China Bidik Supremasi AI Global,m Ambisi Besar dalam 5 Tahun ke Depan

- Jurnalis

Minggu, 21 Juni 2026 - 11:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, koranmetro.com – China telah menetapkan target ambisius untuk menjadi pemimpin dunia di bidang Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam waktu lima tahun mendatang. Pemerintah China melalui rencana strategis nasionalnya ingin mengubah negara tersebut menjadi “Raja AI” dunia, menggeser dominasi Amerika Serikat.

Strategi Nasional China di Bidang AI

Pada 2025 lalu, China memperbarui Strategi Pengembangan AI Generasi Baru yang menargetkan pencapaian signifikan pada tahun 2030. Namun, dalam dua tahun terakhir, ambisi tersebut dipercepat. Beberapa poin utama rencana lima tahun ke depan meliputi:

  • Penguasaan Teknologi Inti AI China ingin menguasai pengembangan chip AI generasi terbaru, algoritma canggih, dan model bahasa besar (Large Language Models) yang setara atau bahkan melampaui GPT series.
  • Investasi Raksasa Pemerintah pusat dan swasta China diproyeksikan akan menggelontorkan lebih dari US$1,5 triliun untuk pengembangan AI hingga tahun 2030. Dana tersebut dialokasikan untuk riset, infrastruktur komputasi, dan talenta global.
  • Pembangunan Supercomputing Centers China berencana membangun puluhan pusat komputasi super dan data center khusus AI di berbagai provinsi.
  • Aplikasi AI di Berbagai Sektor Mulai dari manufaktur cerdas (smart manufacturing), kesehatan, pendidikan, pertanian, hingga pertahanan dan keamanan nasional.
Baca Juga :  Bitcoin Melonjak ke Rp 1,43 Miliar, Tiga Faktor di Balik Lonjakan Tajam

Kekuatan China Saat Ini

China saat ini sudah memiliki beberapa keunggulan:

  • Jumlah data terbesar di dunia berkat populasi 1,4 miliar penduduk
  • Ekosistem teknologi yang sangat terintegrasi (Baidu, Alibaba, Tencent, Huawei, ByteDance)
  • Produksi chip AI domestik yang terus meningkat meski dibayangi sanksi AS
  • Ribuan talenta AI yang kembali ke China dari luar negeri melalui program “Thousand Talents”

Tantangan yang Dihadapi

Meski ambisinya sangat besar, China masih menghadapi beberapa hambatan serius:

  • Ketergantungan pada teknologi chip kelas atas buatan AS
  • Pembatasan ekspor chip canggih oleh Amerika Serikat dan sekutunya
  • Isu etika, regulasi, dan keamanan data
  • Persaingan ketat dengan perusahaan-perusahaan Amerika seperti OpenAI, Google, dan Anthropic
Baca Juga :  Realme Narzo 80 Lite 4G, Smartphone Terjangkau dengan Baterai Jumbo 6.300 mAh

Dampak Global

Jika China berhasil mencapai targetnya, dunia akan menyaksikan perubahan besar dalam peta kekuatan teknologi. Banyak negara khawatir dominasi China di bidang AI akan memengaruhi keseimbangan geopolitik, keamanan siber, hingga persaingan ekonomi global.

Namun, di sisi lain, kemajuan AI China juga berpotensi mempercepat inovasi di berbagai bidang, termasuk solusi perubahan iklim, pengobatan, dan efisiensi industri.

Ambisi China untuk menjadi raja AI dunia dalam lima tahun ke depan bukan sekadar mimpi, melainkan strategi nasional yang didukung penuh oleh pemerintah, industri, dan akademisi. Pertarungan supremasi AI antara China dan Amerika Serikat diprediksi akan semakin sengit dan menjadi salah satu penentu arah dunia di paruh kedua abad ke-21.

Berita Terkait

Adam Mosseri Buka Suara, Feed Kronologis Instagram Justru Membuat Pengalaman Pengguna Lebih Buruk
Warga Singapura Berusia 22 Tahun Mengaku Otak Pencurian Kripto Rp 4,41 Triliun
Hands-on iPhone 18 Pro Max di Apple Park, Desain Familiar, Kamera yang Jadi Sorotan
Galaxy S25 FE Jadi Model FE Terlaris di Indonesia, Mayoritas dari Pengguna Galaxy A
Huawei Pura 90s Pro Max Resmi Hadir di Indonesia, Dijual Mulai Rp20,9 Juta
TCL P80 Ultra Resmi Debut di IFA 2026, Ponsel Pertama dengan Layar AMOLED NxtPaper yang Mirip Kertas
Sony Hadirkan Live TV Gratis di PS5, Lebih dari 100 Channel Tanpa Biaya Langganan
Android Masih Dominan, iOS dan HarmonyOS Berebut Ruang di Peta OS Smartphone Global
Berita ini 31 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 12:22 WIB

Adam Mosseri Buka Suara, Feed Kronologis Instagram Justru Membuat Pengalaman Pengguna Lebih Buruk

Jumat, 11 September 2026 - 11:12 WIB

Hands-on iPhone 18 Pro Max di Apple Park, Desain Familiar, Kamera yang Jadi Sorotan

Rabu, 9 September 2026 - 11:08 WIB

Galaxy S25 FE Jadi Model FE Terlaris di Indonesia, Mayoritas dari Pengguna Galaxy A

Minggu, 6 September 2026 - 11:39 WIB

Huawei Pura 90s Pro Max Resmi Hadir di Indonesia, Dijual Mulai Rp20,9 Juta

Sabtu, 5 September 2026 - 11:48 WIB

TCL P80 Ultra Resmi Debut di IFA 2026, Ponsel Pertama dengan Layar AMOLED NxtPaper yang Mirip Kertas

Berita Terbaru

Batagor, makanan khas Jawa Barat asal Bandung, berhasil menduduki peringkat pertama sebagai camilan terbaik di Indonesia versi TasteAtlas.

LIFE STYLE & ENTERTAINMENT

Batagor Bandung Resmi Jadi Camilan Terbaik Indonesia Versi TasteAtlas

Selasa, 15 Sep 2026 - 11:38 WIB