Diplomasi Prabowo, Pujian Trump yang Mengukuhkan Posisi Indonesia di Panggung Global

- Jurnalis

Selasa, 28 Oktober 2025 - 12:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Di tengah dinamika geopolitik yang semakin kompleks, hubungan diplomatik antara Indonesia dan Amerika Serikat semakin menunjukkan tanda-tanda kemitraan yang kuat.

Di tengah dinamika geopolitik yang semakin kompleks, hubungan diplomatik antara Indonesia dan Amerika Serikat semakin menunjukkan tanda-tanda kemitraan yang kuat.

JAKARTA, koranmetro.com – Di tengah dinamika geopolitik yang semakin kompleks, hubungan diplomatik antara Indonesia dan Amerika Serikat semakin menunjukkan tanda-tanda kemitraan yang kuat. Salah satu indikator paling nyata adalah pujian berulang dari Presiden AS Donald Trump terhadap Presiden Prabowo Subianto. Pujian-pujian ini bukan sekadar basa-basi, melainkan pengakuan atas peran aktif Indonesia dalam isu-isu global, mulai dari perdagangan hingga perdamaian di Timur Tengah. Fenomena ini menjadi bukti bahwa dunia internasional kini semakin mempercayai Indonesia sebagai aktor utama yang mampu menjembatani konflik dan mendorong stabilitas regional.

Awal Hubungan Hangat: Panggilan Selamat dan Pengakuan Pribadi

Hubungan Prabowo dan Trump mulai mencuri perhatian sejak akhir 2024, tepat setelah kemenangan Trump dalam pemilu AS. Pada November 2024, Prabowo—yang baru saja dilantik sebagai presiden—melakukan panggilan telepon untuk mengucapkan selamat. Dalam video yang dibagikan di media sosialnya, Prabowo menyatakan kesiapannya terbang ke AS untuk bertemu langsung. Respons Trump? Pujian hangat: “You are doing an amazing job leading Indonesia” (Kamu melakukan pekerjaan luar biasa memimpin Indonesia). Trump bahkan menyebut Prabowo sebagai pemimpin yang “very respected” (sangat dihormati) dan memuji kemampuan berbahasa Inggrisnya, yang dijawab Prabowo dengan rendah hati, “All my training is American, sir” (Semua pelatihan saya dari Amerika, Pak).

Panggilan ini bukan hanya formalitas. Ia menandai awal dari dialog yang lebih dalam, di mana kedua pemimpin saling mengagumi pencapaian masing-masing. Trump, yang dikenal dengan gaya komunikasinya yang blak-blakan, jarang memberikan pujian semacam ini tanpa alasan strategis. Bagi Indonesia, momen ini memperkuat citra Prabowo sebagai pemimpin yang dekat dengan kekuatan besar seperti AS, sekaligus menegaskan komitmen non-blok yang tetap pragmatis.

Kesepakatan Perdagangan: Dari Tarif Tinggi ke Kemitraan Menguntungkan

Puncak dari hubungan ini terlihat pada Juli 2025, ketika Prabowo berhasil menegosiasikan kesepakatan perdagangan bilateral dengan Trump. Awalnya, Trump mengumumkan tarif impor sebesar 32% untuk barang-barang Indonesia, yang memicu kekhawatiran di kalangan ekonom. Namun, melalui panggilan telepon yang “very good” seperti yang disebut Prabowo di Instagram, tarif itu turun menjadi 19%—sementara ekspor AS ke Indonesia bebas tarif (0%). Prabowo menyebutnya sebagai “era baru mutual benefit” (era baru saling menguntungkan), yang tidak hanya melindungi industri dalam negeri tapi juga membuka pintu investasi AS di sektor mineral kritis dan teknologi.

Baca Juga :  Detik-detik Adu Banteng Motor Vs Truk Kaki Pemotor Putus

Kesepakatan ini menjadi contoh sukses diplomasi Prabowo yang berbasis pada prinsip “gotong royong” ala Indonesia. Trump sendiri memuji Prabowo sebagai “sahabat” yang mampu menavigasi negosiasi alot. Hasilnya? Ekspor Indonesia ke AS diproyeksikan naik signifikan, menciptakan ribuan lapangan kerja dan memperkuat posisi Indonesia sebagai mitra dagang utama di Asia Tenggara.

Peran di Timur Tengah: Prabowo sebagai Jembatan Perdamaian

Pujian Trump semakin intens pada Oktober 2025, saat KTT Perdamaian Gaza di Sharm el-Sheikh, Mesir. Di sana, Trump secara terbuka memuji Prabowo atas kontribusinya dalam menandatangani pakta perdamaian Gaza. “Prabowo is a very incredible man” (Prabowo adalah pria luar biasa), kata Trump sambil menunjuk ke arahnya, diikuti tepuk tangan para pemimpin dunia. Trump juga menyebut Indonesia sebagai “a big and powerful country” (negara besar dan kuat) yang berperan kunci dalam misi kemanusiaan.

