Jet Tempur Thailand Hancurkan Sindikat Judi Online di Perbatasan Kamboja

- Jurnalis

Jumat, 12 Desember 2025 - 11:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

12 Desember 2025 – Dalam operasi militer terbesar tahun ini, Angkatan Udara Kerajaan Thailand (RTAF) melancarkan serangan udara besar-besaran terhadap kompleks perjudian online di wilayah perbatasan Kamboja,

12 Desember 2025 – Dalam operasi militer terbesar tahun ini, Angkatan Udara Kerajaan Thailand (RTAF) melancarkan serangan udara besar-besaran terhadap kompleks perjudian online di wilayah perbatasan Kamboja,

koranmetro.com – 12 Desember 2025 – Dalam operasi militer terbesar tahun ini, Angkatan Udara Kerajaan Thailand (RTAF) melancarkan serangan udara besar-besaran terhadap kompleks perjudian online di wilayah perbatasan Kamboja, tepatnya di kawasan Poipet dan sekitar Sisophon. Operasi yang diberi nama sandi “Operation Thunderbolt” ini berhasil menghancurkan puluhan fasilitas judi ilegal yang selama ini menjadi sarang penipuan online dan perdagangan manusia.

Menurut pernyataan resmi Kementerian Pertahanan Thailand, serangan dilakukan menggunakan jet tempur F-16 Fighting Falcon dan Gripen JAS 39 yang dilengkapi bom berpemandu presisi. Target utama adalah gedung-gedung tinggi yang digunakan sebagai pusat call center scam, kasino ilegal, dan tempat penahanan ribuan pekerja migran asing yang dipaksa bekerja sebagai scammer.

“Operasi ini bukan hanya untuk menghentikan perjudian online, tetapi juga untuk menyelamatkan ribuan korban perdagangan manusia yang dikurung dan disiksa di kompleks tersebut,” ujar Juru Bicara Kementerian Pertahanan Thailand, Letjen Somsak Rungsita.

Baca Juga :  Botswana Mencatatkan Sejarah Dengan Temukan Berlian Terbesar Kedua di Dunia, Beratnya 2.492 Karat

Dalam serangan yang berlangsung selama kurang lebih 45 menit pada pagi hari ini, jet-jet tempur Thailand berhasil menghancurkan 12 gedung utama, termasuk gedung “Golden Dragon” dan “Dragon City” yang selama ini menjadi ikon perjudian ilegal di Poipet. Tidak ada laporan korban jiwa di pihak sipil karena operasi dilakukan dengan koordinasi ketat bersama intelijen Kamboja untuk memastikan warga sipil sudah dievakuasi terlebih dahulu.

Pemerintah Kamboja, melalui Perdana Menteri Hun Manet, menyatakan dukungan penuh terhadap operasi ini. “Kami menyambut baik tindakan tegas Thailand untuk memberantas sindikat kriminal lintas batas yang merugikan rakyat kedua negara,” kata Hun Manet dalam konferensi pers singkat.

Operasi ini merupakan puncak dari ketegangan yang meningkat sejak pertengahan 2025, ketika Thailand melaporkan kerugian ekonomi hingga miliaran baht akibat penipuan online yang berbasis di Kamboja. Selain itu, ribuan warga Thailand dan negara tetangga menjadi korban penipuan “pig butchering” serta perdagangan manusia.

Baca Juga :  Filipina-AS Latihan Perang Besar-besaran di Laut China Selatan

Menurut data dari Kementerian Luar Negeri Thailand, setidaknya 2.000 warga negara asing telah berhasil diselamatkan dari kompleks-kompleks judi di perbatasan sejak operasi dimulai. Thailand juga mengumumkan akan membentuk satuan tugas khusus bersama Kamboja untuk memastikan tidak ada lagi sindikat serupa yang muncul kembali.

Operasi “Thunderbolt” ini menjadi bukti bahwa pemerintah Thailand tidak akan tinggal diam terhadap ancaman keamanan dan kedaulatan ekonomi dari aktivitas ilegal di wilayah perbatasan. Banyak warganet Thailand di media sosial menyambut baik tindakan tegas ini, dengan tagar #ThailandStrikesBack menjadi trending di X (Twitter).

Dengan serangan udara hari ini, Thailand berharap dapat mengakhiri babak kelam perjudian online di perbatasan dan membawa kembali stabilitas serta keamanan bagi rakyat kedua negara.

Berita Terkait

Hamas Sepakat Serahkan Senjata Berat di Gaza, Sementara Warga AS Nilai Perang Iran Tak Sebanding
Gempa M 7,1 Guncang Kumamoto, Ledakan di Aeon Mall Picu Kepanikan, Sejumlah Orang Terjebak
Ditekan AS karena Warga Israel Dilarang Masuk Malaysia, Anwar Ibrahim Ogah Tunduk
Fans Argentina Ngamuk Usai Kalah di Final Piala Dunia, Bentrok dengan Polisi
Skuad Argentina Ketahuan Membelakangi Pesta Juara Spanyol di Final Piala Dunia 2026
Hasil Perancis Vs Inggris 4-6, Drama 10 Gol Warnai Kemenangan Dramatis Tiga Singa
Argentina Kalahkan Inggris 2-1, Gol-Gol Akhir Drama Bawa Albiceleste ke Final
Spanyol Sukses ‘Matikan’ Mbappé Cs, Prancis Hanya Cetak 2 Tembakan Tepat Sasaran, Analisis Dominasi La Roja
Berita ini 136 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 11:43 WIB

Hamas Sepakat Serahkan Senjata Berat di Gaza, Sementara Warga AS Nilai Perang Iran Tak Sebanding

Rabu, 29 Juli 2026 - 11:14 WIB

Gempa M 7,1 Guncang Kumamoto, Ledakan di Aeon Mall Picu Kepanikan, Sejumlah Orang Terjebak

Jumat, 24 Juli 2026 - 11:32 WIB

Ditekan AS karena Warga Israel Dilarang Masuk Malaysia, Anwar Ibrahim Ogah Tunduk

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:39 WIB

Fans Argentina Ngamuk Usai Kalah di Final Piala Dunia, Bentrok dengan Polisi

Senin, 20 Juli 2026 - 11:13 WIB

Skuad Argentina Ketahuan Membelakangi Pesta Juara Spanyol di Final Piala Dunia 2026

Berita Terbaru