KPK Dalami Peran Ajudan dalam Penerimaan Gratifikasi Bupati Pekalongan Fadia Arafiq

- Jurnalis

Rabu, 13 Mei 2026 - 11:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengembangkan penyidikan kasus dugaan korupsi yang menjerat Bupati nonaktif Pekalongan,

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengembangkan penyidikan kasus dugaan korupsi yang menjerat Bupati nonaktif Pekalongan,

JAKARTA, koranmetro.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengembangkan penyidikan kasus dugaan korupsi yang menjerat Bupati nonaktif Pekalongan, Fadia Arafiq. Kali ini, lembaga antirasuah fokus mengusut peran dua mantan ajudan yang diduga membantu penerimaan gratifikasi oleh tersangka.

Kedua ajudan tersebut, Aji Setiawan dan Siti Hanikatun, telah diperiksa sebagai saksi pada Selasa (12 Mei 2026). KPK menduga keduanya berperan aktif membantu Fadia Arafiq menerima aliran uang dari proyek pengadaan barang dan jasa, khususnya jasa outsourcing di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan.

Dugaan Peran Ajudan

Menurut Jubir KPK, kedua ajudan ini diduga terlibat dalam mengoordinasikan setoran gratifikasi serta memperlancar proses pemenangan perusahaan keluarga Fadia dalam berbagai tender proyek. KPK mendalami bagaimana ajudan membantu mengalirkan uang dari pihak perusahaan ke tangan Bupati atau keluarganya.

Baca Juga :  Ribuan Jemaah Muhammadiyah Cengkareng Jalani Shalat Id di Bawah Terik Matahari Pagi

Kasus ini bermula dari Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan KPK pada awal Maret 2026. Fadia Arafiq ditetapkan sebagai tersangka tunggal dalam perkara dugaan korupsi pengadaan jasa outsourcing dan pengadaan barang/jasa lainnya tahun anggaran 2023–2026.

Konflik Kepentingan dan Aliran Dana

KPK menduga Fadia memiliki konflik kepentingan karena perusahaan milik keluarganya, PT Raja Nusantara Berjaya (RNB), memenangkan sejumlah proyek di Pemkab Pekalongan. Dari proyek tersebut, diduga terjadi aliran dana puluhan miliar rupiah yang menguntungkan Fadia dan keluarganya.

Penyidik KPK terus mendalami mekanisme pengadaan barang dan jasa serta peran berbagai pihak, termasuk aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Pekalongan yang diduga turut membantu proses tersebut.

Baca Juga :  Misteri Di Balik Sebutan "Kandang Banteng" untuk Jawa Tengah

Status Terkini

Hingga kini, Fadia Arafiq masih berstatus tersangka dan ditahan. Penyidikan terus dikembangkan untuk mengungkap aktor-aktor lain yang mungkin terlibat, termasuk pihak swasta dan pejabat daerah.

KPK menegaskan komitmennya untuk menuntaskan kasus ini secara menyeluruh, termasuk melacak aliran dana gratifikasi yang diduga masuk ke keluarga dan orang-orang kepercayaan tersangka.

Kasus Bupati Pekalongan Fadia Arafiq menjadi sorotan publik karena melibatkan kepala daerah yang baru menjabat dan dugaan korupsi berlapis melalui perusahaan keluarga. KPK berharap pengusutan peran ajudan ini dapat membuka tabir lebih jelas mengenai praktik korupsi yang merugikan keuangan negara di tingkat kabupaten.

Berita Terkait

KPK Dalami Peran Aspri Ridwan Kamil dalam Dugaan Aliran Dana Kasus Iklan Bank BJB
Mendagri Tito Bahas Pembangunan 2.200 Rumah di Papua Pegunungan dan Program Gentengisasi
Gibran Minta Evaluasi Menyeluruh Usai Ratusan Warga Batang Diduga Keracunan MBG
Status Manajer Kopdes Merah Putih Dipertanyakan, Agrinas Tegaskan Sebagai Pegawai BUMN
Ketika Mantan Jampidsus Singgung “Data Abadi” di Gedung Bundar
Malaysia Kirim Pesawat dan Helikopter Bantu Indonesia Atasi Karhutla di Kalimantan
Usulan Gaji Minimum Dokter IDI, Mengurai Sumber Pendapatan di Tengah Sistem JKN
Prabowo Tiba di New Delhi, Disambut Hangat Mahasiswa dan Diaspora Indonesia
Berita ini 30 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 11:22 WIB

Mendagri Tito Bahas Pembangunan 2.200 Rumah di Papua Pegunungan dan Program Gentengisasi

Senin, 28 September 2026 - 11:04 WIB

Gibran Minta Evaluasi Menyeluruh Usai Ratusan Warga Batang Diduga Keracunan MBG

Jumat, 25 September 2026 - 11:50 WIB

Status Manajer Kopdes Merah Putih Dipertanyakan, Agrinas Tegaskan Sebagai Pegawai BUMN

Senin, 21 September 2026 - 10:59 WIB

Ketika Mantan Jampidsus Singgung “Data Abadi” di Gedung Bundar

Sabtu, 19 September 2026 - 11:13 WIB

Malaysia Kirim Pesawat dan Helikopter Bantu Indonesia Atasi Karhutla di Kalimantan

Berita Terbaru

Mengeluh adalah respons alami manusia. Saat merasa lelah, kecewa, atau tertekan, mengeluarkan keluhan sering kali terasa melegakan.

LIFE STYLE & ENTERTAINMENT

Mengeluh, Batas Antara Pelepasan Emosi yang Sehat dan Kebiasaan yang Merusak

Jumat, 2 Okt 2026 - 11:27 WIB