Seperempat Abad Demokrat, Antara Dukungan kepada Pemerintah dan Komitmen pada Rakyat

- Jurnalis

Kamis, 10 September 2026 - 11:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Partai Demokrat genap berusia 25 tahun. Di tengah perayaan tersebut, muncul pertanyaan yang cukup mengemuka:

Partai Demokrat genap berusia 25 tahun. Di tengah perayaan tersebut, muncul pertanyaan yang cukup mengemuka:

JAKARTA, koranmetro.com – Partai Demokrat genap berusia 25 tahun. Di tengah perayaan tersebut, muncul pertanyaan yang cukup mengemuka: apakah partai ini akan terus menjaga loyalitas penuh kepada pemerintahan, atau justru mulai membangun posisi yang lebih mandiri menuju kontestasi politik ke depan?

Posisi Demokrat saat Ini

Partai yang didirikan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kini menjadi bagian dari pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), yang juga menjabat di kabinet, menegaskan komitmen partainya untuk mendukung keberhasilan pemerintahan.

Dalam pidato pada puncak perayaan HUT ke-25 di Jakarta, AHY menyatakan bahwa Presiden Prabowo dapat mengandalkan Demokrat. Ia menekankan bahwa partainya akan bekerja dengan loyalitas, menjalankan amanah, dan memberikan dukungan penuh agar pemerintahan berjalan sukses.

Loyalitas yang Tidak Bertentangan dengan Suara Rakyat

Menariknya, AHY juga menegaskan bahwa dukungan kepada pemerintah tidak berarti menutup telinga dari aspirasi masyarakat. Menurutnya, tidak ada pertentangan antara loyal kepada pemerintahan dan setia kepada rakyat.

Baca Juga :  Dua Pesonel Drum Band Tewas, Akibat Terlindas Bus di Sukabumi

Ia menilai, justru karena ingin pemerintahan berhasil, Demokrat harus terus mendengar keluhan publik dan ikut mencari jalan keluar atas berbagai persoalan. Sikap ini disebutnya sebagai bentuk politik yang bertanggung jawab.

Pesan tersebut muncul di tengah catatan bahwa Demokrat pernah berkuasa selama dua periode, pernah berada di luar pemerintahan, dan kini kembali menjadi bagian dari koalisi. Pengalaman tersebut dianggap sebagai proses pendewasaan partai.

Tiga Agenda yang Diusung

Dalam momentum 25 tahun, Demokrat kembali menegaskan tiga agenda perjuangan utama:

  1. Memajukan ekonomi
  2. Menegakkan keadilan
  3. Menjaga demokrasi

AHY mengingatkan bahwa kekuasaan bersifat sementara dan merupakan amanah yang memiliki batas waktu. Karena itu, tujuan politik seharusnya diarahkan pada masa depan rakyat, bukan sekadar mempertahankan posisi.

Membaca Arah ke Depan

Pernyataan AHY membuka ruang interpretasi. Di satu sisi, Demokrat menegaskan posisinya sebagai bagian dari pemerintahan. Di sisi lain, penekanan pada pentingnya mendengar rakyat dan menjaga ruang kritik menunjukkan bahwa partai ini tidak ingin sepenuhnya kehilangan jarak kritis.

Baca Juga :  Pihak Berwajib Amankan 18 Anggota Polisi Terkait Dugaan Pemerasan DWP

Sejumlah pengamat melihat sikap ini sebagai semacam “loyalitas berjarak”—tetap mendukung pemerintahan, tetapi menjaga ruang untuk menyampaikan masukan dan mempertahankan relevansi di mata pemilih.

Dengan Pemilu 2029 yang semakin mendekat, kinerja kader Demokrat di pemerintahan serta kemampuan partai menjaga kepercayaan publik akan menjadi penentu. Apakah dukungan kepada pemerintah akan memperkuat elektabilitas, atau justru menuntut partai menemukan diferensiasi yang lebih jelas, masih akan diuji oleh waktu.

Di usia 25 tahun, Partai Demokrat berada di persimpangan yang halus: menegaskan loyalitas kepada pemerintahan yang sedang berjalan, sambil tetap berusaha menjaga kedekatan dengan aspirasi rakyat. Pidato AHY mencerminkan upaya menyeimbangkan keduanya.

Ke depan, tantangan Demokrat bukan hanya menjaga posisi di dalam pemerintahan, tetapi juga memastikan bahwa dukungan tersebut tetap relevan dengan kepentingan publik. Dalam politik, loyalitas dan kemandirian sering kali berjalan beriringan—dan bagaimana Demokrat mengelola keduanya akan menentukan arah partai di tahun-tahun mendatang.

Berita Terkait

Mencegah Praktik Pemerasan Aparat, Perlunya Reformasi Sistemik dan Pengawasan Ketat
Istana Padat Aktivitas di Awal Oktober, Perombakan Kabinet dan Pelantikan Wantimpres
KPK Dalami Peran Aspri Ridwan Kamil dalam Dugaan Aliran Dana Kasus Iklan Bank BJB
Mendagri Tito Bahas Pembangunan 2.200 Rumah di Papua Pegunungan dan Program Gentengisasi
Gibran Minta Evaluasi Menyeluruh Usai Ratusan Warga Batang Diduga Keracunan MBG
Status Manajer Kopdes Merah Putih Dipertanyakan, Agrinas Tegaskan Sebagai Pegawai BUMN
Ketika Mantan Jampidsus Singgung “Data Abadi” di Gedung Bundar
Malaysia Kirim Pesawat dan Helikopter Bantu Indonesia Atasi Karhutla di Kalimantan
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 11:22 WIB

Mencegah Praktik Pemerasan Aparat, Perlunya Reformasi Sistemik dan Pengawasan Ketat

Senin, 5 Oktober 2026 - 11:13 WIB

Istana Padat Aktivitas di Awal Oktober, Perombakan Kabinet dan Pelantikan Wantimpres

Jumat, 2 Oktober 2026 - 11:12 WIB

KPK Dalami Peran Aspri Ridwan Kamil dalam Dugaan Aliran Dana Kasus Iklan Bank BJB

Rabu, 30 September 2026 - 11:22 WIB

Mendagri Tito Bahas Pembangunan 2.200 Rumah di Papua Pegunungan dan Program Gentengisasi

Senin, 28 September 2026 - 11:04 WIB

Gibran Minta Evaluasi Menyeluruh Usai Ratusan Warga Batang Diduga Keracunan MBG

Berita Terbaru

LIFE STYLE & ENTERTAINMENT

Tiga Zodiak yang Bakal Merasa Lebih Ringan dan Bahagia di Tanggal 10 Oktober 2026

Sabtu, 10 Okt 2026 - 11:09 WIB