JAKARTA, koranmetro.com – Honor resmi memperkenalkan Robot Phone, smartphone dengan konsep kamera robotik yang menjadi sorotan karena kemampuannya bergerak secara fisik. Berbeda dari ponsel pada umumnya, perangkat ini dilengkapi modul kamera utama yang dipasang pada lengan gimbal mekanis. Kamera tersebut tidak hanya stabil untuk merekam video, tetapi juga mampu menampilkan ekspresi seperti mengangguk, mengintip, hingga bergerak mengikuti irama musik.
Konsep Kamera Robotik
Daya tarik utama Robot Phone terletak pada sistem kamera gimbal dengan empat derajat kebebasan (4DoF). Modul kamera dapat keluar dari bodi belakang ponsel dan bergerak secara fleksibel. Honor mengklaim sistem ini menggunakan motor titanium ultra-ringan yang jauh lebih kecil dibanding mekanisme gimbal konvensional, sehingga seluruhnya bisa muat dalam ketebalan perangkat sekitar 9,6 mm.
Bobot ponsel mencapai sekitar 248 gram, sedikit lebih berat dari smartphone flagship rata-rata, sebagai konsekuensi dari mekanisme mekanis yang kompleks. Proses pengembangannya melibatkan puluhan tahap manufaktur dan ratusan komponen presisi.
Spesifikasi Kamera
Kamera utama Robot Phone menggunakan sensor 200 MP berukuran 1/1,28 inci dengan aperture f/1.6. Sistem ini didukung chip pemrosesan gambar Honor H1 dan mampu merekam video hingga resolusi 4K. Selain kamera utama di lengan gimbal, perangkat ini juga dilengkapi kamera telefoto 200 MP dan ultrawide 50 MP.
Beberapa fitur andalan yang ditawarkan antara lain:
- Stabilisasi gimbal tiga sumbu untuk video yang lebih mulus
- AI object tracking yang mengikuti subjek secara real-time
- Mode Super Steady untuk rekaman bergerak
- AI SpinShot dengan rotasi 90° atau 180° untuk hasil sinematik
- Kontrol kamera melalui perintah suara
Honor juga menjalin kolaborasi dengan ARRI, merek peralatan sinema profesional, untuk menghadirkan mode warna dan profil rekaman yang lebih mendekati standar industri film.
Lebih dari Sekadar Alat Foto
Melalui asisten AI Yoyo, kamera robotik ini dilengkapi “kepribadian”. Modul kamera dapat merespons interaksi dengan lebih dari 100 ekspresi, termasuk mengangguk, menggeleng, mengintip dengan rasa ingin tahu, hingga bergerak seirama musik. Fitur ini membuat perangkat terasa lebih interaktif, terutama saat digunakan untuk video call, vlogging, atau sekadar bermain dengan asisten virtual.
Pengguna bisa mengaktifkan gerakan kamera melalui aplikasi, gestur, maupun perintah suara. Dalam mode tertentu, kamera juga mampu mengamati lingkungan sekitar dan memberikan respons secara mandiri.
Posisi di Pasar
Robot Phone diposisikan sebagai perangkat eksperimental sekaligus inovatif di segmen imaging. Honor menekankan bahwa teknologi ini ditujukan untuk memberikan pengalaman merekam yang lebih fleksibel tanpa harus membawa gimbal eksternal. Perangkat ini terlebih dahulu hadir di pasar China, dengan kemungkinan ekspansi ke pasar lain di kemudian hari.
Honor Robot Phone menandai pendekatan baru dalam desain smartphone dengan mengintegrasikan kamera mekanis yang dapat bergerak dan berinteraksi. Kemampuan mengangguk, mengintip, menari mengikuti musik, serta fitur tracking berbasis AI menjadikannya salah satu peluncuran paling unik di industri ponsel tahun ini.









