Gempa M 7,1 Guncang Kumamoto, Ledakan di Aeon Mall Picu Kepanikan, Sejumlah Orang Terjebak

- Jurnalis

Rabu, 29 Juli 2026 - 11:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,1 mengguncang Prefektur Kumamoto di Pulau Kyushu, Jepang, pada Selasa (28/7/2026) sore waktu setempat.

Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,1 mengguncang Prefektur Kumamoto di Pulau Kyushu, Jepang, pada Selasa (28/7/2026) sore waktu setempat.

JAKARTA, koranmetro.com – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,1 mengguncang Prefektur Kumamoto di Pulau Kyushu, Jepang, pada Selasa (28/7/2026) sore waktu setempat. Guncangan kuat tersebut tidak hanya merusak sejumlah bangunan dan infrastruktur, tetapi juga diikuti ledakan di pusat perbelanjaan Aeon Mall di Kota Kashima yang menyebabkan sebagian struktur bangunan runtuh dan menjebak banyak orang di dalamnya.

Kronologi Kejadian

Gempa terjadi sekitar pukul 16.27 waktu setempat dengan pusat gempa berada di kedalaman sekitar 10 kilometer. Intensitas guncangan mencapai level tertinggi, yaitu skala 7 pada skala seismik Jepang (Shindo), di beberapa wilayah termasuk Kota Uki dan Hikawa.

Tak lama setelah gempa, suara ledakan besar terdengar dari Aeon Mall Kumamoto. Operator mal menyatakan bahwa pelanggan dan karyawan sudah dievakuasi setelah guncangan awal. Namun, ledakan yang diduga berasal dari kebocoran gas menyebabkan lantai dua bangunan sebagian ambruk. Puing-puing berserakan di area parkir, sementara rangka baja bangunan terlihat terbuka.

Baca Juga :  Prabowo Berkunjung ke Inggris untuk Audiensi dengan Raja Charles III

Saksi mata yang berada sekitar 300 meter dari lokasi menggambarkan ledakan itu sangat dahsyat. Asap hitam membumbung tinggi dan debu beterbangan seperti hujan abu vulkanik.

Korban dan Operasi Penyelamatan

Tim pemadam kebakaran dan penyelamat bekerja sepanjang malam untuk mengevakuasi korban. Beberapa orang berhasil diselamatkan dalam kondisi terluka, sementara sejumlah lainnya dilaporkan masih terjebak atau hilang di dalam reruntuhan.

Laporan terbaru menyebutkan setidaknya terdapat korban jiwa di lokasi mal, termasuk dua perempuan berusia 20-an tahun yang ditemukan tewas. Selain di mal, gempa juga menyebabkan rumah-rumah runtuh di beberapa wilayah, dengan beberapa orang terjebak di dalamnya. Total korban tewas dan luka terus diperbarui seiring berjalannya operasi pencarian.

Pemadaman listrik menimpa puluhan ribu rumah tangga di Prefektur Kumamoto. Jaringan transportasi, termasuk kereta, juga terganggu. Peringatan tsunami sempat dikeluarkan untuk wilayah pesisir, namun kemudian dicabut setelah dipastikan tidak ada ancaman gelombang besar.

Baca Juga :  Kim Jong Un Tuduh Korsel Kirim Drone ke Pyongyang

Respons Pemerintah

Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi menyatakan bahwa pemerintah masih menilai keseluruhan dampak bencana. Ia menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap kemungkinan gempa susulan dengan kekuatan serupa.

Otoritas setempat terus mengerahkan seluruh sumber daya untuk operasi pencarian dan penyelamatan, sekaligus memastikan keselamatan warga dari risiko gempa susulan.

Prefektur Kumamoto sebelumnya pernah dilanda gempa dahsyat pada 2016. Kejadian kali ini kembali mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan bencana di wilayah yang rawan gempa seperti Jepang.

Situasi masih berkembang. Pemerintah Jepang dan tim penyelamat terus bekerja untuk mengevakuasi seluruh korban yang masih terjebak serta menangani dampak kerusakan yang ditimbulkan gempa dan ledakan di Aeon Mall.

Berita Terkait

Ditemukan Hidup Setelah 10 Hari, Wanita Nepal Ini Hampir Dikremasi Keluarganya
AS Libatkan Pentagon dalam Pengelolaan Cadangan Minyak Venezuela
Nepal Desak Meta dan TikTok Bersihkan Konten AI Hoaks Pascabencana Banjir
Banjir Bandang Nepal–Tibet Tewaskan Ratusan, Ratusan Wisatawan Masih Hilang
Subsidi BBM Iran di Ujung Tanduk. Harga Bisa Melonjak hingga Setara Rp 11.000 per Liter
China Catat Rekor Recall Otomotif, 4,3 Juta Mobil Listrik Ditarik karena Risiko Gagang Pintu Darurat
Serangan Israel ke Pangkalan Udara Suriah Picu Kecaman Keras dari Turkiye
AS Perberat Tekanan Ekonomi dan Blokade Laut terhadap Iran, Bukan Perluas Serangan Militer
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 11:29 WIB

AS Libatkan Pentagon dalam Pengelolaan Cadangan Minyak Venezuela

Minggu, 30 Agustus 2026 - 11:25 WIB

Nepal Desak Meta dan TikTok Bersihkan Konten AI Hoaks Pascabencana Banjir

Kamis, 27 Agustus 2026 - 11:53 WIB

Banjir Bandang Nepal–Tibet Tewaskan Ratusan, Ratusan Wisatawan Masih Hilang

Senin, 24 Agustus 2026 - 11:52 WIB

Subsidi BBM Iran di Ujung Tanduk. Harga Bisa Melonjak hingga Setara Rp 11.000 per Liter

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 11:12 WIB

China Catat Rekor Recall Otomotif, 4,3 Juta Mobil Listrik Ditarik karena Risiko Gagang Pintu Darurat

Berita Terbaru

Erupsi Gunung Anak Krakatau kembali menyebarkan abu vulkanik ke sejumlah wilayah, termasuk Banten, Jawa Barat,

LIFE STYLE & ENTERTAINMENT

Waspada Abu Vulkanik Anak Krakatau, Ini Saran Epidemiolog agar Tetap Aman

Senin, 7 Sep 2026 - 11:28 WIB