Agnes Aditya Rahajeng dari Banten Raih Mahkota Puteri Indonesia 2026

- Jurnalis

Minggu, 26 April 2026 - 11:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Malam puncak Pemilihan Puteri Indonesia 2026 yang digelar di Jakarta International Convention Center (JICC) pada Jumat (24 April 2026).

Malam puncak Pemilihan Puteri Indonesia 2026 yang digelar di Jakarta International Convention Center (JICC) pada Jumat (24 April 2026).

JAKARTA, koranmetro.com – Malam puncak Pemilihan Puteri Indonesia 2026 yang digelar di Jakarta International Convention Center (JICC) pada Jumat (24 April 2026) hingga dini hari Sabtu menjadi saksi kejayaan seorang putri dari Banten. Agnes Aditya Rahajeng resmi dinobatkan sebagai Puteri Indonesia 2026, menggantikan Firsta Yufi Amarta Putri yang memegang gelar tahun sebelumnya.

Agnes, yang sering disapa Ajeng, berhasil mengungguli 44 finalis lainnya dari berbagai provinsi di Indonesia. Ia keluar sebagai juara utama setelah melalui rangkaian penilaian ketat yang meliputi penampilan, wawancara, dan advokasi sosial. Posisi runner-up 1 diraih oleh Victoria Titisari Kosasieputri dari Bali yang sekaligus menyandang gelar Puteri Lingkungan Indonesia 2026. Sementara itu, Karina Maudy Widodo (DKI Jakarta 3) meraih peringkat ketiga dan Gisela Belicia Alma Thesalonica (DKI Jakarta 2) di urutan keempat.

Sebagai Puteri Indonesia 2026, Agnes berhak mengenakan Mahkota Borobudur Merah yang ikonik. Ia akan mewakili Indonesia di ajang Miss Supranational 2026. Selain itu, ia juga mendapatkan berbagai penghargaan bergengsi, termasuk “Kostum Terbaik” berkat busana “The Goddess of Maheswari Kulon” karya Welly Winald dan Pratama Anwar. Busana tersebut terinspirasi dari keindahan alam Ujung Kulon dan menjadi bentuk penghormatan terhadap badak bercula satu sebagai spesies endemik Indonesia.

Baca Juga :  Tumpukan Sampah di Tempat Pembuangan Ilegal Mirip Air Terjun

Latar Belakang dan Keluarga

Agnes Aditya Rahajeng bukanlah nama baru di dunia kecantikan. Ia merupakan adik dari Maria Rahajeng, pemenang Miss World Indonesia 2014. Keluarganya memang memiliki latar belakang kuat di industri fashion dan kontes kecantikan. Meski demikian, Agnes berhasil menunjukkan identitasnya sendiri melalui kecerdasan, kepribadian yang anggun, serta komitmen sosial yang kuat.

Sebelum mengikuti Puteri Indonesia, Agnes aktif di berbagai kegiatan kreatif dan sosial. Ia dikenal sebagai sosok yang peduli terhadap pemberdayaan perempuan dan lingkungan.

Advokasi yang Diusung

Salah satu kekuatan Agnes selama kompetisi adalah platform advokasinya yang bertajuk “Rahajeng Closet: From Excess to Empowerment”. Program ini berfokus pada penjualan pakaian bekas layak pakai ( preloved) dengan hasil penjualan yang didonasikan untuk pendidikan dan pemberdayaan perempuan. Melalui inisiatif ini, Agnes ingin mengajak masyarakat lebih bijak dalam mengonsumsi fashion sekaligus memberikan dampak positif bagi sesama.

Baca Juga :  Karya Film Pendek Indonesia Raih Crystal Bear di Berlinale 2025

Momen Haru dan Dukungan Keluarga

Momen paling menyentuh terjadi saat Agnes didampingi keluarganya, termasuk orang tua, saat memasuki babak final. Dukungan dari keluarga besar ini menjadi penyemangat utama baginya. Dalam sesi wawancara, Agnes sempat menyatakan bahwa waktu bersama orang tua jauh lebih berharga daripada segala pencapaian materi.

“Saya belajar bahwa kecantikan sejati datang dari hati dan kontribusi kita bagi masyarakat,” ujar Agnes setelah dinobatkan.

Sebagai Puteri Indonesia 2026, Agnes akan menjalankan tugas utamanya untuk mempromosikan budaya dan pariwisata Indonesia, serta aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan lingkungan. Keberhasilannya juga menjadi catatan sejarah karena ia adalah wakil Banten pertama yang berhasil menyandang gelar tertinggi di ajang Puteri Indonesia.

Berita Terkait

5 Tempat Makan Favorit Sandiaga Uno, Dari Jakarta Selatan hingga Puncak Bogor
Mengapa Kacamata Wajib Dibawa saat Mendaki, Bukan Hanya Soal Gaya
Makan Pedas Bukan Sekadar Kenikmatan, Ini Dampaknya bagi Tubuh
Dari Santapan Kuli Bangunan ke Meja Semua Kalangan, Perjalanan Warteg Menjadi Ikon Kuliner Rakyat
Tren Fiber Maxxing, Apakah Lebih Banyak Serat Selalu Lebih Baik?
Mengenalkan Pengelolaan Uang pada Anak, Panduan Bertahap dari Usia Dini hingga Remaja
30 Juli, Jejak Panjang Hari Persahabatan Internasional dari Paraguay hingga PBB
Gula Kelapa, Gula Merah, atau Gula Aren, Mana yang Enak untuk Kopi?
Berita ini 44 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 20 Agustus 2026 - 11:20 WIB

5 Tempat Makan Favorit Sandiaga Uno, Dari Jakarta Selatan hingga Puncak Bogor

Senin, 17 Agustus 2026 - 11:08 WIB

Mengapa Kacamata Wajib Dibawa saat Mendaki, Bukan Hanya Soal Gaya

Kamis, 13 Agustus 2026 - 11:04 WIB

Makan Pedas Bukan Sekadar Kenikmatan, Ini Dampaknya bagi Tubuh

Selasa, 11 Agustus 2026 - 10:58 WIB

Dari Santapan Kuli Bangunan ke Meja Semua Kalangan, Perjalanan Warteg Menjadi Ikon Kuliner Rakyat

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 10:53 WIB

Tren Fiber Maxxing, Apakah Lebih Banyak Serat Selalu Lebih Baik?

Berita Terbaru