Duka Mendalam dari Lebanon, Gugurnya Tiga Prajurit TNI dan Seruan Indonesia untuk Rapat Darurat Dewan Keamanan PBB

- Jurnalis

Rabu, 1 April 2026 - 11:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Indonesia kembali berduka atas gugurnya tiga prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang bertugas sebagai pasukan penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Lebanon Selatan.

Indonesia kembali berduka atas gugurnya tiga prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang bertugas sebagai pasukan penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Lebanon Selatan.

JAKARTA, koranmetro.com – Indonesia kembali berduka atas gugurnya tiga prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang bertugas sebagai pasukan penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Lebanon Selatan. Insiden tragis yang terjadi dalam waktu dua hari berturut-turut ini memicu kecaman keras dari pemerintah Indonesia dan desakan agar Dewan Keamanan PBB segera menggelar pertemuan darurat.

Ketiga prajurit tersebut adalah Praka Farizal Romadhon yang gugur pada Minggu (29 Maret 2026), disusul Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwan yang tewas pada Senin (30 Maret 2026). Mereka tergabung dalam Satuan Tugas Kontingen Garuda (Konga) di bawah misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).

Insiden pertama terjadi ketika sebuah proyektil meledak di dekat pos kontingen Indonesia di sekitar Adchit Al Qusayr. Sehari kemudian, dua prajurit lainnya gugur akibat ledakan yang menghantam konvoi logistik di wilayah Bani Hayyan. Beberapa prajurit lain juga dilaporkan mengalami luka-luka, salah satunya dalam kondisi kritis.

Respons Pemerintah Indonesia

Pemerintah Indonesia menyampaikan duka cita mendalam. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyatakan bela sungkawa atas nama Presiden, sementara Menteri Luar Negeri Sugiono mengecam keras serangan tersebut.

Menlu Sugiono secara tegas mendesak pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB serta penyelidikan yang cepat, menyeluruh, dan transparan. “Dalam konteks ini, kami menyerukan pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB, serta penyelidikan yang cepat, menyeluruh, dan transparan,” ujarnya.

Baca Juga :  Banjir Bandang Melanda Sukabumi, Rumah Terendam dan Mobil Hanyut Terbawa Arus

Indonesia menekankan bahwa serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian PBB merupakan pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional. Pemerintah juga menyerukan agar seluruh pihak yang bertikai di Lebanon Selatan menghormati keselamatan personel UNIFIL dan menghentikan eskalasi konflik.

Dukungan dari Masyarakat Sipil dan ICWA

Berbagai kalangan masyarakat sipil Indonesia turut menyampaikan dukungan penuh terhadap sikap tegas pemerintah. ICWA (Indonesia Civil Society atau lembaga masyarakat sipil terkait) secara terbuka mendukung upaya pemerintah untuk mendesak Dewan Keamanan PBB segera menggelar pertemuan darurat. Dukungan ini mencerminkan keprihatinan luas atas keselamatan pasukan perdamaian Indonesia yang telah lama berkontribusi dalam misi kemanusiaan internasional.

Pakar hukum internasional dan anggota DPR RI dari Komisi I juga menyoroti pentingnya evaluasi terhadap penempatan pasukan TNI di zona konflik, sekaligus menuntut investigasi independen untuk memastikan penyebab pasti insiden ini — apakah akibat tembakan tidak langsung, serangan artileri, atau eskalasi antara Israel dan Hizbullah.

Perserikatan Bangsa-Bangsa sendiri telah mengutuk keras serangan tersebut. Wakil Sekretaris Jenderal PBB untuk Operasi Perdamaian, Jean-Pierre Lacroix, menyatakan bahwa serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian adalah tindakan yang tidak dapat diterima dan mengancam stabilitas kawasan.

Baca Juga :  Anies Baswedan Bertemu SBY dan AHY, Salah Paham Sudah Dibereskan, Hubungan Tetap Baik

Militer Israel (IDF) mengklaim sedang melakukan penyelidikan internal terkait dua insiden tersebut, sementara UNIFIL terus melakukan investigasi lapangan.

Kontribusi Indonesia dalam Misi Perdamaian

Indonesia merupakan salah satu kontributor utama pasukan penjaga perdamaian PBB. Kontingen Garuda telah bertugas di Lebanon sejak lama sebagai bentuk komitmen Indonesia terhadap perdamaian dunia. Namun, insiden ini menjadi pengingat betapa berbahayanya tugas tersebut di tengah konflik yang berkepanjangan antara Israel dan kelompok Hizbullah di Lebanon Selatan.

Gugurnya tiga pahlawan bangsa di tanah Lebanon meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, TNI, dan seluruh rakyat Indonesia. Di balik kesedihan ini, sikap tegas pemerintah yang didukung masyarakat sipil — termasuk ICWA — menunjukkan komitmen Indonesia untuk melindungi warganya dan menegakkan prinsip hukum internasional.

Desakan rapat darurat Dewan Keamanan PBB diharapkan dapat membawa kejelasan, pertanggungjawaban, dan langkah konkret untuk mencegah korban serupa di masa depan. Semoga ketiga prajurit TNI yang gugur mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan.

Berita Terkait

Laut Indonesia Lebih Vital dari Selat Hormuz, Prabowo Ingatkan Strategi Maritim Nasional
WFH Setiap Jumat Wajib Diterapkan, Wamendagri Tegaskan Instruksi Keras kepada Gubernur Kalsel
Respons Komdigi atas Pembatasan Konten Magdalene, Tindak Lanjut Aduan Masyarakat, Bukan Sensor
Duka Pahlawan Perdamaian, Indonesia Kecam Keras Serangan di Lebanon dan Desak PBB Ambil Tindakan Nyata
Dari Vonis Bebas hingga Dugaan Intimidasi, Komisi III DPR Bedah Polemik Kasus Videografer Amsal Sitepu
Sejarah Megalodon, Hiu Raksasa Purba yang Pernah Menguasai Lautan Purba, dan Jejaknya di Museum Megalodon
Nadiem Makarim Jalani Operasi Keempat di Tengah Hari Raya, Tetap Hadir dalam Sidang Kasus Dugaan Korupsi Chromebook
Penghormatan Terakhir untuk Juwono Sudarsono, Jenazah Mantan Menhan Disemayamkan di Kementerian Pertahanan
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 12 April 2026 - 11:25 WIB

Laut Indonesia Lebih Vital dari Selat Hormuz, Prabowo Ingatkan Strategi Maritim Nasional

Rabu, 8 April 2026 - 11:09 WIB

Respons Komdigi atas Pembatasan Konten Magdalene, Tindak Lanjut Aduan Masyarakat, Bukan Sensor

Senin, 6 April 2026 - 11:52 WIB

Duka Pahlawan Perdamaian, Indonesia Kecam Keras Serangan di Lebanon dan Desak PBB Ambil Tindakan Nyata

Jumat, 3 April 2026 - 11:25 WIB

Dari Vonis Bebas hingga Dugaan Intimidasi, Komisi III DPR Bedah Polemik Kasus Videografer Amsal Sitepu

Rabu, 1 April 2026 - 11:10 WIB

Duka Mendalam dari Lebanon, Gugurnya Tiga Prajurit TNI dan Seruan Indonesia untuk Rapat Darurat Dewan Keamanan PBB

Berita Terbaru

Di antara beragam jenis batik yang ada di Indonesia, Batik Peranakan menempati posisi yang sangat istimewa.

LIFE STYLE & ENTERTAINMENT

Batik Peranakan, Keindahan Perpaduan Harmonis Budaya Tionghoa dan Jawa

Minggu, 12 Apr 2026 - 11:40 WIB