Samsung Luncurkan Exynos 2600, Prosesor Smartphone 2nm Pertama di Dunia

- Jurnalis

Selasa, 23 Desember 2025 - 11:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Samsung Electronics baru saja mengumumkan Exynos 2600 pada Desember 2025, menjadikannya prosesor smartphone pertama di dunia yang dibuat dengan teknologi 2nm Gate-All-Around (GAA).

Samsung Electronics baru saja mengumumkan Exynos 2600 pada Desember 2025, menjadikannya prosesor smartphone pertama di dunia yang dibuat dengan teknologi 2nm Gate-All-Around (GAA).

JAKARTA, koranmetro.com – Samsung Electronics baru saja mengumumkan Exynos 2600 pada Desember 2025, menjadikannya prosesor smartphone pertama di dunia yang dibuat dengan teknologi 2nm Gate-All-Around (GAA). Chip ini dirancang untuk flagship mendatang, kemungkinan besar Galaxy S26 series yang dijadwalkan rilis awal 2026, dan menjanjikan peningkatan signifikan di bidang performa, efisiensi daya, AI on-device, serta gaming.

Exynos 2600, chip 2nm pertama Samsung dengan arsitektur GAA canggih.

Teknologi 2nm GAA: Keunggulan Utama

Exynos 2600 diproduksi menggunakan proses 2nm GAA milik Samsung Foundry, yang lebih maju dibandingkan 3nm pada Exynos 2500. Teknologi GAA memberikan kontrol transistor lebih baik, menghasilkan:

  • Efisiensi daya hingga 25-30% lebih baik.
  • Performa lebih tinggi dengan transistor lebih padat.
  • Pengelolaan panas superior berkat Heat Path Block (HPB) dengan material High-k EMC, menurunkan resistansi termal hingga 16%.
Baca Juga :  Oppo A6 Max Hadir dengan Desain Tipis dan Baterai Jumbo 7.000 mAh

Ini membuat Exynos 2600 ideal untuk tugas berat tanpa throttling cepat, mengatasi kritik pada Exynos sebelumnya.

Diagram proses 2nm GAA vs generasi sebelumnya.

Spesifikasi dan Peningkatan Performa

Exynos 2600 mengusung konfigurasi deca-core (10 inti) berbasis Arm v9.3:

  • 1x C1-Ultra core (3.8 GHz).
  • 3x C1-Pro core (3.25 GHz).
  • 6x C1-Pro core (2.75 GHz) — tanpa inti efisiensi rendah untuk performa sustained lebih baik.

Peningkatan vs Exynos 2500:

  • CPU: Hingga 39% lebih cepat.
  • GPU Xclipse 960 (berbasis AMD RDNA 3): 2x compute power, 50% lebih baik di ray tracing, plus ENSS (Exynos Neural Super Sampling) untuk upscaling AI seperti DLSS.
  • NPU: 113% lebih kuat untuk generative AI on-device.
  • ISP: Dukung kamera hingga 320MP, video 8K@30fps atau 4K@120fps, konsumsi daya 50% lebih rendah.
Baca Juga :  Imigran TikTok Berbagi Pengalaman Lucu di RedNote yang Kena Sensor China

Chip ini juga support LPDDR5X RAM, UFS 4.1 storage, dan fitur keamanan post-quantum cryptography.

Benchmark awal menunjukkan Exynos 2600 unggul di multi-core dan gaming.

Aplikasi di Galaxy S26 dan Masa Depan

Exynos 2600 diprediksi dipakai di Galaxy S26/S26+ (mungkin S26 Ultra di pasar tertentu seperti Korea dan Eropa), sementara model US/China/Japan pakai Snapdragon. Ini jadi comeback Exynos setelah absen di Galaxy S25 series.

Samsung mengklaim chip ini siap mass production, menjadikannya pemimpin sementara sebelum kompetitor seperti TSMC (untuk Apple) rilis 2nm pada 2026.

Exynos 2600 bukan hanya milestone teknologi, tapi bukti Samsung kembali kompetitif di segmen premium. Dengan fokus pada AI, gaming sustained, dan efisiensi, chip ini bisa jadi kunci sukses Galaxy S26. Tunggu pengujian real-world awal 2026!

Berita Terkait

ChatGPT Health, Asisten AI Baru dari OpenAI untuk Manajemen Kesehatan Pribadi
Pebble Round 2, Kembalinya Smartwatch Tipis dengan Baterai Monster 14 Hari
Gelombang Ransomware Berbasis AI, Ancaman Kejahatan Siber Terbesar di 2025
Robot Humanoid Elon Musk dan Zuckerberg, Penjualan Meroket dengan Harga Fantastis Miliaran Rupiah
Penurunan Harga iPhone Air di Indonesia, Momentum Tepat untuk Upgrade?
Rahasia Produk Apple 2026, Dari iPhone Murah hingga Perangkat Lipat yang Revolusioner
HMD Dub Series, Earbuds TWS Budget dengan Fitur Premium yang Menggiurkan
Bocoran Desain iPhone Lipat, Layar Dalam Landscape yang Revolusioner
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 8 Januari 2026 - 13:06 WIB

ChatGPT Health, Asisten AI Baru dari OpenAI untuk Manajemen Kesehatan Pribadi

Senin, 5 Januari 2026 - 11:37 WIB

Pebble Round 2, Kembalinya Smartwatch Tipis dengan Baterai Monster 14 Hari

Jumat, 2 Januari 2026 - 11:07 WIB

Gelombang Ransomware Berbasis AI, Ancaman Kejahatan Siber Terbesar di 2025

Rabu, 31 Desember 2025 - 14:40 WIB

Robot Humanoid Elon Musk dan Zuckerberg, Penjualan Meroket dengan Harga Fantastis Miliaran Rupiah

Senin, 29 Desember 2025 - 11:20 WIB

Penurunan Harga iPhone Air di Indonesia, Momentum Tepat untuk Upgrade?

Berita Terbaru