Ironi Penegak Hukum, Polisi Terlibat Narkoba, Gaya Hidup Mewah Jadi Biang Kerok Utama

- Jurnalis

Jumat, 13 Maret 2026 - 11:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Di tengah upaya keras pemerintah dan Polri memberantas peredaran narkotika yang kian masif di Indonesia, muncul ironis tragis,

Di tengah upaya keras pemerintah dan Polri memberantas peredaran narkotika yang kian masif di Indonesia, muncul ironis tragis,

JAKARTA, koranmetro.com – Di tengah upaya keras pemerintah dan Polri memberantas peredaran narkotika yang kian masif di Indonesia, muncul ironis tragis: justru anggota kepolisian yang seharusnya menjadi garda terdepan pemberantasan malah terseret ke dalam pusaran kasus narkoba. Fenomena ini bukan hal baru, tapi trennya semakin mengkhawatirkan sepanjang 2025–2026. Data dari berbagai sumber menunjukkan puluhan hingga ratusan anggota Polri terlibat, mulai dari bintara hingga perwira tinggi seperti AKBP dan bahkan mantan Kapolda.

Pada awal 2026 saja, sudah ada deretan kasus mencolok. Misalnya, AKBP Didik Putra Kuncoro (mantan Kapolres Bima Kota) dipecat tidak dengan hormat (PTDH) karena dugaan penyalahgunaan dan keterlibatan narkoba, termasuk menerima aliran dana dari jaringan. Kasus serupa menimpa AKP Arifan Efendi (Kasat Narkoba Polres Toraja Utara) dan AKP Malaungi (mantan Kasat Reskrim Polres Bima), yang ditahan karena diduga melindungi atau terlibat langsung dalam peredaran sabu. Bahkan, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sempat menyatakan kegeraman atas maraknya kasus ini, hingga memerintahkan tes urine serentak di seluruh jajaran Polri.

Menurut catatan Institute for Criminal Justice Reform (ICJR) dan KontraS, dalam tiga tahun terakhir (hingga 2026), setidaknya 106 aparat Polri terlibat peredaran gelap narkotika, melibatkan sekitar 178 anggota dari berbagai tingkatan. Kasus-kasus ini sering melibatkan perwira yang bertugas di satuan reserse narkoba—ironisnya, posisi yang seharusnya paling dekat dengan informasi dan penindakan narkoba justru menjadi celah rawan.

Baca Juga :  Irjen Imam Sugianto Resmi Ditunjuk Kapolri Jadi Astamaops

Gaya Hidup Hedon: Akar Masalah yang Paling Sering Disebut

Para pengamat dan lembaga pengawas seperti Indonesia Police Watch (IPW) menilai gaya hidup hedon sebagai salah satu akar masalah utama. Ketua IPW Sugeng Teguh Santoso menyatakan bahwa keinginan menumpuk kekayaan instan, ditambah gaya hidup mewah (mobil mewah, barang branded, liburan eksklusif), mendorong oknum polisi tergoda oleh bisnis narkoba yang menggiurkan. Uang dari “proteksi” bandar atau bahkan ikut berdagang bisa mencapai miliaran rupiah—godaan yang sulit ditolak bagi yang lemah iman dan pengawasan internal.

Mahfud MD pernah menyebut fenomena ini bukan hal baru, tapi berulang karena keserakahan, gaya hidup hedon, dan lemahnya pengawasan. Pendekatan represif semata (seperti “war on drugs”) dinilai gagal jika tidak diimbangi reformasi internal: penguatan integritas, rotasi jabatan strategis, audit kekayaan, serta pencegahan korupsi sistemik.

