Eskalasi Konflik AS-Iran, Pentagon Kerahkan Ribuan Marinir dan Kapal Serbu ke Timur Tengah

- Jurnalis

Sabtu, 14 Maret 2026 - 12:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Di tengah perang yang telah berlangsung hampir dua minggu antara Amerika Serikat (bersama Israel) melawan Iran,

Di tengah perang yang telah berlangsung hampir dua minggu antara Amerika Serikat (bersama Israel) melawan Iran,

koranmetro.com – Di tengah perang yang telah berlangsung hampir dua minggu antara Amerika Serikat (bersama Israel) melawan Iran, Pentagon mengumumkan pengerahan kekuatan tambahan signifikan ke kawasan Timur Tengah. Pada Jumat, 13 Maret 2026, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menyetujui permintaan dari U.S. Central Command (CENTCOM) untuk mengirim elemen Amphibious Ready Group (ARG) beserta Marine Expeditionary Unit (MEU), termasuk sekitar 2.500–5.000 Marinir dan kapal serbu amfibi USS Tripoli yang berbasis di Jepang.

Pengerahan ini menjadi berita utama global, memicu spekulasi apakah AS sedang mempersiapkan operasi darat skala besar ke wilayah Iran, terutama setelah serangan udara intensif yang menargetkan fasilitas militer dan infrastruktur Iran.

Latar Belakang Konflik Saat Ini

Perang dimulai pada akhir Februari 2026 setelah serangan gabungan AS-Israel terhadap target di Iran, yang dipicu oleh eskalasi ketegangan seputar program nuklir, protes internal Iran, dan serangan Iran terhadap kapal tanker di Selat Hormuz. Operasi bernama Operation Epic Fury ini telah melibatkan ribuan serangan udara, menghancurkan puluhan target militer Iran, termasuk basis angkatan laut, sistem pertahanan udara, dan instalasi di pulau Kharg (pusat ekspor minyak Iran).

Baca Juga :  Hamas dan Israel Lanjut Bertukar Sandera dan Tahanan Hari Ini

Iran merespons dengan memblokade lalu lintas di Selat Hormuz—jalur vital bagi 20% pasokan minyak dunia—menyebabkan lonjakan harga minyak global lebih dari 40%. Serangan Iran juga menargetkan infrastruktur energi di negara Teluk dan sekutu AS, meski belum ada invasi darat langsung.

Detail Pengerahan Marinir

  • Unit yang Dikerahkan: Elemen dari 31st Marine Expeditionary Unit (MEU) yang biasanya terdiri dari 2.200–2.500 Marinir, ditambah kapal serbu amfibi USS Tripoli (mampu membawa jet F-35 dan kendaraan amfibi).
  • Waktu Tiba: USS Tripoli yang saat ini di Pasifik (dekat Taiwan) diperkirakan tiba dalam 1–2 minggu.
  • Kapasitas: MEU ini dirancang untuk operasi amfibi cepat, termasuk pendaratan darat, evakuasi, dan dukungan darat jika diperlukan. Beberapa sumber menyebut potensi hingga 5.000 personel jika ARG lengkap dikerahkan.
  • Tujuan Resmi: Menambah opsi militer bagi CENTCOM, mendukung operasi yang sedang berlangsung, dan merespons ancaman Iran terhadap lalu lintas maritim. Pejabat AS menekankan bahwa ini bukan indikasi invasi darat langsung akan segera terjadi, melainkan untuk “fleksibilitas” jika situasi memburuk.
Baca Juga :  Trump Tawarkan 2 Juta PNS AS Pensiun Dini, Dapat Pesangon 8 Kali Gaji

Apakah Ini Persiapan Serangan Darat ke Iran?

Spekulasi tinggi muncul karena Marinir AS secara historis menjadi ujung tombak operasi darat (seperti di Irak 2003). Beberapa media seperti The Wall Street Journal dan Axios melaporkan bahwa pengerahan ini memberikan kemampuan ground operations jika diperintahkan oleh Presiden Donald Trump.

Namun, pejabat Pentagon dan sumber anonim menegaskan:

  • Fokus utama tetap serangan udara dan naval untuk menetralkan ancaman rudal, angkatan laut, dan infrastruktur militer Iran.
  • Tidak ada tanda invasi darat iminen; ini lebih sebagai “postur pencegahan” dan dukungan bagi pasukan yang sudah ada.
  • Trump sendiri menyatakan serangan ke Kharg Island hanya menargetkan situs militer, bukan infrastruktur minyak, demi “alasan kemanusiaan”.

Harga minyak melonjak tajam, dan dunia menunggu apakah eskalasi ini akan berujung negosiasi atau perang darat yang lebih luas—sesuatu yang bisa mengubah dinamika Timur Tengah secara permanen.

Berita Terkait

Ditekan AS karena Warga Israel Dilarang Masuk Malaysia, Anwar Ibrahim Ogah Tunduk
Fans Argentina Ngamuk Usai Kalah di Final Piala Dunia, Bentrok dengan Polisi
Skuad Argentina Ketahuan Membelakangi Pesta Juara Spanyol di Final Piala Dunia 2026
Hasil Perancis Vs Inggris 4-6, Drama 10 Gol Warnai Kemenangan Dramatis Tiga Singa
Argentina Kalahkan Inggris 2-1, Gol-Gol Akhir Drama Bawa Albiceleste ke Final
Spanyol Sukses ‘Matikan’ Mbappé Cs, Prancis Hanya Cetak 2 Tembakan Tepat Sasaran, Analisis Dominasi La Roja
Iran Tegaskan Dominasi di Selat Hormuz, Serangan terhadap Jalur Logistik Militer AS Memanaskan Ketegangan Regional
Bellingham Cetak Rekor Baru, Jadi Pahlawan Inggris di Panggung Internasional
Berita ini 72 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 11:32 WIB

Ditekan AS karena Warga Israel Dilarang Masuk Malaysia, Anwar Ibrahim Ogah Tunduk

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:39 WIB

Fans Argentina Ngamuk Usai Kalah di Final Piala Dunia, Bentrok dengan Polisi

Senin, 20 Juli 2026 - 11:13 WIB

Skuad Argentina Ketahuan Membelakangi Pesta Juara Spanyol di Final Piala Dunia 2026

Minggu, 19 Juli 2026 - 11:30 WIB

Hasil Perancis Vs Inggris 4-6, Drama 10 Gol Warnai Kemenangan Dramatis Tiga Singa

Kamis, 16 Juli 2026 - 11:39 WIB

Argentina Kalahkan Inggris 2-1, Gol-Gol Akhir Drama Bawa Albiceleste ke Final

Berita Terbaru

Wuling kembali menarik perhatian pecinta otomotif tanah air dengan kehadiran Aira EV.

OTOMOTIF

Ini Bocoran Harga Wuling Aira EV, di Bawah Rp 200 Juta?

Minggu, 26 Jul 2026 - 11:42 WIB

Kasus kepemilikan emas seberat 74 kilogram masih menjadi teka-teki yang menarik perhatian publik.

NASIONAL

Teka-Teki Kepemilikan Emas 74 Kilogram, Siapa Pemilik Sahnya?

Minggu, 26 Jul 2026 - 11:07 WIB

Bagi pecinta kopi, pemilihan pemanis sangat memengaruhi cita rasa minuman. Tiga jenis gula tradisional yang sering dibandingkan adalah gula kelapa,

LIFE STYLE & ENTERTAINMENT

Gula Kelapa, Gula Merah, atau Gula Aren, Mana yang Enak untuk Kopi?

Sabtu, 25 Jul 2026 - 11:38 WIB