Dari Liter ke Penumpang, Reformasi Subsidi BBM yang Lebih Tepat Sasaran

- Jurnalis

Kamis, 11 Juni 2026 - 11:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerintah tengah mengkaji perubahan mendasar dalam skema subsidi bahan bakar minyak (BBM).

Pemerintah tengah mengkaji perubahan mendasar dalam skema subsidi bahan bakar minyak (BBM).

JAKARTA, koranmetro.com – Pemerintah tengah mengkaji perubahan mendasar dalam skema subsidi bahan bakar minyak (BBM). Jika selama ini subsidi dihitung berdasarkan volume liter yang terjual, kini muncul wacana untuk mengubahnya menjadi berbasis jumlah penumpang. Pendekatan baru ini disebut sebagai langkah reformasi subsidi energi yang lebih adil dan efisien.

Latar Belakang Masalah

Sistem subsidi BBM berbasis liter selama ini banyak dikritik karena:

  • Memberikan keuntungan besar kepada pemilik kendaraan mewah dan perusahaan besar.
  • Mendorong konsumsi BBM yang berlebihan.
  • Menyebabkan kebocoran subsidi yang sangat tinggi.
  • Tidak tepat sasaran bagi masyarakat menengah ke bawah.
Baca Juga :  Hajatan Jakarta Bersinar, Kampanye Besar Pramono-Rano di Senayan

Konsep Baru: Subsidi Berdasarkan Penumpang

Dalam skema baru ini, subsidi akan dihitung berdasarkan:

  • Jumlah penumpang yang diangkut kendaraan
  • Prioritas pada angkutan umum (bus, angkot, ojek online)
  • Penggunaan data digital untuk verifikasi (aplikasi, e-ticketing, GPS)
  • Pembatasan subsidi untuk kendaraan pribadi mewah

Tujuannya adalah agar subsidi benar-benar mengalir ke masyarakat yang paling membutuhkan, bukan berdasarkan seberapa banyak BBM yang mereka habiskan.

Keuntungan Pendekatan Ini

  • Lebih Adil — Masyarakat kecil dan pengguna angkutan umum mendapat porsi lebih besar.
  • Mendorong Efisiensi — Mendorong orang beralih ke transportasi umum.
  • Mengurangi Pemborosan — Subsidi tidak lagi dinikmati kalangan mampu.
  • Ramah Lingkungan — Diharapkan dapat menekan konsumsi BBM secara keseluruhan.
Baca Juga :  Kuasa Hukum Terkenal Hotman Paris, Pertanyakan Dasar Penetapan Budi Said Rugikan Negara Rp1,1 Triliun

Tantangan yang Harus Diatasi

  • Kesiapan infrastruktur teknologi untuk memantau jumlah penumpang.
  • Koordinasi antarlembaga (Kementerian Keuangan, ESDM, dan Perhubungan).
  • Penolakan dari kelompok yang selama ini diuntungkan oleh sistem lama.
  • Transisi yang harus dilakukan secara bertahap agar tidak menimbulkan gejolak sosial.

Mengubah basis subsidi BBM dari liter ke penumpang merupakan langkah berani untuk menciptakan sistem subsidi yang lebih modern, transparan, dan berkeadilan. Meski masih menghadapi berbagai tantangan, arah kebijakan ini sejalan dengan semangat reformasi subsidi yang telah lama digaungkan.

Berita Terkait

Kronologi Malam Sebelum Penangkapan, Lodewyk Pusung Ditelepon Seskab Teddy lalu Dicopot dari BGN
Pertemuan Menhan RI dan China di Jakarta, Sjafrie Sambut Dong Jun, Perkuat Kerja Sama Pertahanan
DPR Desak Percepatan Pemulihan Sekolah Terdampak Gempa Flores
Gempa M 7,7 Guncang Flores, BNPB Pastikan 1 Orang Meninggal dan 4 Luka-luka
Menhan Sjafrie dan Pejabat Tinggi AS Bahas Penguatan Kemitraan Pertahanan
TNI Habema Lakukan Pengamanan di Intan Jaya Imbas Aktivitas Kelompok Bersenjata
Polemik Makalah MBG untuk Nobel, Istana dan Kemendikti Tegaskan Bukan Inisiatif Pemerintah
Ketergantungan Fiskal Daerah, Antara Realitas Transfer Pusat dan Tuntutan Kemandirian
Berita ini 20 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 11:13 WIB

Kronologi Malam Sebelum Penangkapan, Lodewyk Pusung Ditelepon Seskab Teddy lalu Dicopot dari BGN

Jumat, 21 Agustus 2026 - 11:13 WIB

Pertemuan Menhan RI dan China di Jakarta, Sjafrie Sambut Dong Jun, Perkuat Kerja Sama Pertahanan

Selasa, 18 Agustus 2026 - 10:54 WIB

DPR Desak Percepatan Pemulihan Sekolah Terdampak Gempa Flores

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 10:55 WIB

Gempa M 7,7 Guncang Flores, BNPB Pastikan 1 Orang Meninggal dan 4 Luka-luka

Rabu, 12 Agustus 2026 - 11:02 WIB

Menhan Sjafrie dan Pejabat Tinggi AS Bahas Penguatan Kemitraan Pertahanan

Berita Terbaru

Yogurt sering dianggap sebagai pilihan makanan sehat, termasuk untuk mendukung kesehatan jantung.

LIFE STYLE & ENTERTAINMENT

Memilih Yogurt yang Baik untuk Jantung, Lebih dari Sekadar Rendah Lemak

Senin, 24 Agu 2026 - 11:41 WIB