Makan Pedas Bukan Sekadar Kenikmatan, Ini Dampaknya bagi Tubuh

- Jurnalis

Kamis, 13 Agustus 2026 - 11:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bagi banyak orang, makanan pedas adalah sumber kepuasan tersendiri. Sensasi panas di lidah sering kali membuat hidangan terasa lebih hidup.

Bagi banyak orang, makanan pedas adalah sumber kepuasan tersendiri. Sensasi panas di lidah sering kali membuat hidangan terasa lebih hidup.

JAKARTA, koranmetro.com  – Bagi banyak orang, makanan pedas adalah sumber kepuasan tersendiri. Sensasi panas di lidah sering kali membuat hidangan terasa lebih hidup. Namun di balik rasanya yang menggoda, konsumsi cabai dan makanan pedas juga dikaitkan dengan sejumlah manfaat kesehatan—asalkan tidak berlebihan.

Capsaicin, Senyawa di Balik Rasa Pedas

Rasa pedas pada cabai berasal dari senyawa aktif bernama capsaicin. Zat ini tidak hanya memberikan sensasi panas, tetapi juga memicu berbagai respons fisiologis di tubuh, mulai dari metabolisme hingga sistem saraf. Banyak penelitian awal mengaitkan capsaicin dengan efek positif terhadap kesehatan, meski hasilnya bisa berbeda antarindividu.

Manfaat yang Sering Dikaitkan dengan Makan Pedas

1. Membantu Metabolisme Capsaicin dapat sedikit meningkatkan pembakaran kalori melalui efek termogenik. Tubuh mengeluarkan lebih banyak energi untuk “menenangkan” sensasi panas, sehingga metabolisme berjalan sedikit lebih cepat. Efeknya tidak drastis, tetapi bisa menjadi pendukung kecil dalam pola hidup sehat.

2. Menjaga Kesehatan Jantung Beberapa studi mengamati hubungan antara konsumsi makanan pedas secara rutin dengan risiko lebih rendah terhadap masalah kardiovaskular. Capsaicin diyakini membantu memperbaiki sirkulasi dan mendukung kadar kolesterol yang lebih baik, meski gaya hidup secara keseluruhan tetap faktor utama.

Baca Juga :  Daftar 7 Bandara Paling Buruk di Dunia, Ternyata Ada yang dari Indonesia

3. Mendukung Pengendalian Nafsu Makan Sensasi pedas dapat memberikan rasa kenyang lebih cepat bagi sebagian orang. Akibatnya, porsi makan cenderung lebih terkendali. Efek ini bersifat individual dan tidak selalu terjadi pada semua orang.

4. Memiliki Sifat Anti-inflamasi Capsaicin dikenal memiliki potensi anti-inflamasi. Dalam jumlah wajar, senyawa ini dapat membantu meredakan peradangan tingkat rendah di tubuh. Karena itu, cabai sering dikaitkan dengan dukungan terhadap kesehatan secara umum.

5. Melancarkan Pencernaan (bagi yang toleran) Bagi orang yang terbiasa, makanan pedas dapat merangsang produksi getah pencernaan dan membantu proses makan berjalan lebih optimal. Namun, bagi yang sensitif, efeknya justru bisa sebaliknya.

6. Meningkatkan Mood Saat terkena rasa pedas, tubuh melepaskan endorfin sebagai respons terhadap “rasa sakit” ringan di mulut. Hal ini bisa menimbulkan perasaan lega atau senang setelah makan pedas, mirip dengan efek “runner’s high” dalam skala kecil.

Baca Juga :  Kim Soo-hyun Viral Lagi karena Keinginannya Menikahi Gadis 21 Tahun

Batasan dan Risiko yang Perlu Diwaspadai

Meski memiliki potensi manfaat, makan pedas tidak selalu cocok untuk semua orang. Konsumsi berlebihan dapat memicu:

  • Nyeri lambung atau asam lambung naik
  • Iritasi saluran cerna
  • Rasa tidak nyaman pada penderita maag, IBS, atau wasir
  • Gangguan tidur jika dikonsumsi terlalu malam

Orang dengan riwayat masalah pencernaan sebaiknya membatasi atau menyesuaikan tingkat kepedasan.

Tips Menikmati Makanan Pedas dengan Lebih Bijak

  • Mulai dari tingkat pedas yang masih nyaman
  • Seimbangkan dengan sayur, protein, dan karbohidrat
  • Hindari makan pedas saat perut kosong jika mudah nyeri
  • Perhatikan respons tubuh setelah makan
  • Jangan memaksakan diri hanya karena tren atau tantangan

Kesimpulan

Makanan pedas bisa menjadi bagian dari pola makan yang menyenangkan sekaligus berpotensi mendukung kesehatan, berkat kandungan capsaicin di dalamnya. Manfaatnya mencakup dukungan metabolisme, suasana hati, hingga efek anti-inflamasi ringan.

Berita Terkait

Dari Santapan Kuli Bangunan ke Meja Semua Kalangan, Perjalanan Warteg Menjadi Ikon Kuliner Rakyat
Tren Fiber Maxxing, Apakah Lebih Banyak Serat Selalu Lebih Baik?
Mengenalkan Pengelolaan Uang pada Anak, Panduan Bertahap dari Usia Dini hingga Remaja
30 Juli, Jejak Panjang Hari Persahabatan Internasional dari Paraguay hingga PBB
Gula Kelapa, Gula Merah, atau Gula Aren, Mana yang Enak untuk Kopi?
Kulit Sawo Matang Cocok Pakai Baju Warna Apa? 15 Pilihan Terbaik yang Bikin Tampil Glowing
Sabrina Chairunnisa Tampil Natural di Yonsei Summer School, Elegan dan Percaya Diri
Panduan Optimal, Kapan Waktu Terbaik Mengonsumsi Suplemen Agar Manfaat Maksimal
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 13 Agustus 2026 - 11:04 WIB

Makan Pedas Bukan Sekadar Kenikmatan, Ini Dampaknya bagi Tubuh

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 10:53 WIB

Tren Fiber Maxxing, Apakah Lebih Banyak Serat Selalu Lebih Baik?

Rabu, 5 Agustus 2026 - 11:05 WIB

Mengenalkan Pengelolaan Uang pada Anak, Panduan Bertahap dari Usia Dini hingga Remaja

Kamis, 30 Juli 2026 - 11:05 WIB

30 Juli, Jejak Panjang Hari Persahabatan Internasional dari Paraguay hingga PBB

Sabtu, 25 Juli 2026 - 11:38 WIB

Gula Kelapa, Gula Merah, atau Gula Aren, Mana yang Enak untuk Kopi?

Berita Terbaru

Bagi banyak orang, makanan pedas adalah sumber kepuasan tersendiri. Sensasi panas di lidah sering kali membuat hidangan terasa lebih hidup.

LIFE STYLE & ENTERTAINMENT

Makan Pedas Bukan Sekadar Kenikmatan, Ini Dampaknya bagi Tubuh

Kamis, 13 Agu 2026 - 11:04 WIB

Presiden Amerika Serikat Donald Trump dikonfirmasi secara diam-diam berpindah pesawat saat meninggalkan Turki pada 8 Juli 2026,

INTERNASIONAL

Operasi Rahasia Trump Ganti Pesawat di Turki Picu Kontroversi di AS

Kamis, 13 Agu 2026 - 10:56 WIB