Kehadiran Prabowo di summit itu bukan kebetulan. Ia memimpin delegasi Indonesia yang mendorong gencatan senjata dan bantuan kemanusiaan, termasuk penempatan pasukan perdamaian TNI. Bahkan, dalam momen “hot mic” yang bocor, Prabowo terdengar meminta Trump untuk memfasilitasi pertemuan dengan Eric Trump terkait proyek bisnis Trump Organization di Indonesia—menunjukkan kedekatan yang melampaui urusan negara.

Baca Juga :  Nikita Mirzani Vs Putrinya, Dugaan Hamil, Aborsi, dan Laporan Polisi

Pujian berlanjut di KTT ASEAN ke-47 di Kuala Lumpur pada akhir Oktober 2025. Trump menyebut Prabowo sebagai “teman saya dari Indonesia” yang berperan luar biasa dalam “hari baru bagi Timur Tengah.” Ia juga mengapresiasi gaya pidato Prabowo di UNGA yang penuh semangat—bahkan mengetuk meja sebagai simbol keberanian.

Mengapa Pujian Ini Penting? Bukti Kepercayaan Global pada Indonesia

Pujian Trump yang berulang kali ini bukan hanya soal pribadi Prabowo, tapi pengakuan atas transformasi Indonesia di bawah kepemimpinannya. Sebagai negara muslim terbesar di dunia, Indonesia di bawah Prabowo berhasil memposisikan diri sebagai mediator netral di isu sensitif seperti Gaza, tanpa kehilangan kemitraan dengan Barat. Anggota DPR Okta Kumala Dewi bahkan menyebutnya sebagai “kepercayaan masyarakat dunia” yang membuat Indonesia “dapat menghadirkan solusi global.”

Dari perspektif ekonomi, kesepakatan perdagangan dengan AS membuka peluang investasi hingga miliaran dolar, sementara peran di Timur Tengah memperkuat pengaruh Indonesia di ASEAN dan PBB. Ini semua menunjukkan bahwa dunia melihat Indonesia bukan lagi sebagai pengikut, tapi pemimpin yang bisa diandalkan.

Menuju Kemitraan yang Lebih Kuat

Di usia pemerintahan Prabowo yang masih muda, pujian dari Trump menjadi modal diplomatik berharga. Kedua pemimpin telah sepakat untuk pertemuan tatap muka lebih sering, termasuk diskusi soal AI, keamanan, dan energi. Bagi Indonesia, ini adalah kesempatan untuk “melompat ke orbit,” seperti yang diungkapkan warganet di X.

Pada akhirnya, diplomasi Prabowo mengajarkan bahwa kepercayaan internasional dibangun melalui aksi nyata, bukan janji kosong. Dengan dukungan dari pemimpin sekaliber Trump, Indonesia siap menapaki era emasnya di panggung dunia—sebuah bukti bahwa bangsa kita layak dihormati dan diandalkan.

Berita Terkait

BNPB Terima Lebih dari 34.000 Permohonan Hunian bagi Korban Banjir Sumatera
Panggil CEO Danantara, Prabowo Minta Laporan Kampung Haji hingga Hunian Korban Bencana
Viral Pembatalan Misa Natal di Depok, Wali Kota depok Beri Penjelasan
Pramono Larang Pesta Kembang Api saat Malam Tahun Baru 2026 di Jakarta
Dugaan Suap Ijon Proyek, Kasus Korupsi yang Menjerat Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang
Komjak Tegas, Oknum Jaksa Terjerat OTT di Banten dan Kalsel Harus Diproses Pidana hingga Dipecat
Harga Emas Antam Hari Ini 17 Desember 2025, Stabil dengan Kenaikan Buyback yang Menarik Perhatian Investor
Prabowo Usai Tinjau Banjir di Sumatera, Keadaan Sudah Terkendali dan Kondisi Pengungsi dalam Keadaan Baik
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 28 Desember 2025 - 23:18 WIB

BNPB Terima Lebih dari 34.000 Permohonan Hunian bagi Korban Banjir Sumatera

Sabtu, 27 Desember 2025 - 23:16 WIB

Panggil CEO Danantara, Prabowo Minta Laporan Kampung Haji hingga Hunian Korban Bencana

Kamis, 25 Desember 2025 - 21:34 WIB

Viral Pembatalan Misa Natal di Depok, Wali Kota depok Beri Penjelasan

Rabu, 24 Desember 2025 - 21:53 WIB

Pramono Larang Pesta Kembang Api saat Malam Tahun Baru 2026 di Jakarta

Rabu, 24 Desember 2025 - 11:22 WIB

Dugaan Suap Ijon Proyek, Kasus Korupsi yang Menjerat Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang

Berita Terbaru