JAKARTA, koranmetro.com – Malam puncak Pemilihan Puteri Indonesia 2026 yang digelar di Jakarta International Convention Center (JICC) pada Jumat (24 April 2026) hingga dini hari Sabtu menjadi saksi kejayaan seorang putri dari Banten. Agnes Aditya Rahajeng resmi dinobatkan sebagai Puteri Indonesia 2026, menggantikan Firsta Yufi Amarta Putri yang memegang gelar tahun sebelumnya.
Agnes, yang sering disapa Ajeng, berhasil mengungguli 44 finalis lainnya dari berbagai provinsi di Indonesia. Ia keluar sebagai juara utama setelah melalui rangkaian penilaian ketat yang meliputi penampilan, wawancara, dan advokasi sosial. Posisi runner-up 1 diraih oleh Victoria Titisari Kosasieputri dari Bali yang sekaligus menyandang gelar Puteri Lingkungan Indonesia 2026. Sementara itu, Karina Maudy Widodo (DKI Jakarta 3) meraih peringkat ketiga dan Gisela Belicia Alma Thesalonica (DKI Jakarta 2) di urutan keempat.
Sebagai Puteri Indonesia 2026, Agnes berhak mengenakan Mahkota Borobudur Merah yang ikonik. Ia akan mewakili Indonesia di ajang Miss Supranational 2026. Selain itu, ia juga mendapatkan berbagai penghargaan bergengsi, termasuk “Kostum Terbaik” berkat busana “The Goddess of Maheswari Kulon” karya Welly Winald dan Pratama Anwar. Busana tersebut terinspirasi dari keindahan alam Ujung Kulon dan menjadi bentuk penghormatan terhadap badak bercula satu sebagai spesies endemik Indonesia.
Latar Belakang dan Keluarga
Agnes Aditya Rahajeng bukanlah nama baru di dunia kecantikan. Ia merupakan adik dari Maria Rahajeng, pemenang Miss World Indonesia 2014. Keluarganya memang memiliki latar belakang kuat di industri fashion dan kontes kecantikan. Meski demikian, Agnes berhasil menunjukkan identitasnya sendiri melalui kecerdasan, kepribadian yang anggun, serta komitmen sosial yang kuat.
Sebelum mengikuti Puteri Indonesia, Agnes aktif di berbagai kegiatan kreatif dan sosial. Ia dikenal sebagai sosok yang peduli terhadap pemberdayaan perempuan dan lingkungan.
Advokasi yang Diusung
Salah satu kekuatan Agnes selama kompetisi adalah platform advokasinya yang bertajuk “Rahajeng Closet: From Excess to Empowerment”. Program ini berfokus pada penjualan pakaian bekas layak pakai ( preloved) dengan hasil penjualan yang didonasikan untuk pendidikan dan pemberdayaan perempuan. Melalui inisiatif ini, Agnes ingin mengajak masyarakat lebih bijak dalam mengonsumsi fashion sekaligus memberikan dampak positif bagi sesama.
Momen Haru dan Dukungan Keluarga
Momen paling menyentuh terjadi saat Agnes didampingi keluarganya, termasuk orang tua, saat memasuki babak final. Dukungan dari keluarga besar ini menjadi penyemangat utama baginya. Dalam sesi wawancara, Agnes sempat menyatakan bahwa waktu bersama orang tua jauh lebih berharga daripada segala pencapaian materi.
“Saya belajar bahwa kecantikan sejati datang dari hati dan kontribusi kita bagi masyarakat,” ujar Agnes setelah dinobatkan.
Sebagai Puteri Indonesia 2026, Agnes akan menjalankan tugas utamanya untuk mempromosikan budaya dan pariwisata Indonesia, serta aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan lingkungan. Keberhasilannya juga menjadi catatan sejarah karena ia adalah wakil Banten pertama yang berhasil menyandang gelar tertinggi di ajang Puteri Indonesia.