Baca Juga :  Wamen PPPA Veronica Tan Miliki Harta Senilai Rp 24 Miliar, Termasuk 2 Mobil Listrik

Dampak yang Lebih Luas bagi Masyarakat dan Institusi

Keterlibatan polisi dalam narkoba bukan hanya mencoreng nama baik Korps Bhayangkara, tapi juga merusak kepercayaan publik terhadap penegak hukum. Saat aparat yang seharusnya melindungi malah menjadi bagian dari masalah, peredaran narkoba semakin sulit dibasmi. Di 2025, Polri mengungkap puluhan ribu kasus narkoba dengan penyitaan barang bukti triliunan rupiah, tapi ironisnya, sebagian “oknum” di internal justru memperpanjang rantai distribusi.

Solusi yang diusulkan berbagai pihak termasuk:

  • Tes urine dan psikotes rutin bagi anggota satuan narkoba.
  • Reformasi pengawasan internal (Propam lebih tegas).
  • Pendidikan integritas dan manajemen gaya hidup sejak awal karier.
  • Transparansi laporan harta kekayaan (LHKPN) yang diaudit ketat.

Kasus polisi terlibat narkoba adalah pengingat pahit: perang melawan narkoba tidak akan menang jika “musuh” ada di dalam barisan sendiri. Reformasi mendalam di tubuh Polri menjadi keharusan agar semboyan “Melindungi dan Mengayomi” tidak lagi menjadi slogan kosong. Hingga saat ini, masyarakat masih menanti langkah konkret agar citra institusi penegak hukum bisa pulih kembali.

Berita Terkait

Fondasi Sawah, Kekuatan Ekonomi Indonesia yang Sejati
KPK Dalami Peran Ajudan dalam Penerimaan Gratifikasi Bupati Pekalongan Fadia Arafiq
WNI Alumni Kamboja Jadi Tersangka di Balik Sindikat Judol Internasional Hayam Wuruk
Penggerebekan Markas Judi Online Internasional di Jakarta, Mayoritas Korban Berasal dari Luar Negeri
Andi Gani Nena Wea, Tolak Framing Negatif yang Melemahkan Suara Buruh Indonesia
Larangan Live Streaming Anggota Polri Saat Bertugas, Profesionalisme atau Pembatasan Transparansi?
TNI Kirim Dua Personel ke Kamboja untuk Misi Pemantauan ASEAN, Wujud Komitmen Perdamaian Regional
Said Iqbal Sampaikan 11 Tuntutan Buruh ke Presiden Prabowo di May Day 2026, Pensiun Bebas Pajak Jadi Sorotan
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 18 Mei 2026 - 11:22 WIB

Fondasi Sawah, Kekuatan Ekonomi Indonesia yang Sejati

Rabu, 13 Mei 2026 - 11:31 WIB

KPK Dalami Peran Ajudan dalam Penerimaan Gratifikasi Bupati Pekalongan Fadia Arafiq

Senin, 11 Mei 2026 - 11:07 WIB

WNI Alumni Kamboja Jadi Tersangka di Balik Sindikat Judol Internasional Hayam Wuruk

Minggu, 10 Mei 2026 - 11:20 WIB

Penggerebekan Markas Judi Online Internasional di Jakarta, Mayoritas Korban Berasal dari Luar Negeri

Kamis, 7 Mei 2026 - 11:27 WIB

Andi Gani Nena Wea, Tolak Framing Negatif yang Melemahkan Suara Buruh Indonesia

Berita Terbaru

Pemilik kulit dengan warm undertone (nuansa dasar kuning, golden, atau peach) biasanya terlihat cerah dan sehat saat mengenakan warna-warna hangat.

LIFE STYLE & ENTERTAINMENT

4 Warna Outfit yang Bikin Pemilik Kulit Warm Undertone Makin Radiant

Selasa, 19 Mei 2026 - 11:27 WIB

Ekonomi Indonesia bukan dibangun di gedung-gedung tinggi Wall Street atau hiruk-pikuk pasar saham, melainkan di hamparan sawah hijau,

NASIONAL

Fondasi Sawah, Kekuatan Ekonomi Indonesia yang Sejati

Senin, 18 Mei 2026 - 11:22 WIB