Percepatan Pemulihan Sekolah Terdampak Gempa Flores
Gempa M 7,7 Guncang Flores, BNPB Pastikan 1 Orang Meninggal dan 4 Luka-luka
Menhan Sjafrie dan Pejabat Tinggi AS Bahas Penguatan Kemitraan Pertahanan
TNI Habema Lakukan Pengamanan di Intan Jaya Imbas Aktivitas Kelompok Bersenjata
Polemik Makalah MBG untuk Nobel, Istana dan Kemendikti Tegaskan Bukan Inisiatif Pemerintah
Ketergantungan Fiskal Daerah, Antara Realitas Transfer Pusat dan Tuntutan Kemandirian
BGN Tutup Permanen 833 Dapur Program MBG karena Langgar Standar Higienitas
Berita ini 51 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 11:13 WIB

Pertemuan Menhan RI dan China di Jakarta, Sjafrie Sambut Dong Jun, Perkuat Kerja Sama Pertahanan

Selasa, 18 Agustus 2026 - 10:54 WIB

DPR Desak Percepatan Pemulihan Sekolah Terdampak Gempa Flores

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 10:55 WIB

Gempa M 7,7 Guncang Flores, BNPB Pastikan 1 Orang Meninggal dan 4 Luka-luka

Rabu, 12 Agustus 2026 - 11:02 WIB

Menhan Sjafrie dan Pejabat Tinggi AS Bahas Penguatan Kemitraan Pertahanan

Senin, 10 Agustus 2026 - 10:58 WIB

TNI Habema Lakukan Pengamanan di Intan Jaya Imbas Aktivitas Kelompok Bersenjata

Berita Terbaru

Mantan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno dikenal gemar menjelajahi kuliner lokal maupun internasional.

LIFE STYLE & ENTERTAINMENT

5 Tempat Makan Favorit Sandiaga Uno, Dari Jakarta Selatan hingga Puncak Bogor

Kamis, 20 Agu 2026 - 11:20 WIB