WNI Alumni Kamboja Jadi Tersangka di Balik Sindikat Judol Internasional Hayam Wuruk

- Jurnalis

Senin, 11 Mei 2026 - 11:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Polri mengungkap fakta menarik di balik penggerebekan markas judi online (judol) internasional di kawasan Hayam Wuruk,

Polri mengungkap fakta menarik di balik penggerebekan markas judi online (judol) internasional di kawasan Hayam Wuruk,

JAKARTA, koranmetro.com – Polri mengungkap fakta menarik di balik penggerebekan markas judi online (judol) internasional di kawasan Hayam Wuruk, Jakarta Barat. Satu orang warga negara Indonesia (WNI) yang ditangkap ternyata memiliki pengalaman kerja di Kamboja sebelum bergabung dengan sindikat tersebut di Indonesia.

Penggerebekan yang dilakukan Bareskrim Polri bersama Polda Metro Jaya pada 9 Mei 2026 ini berhasil mengamankan total 321 orang, yang mayoritas adalah warga negara asing (WNA). Dari jumlah tersebut, satu orang di antaranya adalah WNI asal Jakarta.

Profil WNI yang Terlibat

Menurut Brigjen Pol. Wira Satya Triputra, Dirtipidum Bareskrim Polri, WNI tersebut diketahui pernah bekerja di Kamboja. Ia kemudian kembali ke Indonesia dan bergabung kembali dengan jaringan judi online serupa.

“Yang bersangkutan adalah mantan atau pernah bekerja di Kamboja. Jadi datang ke sini (Jakarta) dan juga bekerja di sini lagi,” ungkap Brigjen Wira Satya Triputra dalam konferensi pers.

Polisi menduga WNI ini berperan sebagai customer service atau operator dalam sindikat tersebut. Saat ini, ia masih menjalani pemeriksaan intensif di Bareskrim Polri, sementara 320 WNA dititipkan ke pihak Imigrasi untuk proses lebih lanjut.

Baca Juga :  Wamen PPPA Veronica Tan Miliki Harta Senilai Rp 24 Miliar, Termasuk 2 Mobil Listrik

Jaringan Internasional yang Berpindah Basis

Kasus ini semakin menarik karena mengindikasikan adanya perpindahan basis operasi judi online dari Kamboja ke Indonesia. Banyak operator yang sebelumnya aktif di Kamboja, Myanmar, dan Laos kini beralih ke Indonesia setelah penertiban ketat di negara-negara tersebut.

Mayoritas pelaku yang ditangkap berasal dari Vietnam (228 orang), diikuti China (57 orang), serta negara lainnya seperti Myanmar, Laos, Thailand, Malaysia, dan Kamboja. Sindikat ini mengoperasikan setidaknya 75 domain dan website judi online yang aktif selama kurang lebih dua bulan di Indonesia.

Baca Juga :  Pertukaran MoU RI-UEA, Prabowo dan Presiden MBZ Menyaksikan Kerjasama Strategis

Barang Bukti dan Dampak

Dari lokasi penggerebekan di Hayam Wuruk Plaza Tower, polisi menyita:

  • Uang tunai Rp1,9 miliar
  • Valuta asing berbagai negara
  • Puluhan laptop, komputer, dan perangkat komunikasi
  • Paspor milik para tersangka

Polri menegaskan bahwa jaringan ini murni bergerak di bidang perjudian daring lintas negara. Mayoritas korbannya berasal dari luar negeri, meski operasinya menggunakan wilayah Indonesia sebagai basis.

Kasus ini menjadi bukti nyata bahwa Indonesia sedang dijadikan target perpindahan sindikat judi online internasional. Bareskrim Polri menyatakan akan terus mendalami aliran dana, peran WNI lainnya yang mungkin terlibat, serta pihak-pihak yang menjadi backing atau sponsor.

Penggerebekan ini diharapkan memberikan efek jera sekaligus memutus rantai jaringan judi online yang semakin masif. Polri juga mengimbau masyarakat untuk tidak terlibat dalam aktivitas judi online, baik sebagai pelaku maupun pemain, karena ancaman pidana yang berat.

Berita Terkait

Mencegah Praktik Pemerasan Aparat, Perlunya Reformasi Sistemik dan Pengawasan Ketat
Istana Padat Aktivitas di Awal Oktober, Perombakan Kabinet dan Pelantikan Wantimpres
KPK Dalami Peran Aspri Ridwan Kamil dalam Dugaan Aliran Dana Kasus Iklan Bank BJB
Mendagri Tito Bahas Pembangunan 2.200 Rumah di Papua Pegunungan dan Program Gentengisasi
Gibran Minta Evaluasi Menyeluruh Usai Ratusan Warga Batang Diduga Keracunan MBG
Status Manajer Kopdes Merah Putih Dipertanyakan, Agrinas Tegaskan Sebagai Pegawai BUMN
Ketika Mantan Jampidsus Singgung “Data Abadi” di Gedung Bundar
Malaysia Kirim Pesawat dan Helikopter Bantu Indonesia Atasi Karhutla di Kalimantan
Berita ini 36 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 11:22 WIB

Mencegah Praktik Pemerasan Aparat, Perlunya Reformasi Sistemik dan Pengawasan Ketat

Senin, 5 Oktober 2026 - 11:13 WIB

Istana Padat Aktivitas di Awal Oktober, Perombakan Kabinet dan Pelantikan Wantimpres

Jumat, 2 Oktober 2026 - 11:12 WIB

KPK Dalami Peran Aspri Ridwan Kamil dalam Dugaan Aliran Dana Kasus Iklan Bank BJB

Rabu, 30 September 2026 - 11:22 WIB

Mendagri Tito Bahas Pembangunan 2.200 Rumah di Papua Pegunungan dan Program Gentengisasi

Senin, 28 September 2026 - 11:04 WIB

Gibran Minta Evaluasi Menyeluruh Usai Ratusan Warga Batang Diduga Keracunan MBG

Berita Terbaru