Iran Serang Balik Pangkalan AS di Yordania, Fasilitas F-35 Dilaporkan Rusak Berat

- Jurnalis

Rabu, 10 Juni 2026 - 11:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Iran kembali melancarkan serangan balasan terhadap kepentingan Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah. Kali ini,

Iran kembali melancarkan serangan balasan terhadap kepentingan Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah. Kali ini,

JKARTA, koranmetro.com – Iran kembali melancarkan serangan balasan terhadap kepentingan Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah. Kali ini, sasaran adalah sebuah pangkalan militer AS di Yordania yang dilaporkan mengalami kerusakan signifikan, termasuk fasilitas penyimpanan pesawat tempur F-35.

Serangan ini terjadi pada Rabu malam (10 Juni 2026) dan menjadi eskalasi terbaru setelah ketegangan tinggi antara Iran dan AS-Israel dalam beberapa pekan terakhir.

Kronologi Serangan

Menurut sumber militer yang dikutip beberapa media, Iran meluncurkan puluhan drone dan rudal jelajah menuju pangkalan AS di wilayah utara Yordania. Beberapa proyektil berhasil menembus sistem pertahanan udara dan menghantam area parkir pesawat serta gudang logistik.

Seorang pejabat Iran yang tidak ingin disebutkan namanya menyebut serangan ini sebagai “respons langsung” terhadap serangan sebelumnya yang dilakukan AS dan Israel terhadap fasilitas Iran.

Baca Juga :  Rusia Luncurkan Rudal Nuklir ke Ukraina, Apakah Era Perang Dingin Akan Kembali?

Kerusakan dan Korban

  • Fasilitas penyimpanan dan pemeliharaan F-35 dilaporkan mengalami kerusakan berat.
  • Beberapa pesawat tempur generasi kelima AS dikabarkan terdampak.
  • Belum ada konfirmasi resmi jumlah korban jiwa dari pihak AS.
  • Yordania, sebagai negara tuan rumah, menyatakan sedang mengevaluasi dampak serangan terhadap wilayahnya.

Respons Berbagai Pihak

Amerika Serikat Pentagon mengonfirmasi adanya serangan dan menyebutnya sebagai “tindakan agresif yang tidak dapat diterima”. Presiden AS dilaporkan telah menggelar rapat darurat dengan para jenderal militer untuk menentukan langkah balasan.

Iran Juru bicara Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menyatakan bahwa serangan tersebut merupakan “pembalasan yang setimpal” dan memperingatkan AS serta Israel untuk tidak melakukan provokasi lebih lanjut.

Baca Juga :  Wanita Ditangkap Polisi Usai Insiden Pencet Roti di Toko

Israel Israel belum memberikan pernyataan resmi, tetapi sumber di Tel Aviv menyebutkan bahwa negara tersebut sedang memantau situasi dengan ketat dan siap membantu AS jika diperlukan.

Yordania Pemerintah Yordania mengecam serangan tersebut dan menyatakan bahwa wilayah kedaulatannya tidak boleh dijadikan arena konflik pihak lain.

Latar Belakang Eskalasi

Serangan ini merupakan kelanjutan dari ketegangan yang meningkat sejak awal 2026, setelah serangkaian insiden di Selat Hormuz dan serangan terhadap fasilitas nuklir Iran. Kedua belah pihak saling tuding sebagai pihak yang memulai eskalasi.

Serangan Iran terhadap pangkalan AS di Yordania menandai babak baru dalam konflik regional yang semakin memanas. Dunia internasional kini menanti langkah balasan dari AS, yang berpotensi memicu eskalasi lebih luas di Timur Tengah.

Berita Terkait

Eskalasi Konflik Timur Tengah, Houthi Serang Arab Saudi, AS Hancurkan Tanker Minyak Iran
Ditemukan Hidup Setelah 10 Hari, Wanita Nepal Ini Hampir Dikremasi Keluarganya
AS Libatkan Pentagon dalam Pengelolaan Cadangan Minyak Venezuela
Nepal Desak Meta dan TikTok Bersihkan Konten AI Hoaks Pascabencana Banjir
Banjir Bandang Nepal–Tibet Tewaskan Ratusan, Ratusan Wisatawan Masih Hilang
Subsidi BBM Iran di Ujung Tanduk. Harga Bisa Melonjak hingga Setara Rp 11.000 per Liter
China Catat Rekor Recall Otomotif, 4,3 Juta Mobil Listrik Ditarik karena Risiko Gagang Pintu Darurat
Serangan Israel ke Pangkalan Udara Suriah Picu Kecaman Keras dari Turkiye
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 11:31 WIB

Eskalasi Konflik Timur Tengah, Houthi Serang Arab Saudi, AS Hancurkan Tanker Minyak Iran

Minggu, 6 September 2026 - 11:26 WIB

Ditemukan Hidup Setelah 10 Hari, Wanita Nepal Ini Hampir Dikremasi Keluarganya

Rabu, 2 September 2026 - 11:29 WIB

AS Libatkan Pentagon dalam Pengelolaan Cadangan Minyak Venezuela

Minggu, 30 Agustus 2026 - 11:25 WIB

Nepal Desak Meta dan TikTok Bersihkan Konten AI Hoaks Pascabencana Banjir

Kamis, 27 Agustus 2026 - 11:53 WIB

Banjir Bandang Nepal–Tibet Tewaskan Ratusan, Ratusan Wisatawan Masih Hilang

Berita Terbaru

Erupsi Gunung Anak Krakatau kembali menyebarkan abu vulkanik ke sejumlah wilayah, termasuk Banten, Jawa Barat,

LIFE STYLE & ENTERTAINMENT

Waspada Abu Vulkanik Anak Krakatau, Ini Saran Epidemiolog agar Tetap Aman

Senin, 7 Sep 2026 - 11:28 WIB