Iran Kembalikan Produksi Gas di South Pars, Bukti Ketangguhan Ekonomi di Tengah Tekanan

- Jurnalis

Senin, 1 Juni 2026 - 11:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Iran kembali menunjukkan ketahanannya di sektor energi. Pada akhir Mei 2026,

Iran kembali menunjukkan ketahanannya di sektor energi. Pada akhir Mei 2026,

JAKARTA, koranmetro.com – Iran kembali menunjukkan ketahanannya di sektor energi. Pada akhir Mei 2026, negara tersebut berhasil memulihkan produksi gas di tiga platform lepas pantai utama di ladang gas South Pars, salah satu aset energi paling strategis di dunia.

Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa ekonomi Iran mampu pulih lebih cepat dari kerusakan akibat konflik militer baru-baru ini.

Latar Belakang Pemulihan

Ladang gas South Pars, yang terletak di Teluk Persia dan merupakan bagian dari ladang gas terbesar di dunia bersama dengan Qatar, menyumbang sebagian besar pasokan gas Iran. Pada Maret 2026, serangan udara Israel menyebabkan kerusakan signifikan pada fasilitas pengolahan darat di kawasan Assaluyeh. Hal ini memaksa beberapa platform lepas pantai menghentikan produksi meskipun platform itu sendiri tidak rusak parah.

Menurut Touraj Dehqani, Kepala Perusahaan Minyak dan Gas Pars, tiga platform tersebut kini telah kembali beroperasi penuh. Produksi gas dari ketiga platform ini dialihkan sementara ke fasilitas pengolahan lain sambil perbaikan infrastruktur darat terus dilakukan, termasuk di Refinery Phase 14.

Baca Juga :  Kamala Harris dan Perang Gaza

Signifikansi South Pars bagi Ekonomi Iran

South Pars bukan sekadar ladang gas biasa. Ia memegang peran vital bagi perekonomian Iran:

  • Menyumbang lebih dari 70% kebutuhan gas domestik Iran
  • Menjadi sumber utama bahan baku industri petrokimia
  • Menyuplai listrik, pupuk, dan kebutuhan energi rumah tangga
  • Menjadi tulang punggung pendapatan ekspor non-migas Iran

Keberhasilan memulihkan produksi dalam waktu kurang dari tiga bulan setelah serangan menunjukkan kemampuan teknis dan ketangguhan infrastruktur Iran, meski berada di bawah sanksi internasional yang panjang.

Dampak Ekonomi dan Strategis

Pemulihan ini memberikan beberapa dampak positif:

  1. Stabilitas Domestik — Mengurangi risiko kelangkaan gas untuk pembangkit listrik dan industri selama musim panas.
  2. Sinyal ke Pasar Global — Menunjukkan bahwa Iran tetap mampu mempertahankan produksi energinya meski menghadapi konflik.
  3. Dukungan Sektor Petrokimia — Beberapa pabrik petrokimia yang sempat terhenti mulai kembali beroperasi secara bertahap.
  4. Kepercayaan Investor — Memberi harapan bahwa sektor energi Iran dapat pulih meski situasi geopolitik masih rapuh.
Baca Juga :  Kerusakan Israel Rudal Hipersonik Iran

Namun, pemulihan penuh masih memerlukan waktu. Beberapa fasilitas pengolahan darat masih dalam tahap perbaikan, dan tantangan sanksi serta ketegangan regional tetap menjadi hambatan jangka panjang.

Respons dan Proyeksi ke Depan

Pemerintah Iran menyebut keberhasilan ini sebagai hasil kerja keras insinyur dan teknisi lokal. Ini sekaligus menjadi pesan politik bahwa negara tersebut tidak mudah goyah meski infrastruktur energinya menjadi target serangan.

Para analis melihat langkah ini sebagai bagian dari strategi Iran untuk mempercepat pemulihan ekonomi pasca-konflik, sambil terus mengembangkan fasilitas energi di tengah upaya diversifikasi rute ekspor.

Kembalinya produksi gas di tiga platform utama South Pars bukan hanya pencapaian teknis, melainkan juga demonstrasi ketahanan ekonomi Iran. Di tengah gejolak geopolitik yang masih berlangsung, kemampuan Iran memperbaiki dan mengoperasikan kembali aset strategisnya menunjukkan bahwa negara tersebut memiliki daya tahan yang lebih kuat dari yang banyak orang duga.

Berita Terkait

Subsidi BBM Iran di Ujung Tanduk. Harga Bisa Melonjak hingga Setara Rp 11.000 per Liter
China Catat Rekor Recall Otomotif, 4,3 Juta Mobil Listrik Ditarik karena Risiko Gagang Pintu Darurat
Serangan Israel ke Pangkalan Udara Suriah Picu Kecaman Keras dari Turkiye
AS Perberat Tekanan Ekonomi dan Blokade Laut terhadap Iran, Bukan Perluas Serangan Militer
Operasi Rahasia Trump Ganti Pesawat di Turki Picu Kontroversi di AS
Cristiano Ronaldo dan Georgina Rodriguez Resmi Menikah setelah Satu Dekade Bersama
Media Italia Soroti Kekalahan Telak 0-3 AC Milan dari Chelsea di Jakarta
Marine One Trump Hampir Langgar Jarak Aman dengan Jet Komersial di Washington, Prosedur Pasca-Tragedi 2025 Dipertanyakan
Berita ini 25 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 11:52 WIB

Subsidi BBM Iran di Ujung Tanduk. Harga Bisa Melonjak hingga Setara Rp 11.000 per Liter

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 11:12 WIB

China Catat Rekor Recall Otomotif, 4,3 Juta Mobil Listrik Ditarik karena Risiko Gagang Pintu Darurat

Rabu, 19 Agustus 2026 - 11:24 WIB

Serangan Israel ke Pangkalan Udara Suriah Picu Kecaman Keras dari Turkiye

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 11:06 WIB

AS Perberat Tekanan Ekonomi dan Blokade Laut terhadap Iran, Bukan Perluas Serangan Militer

Kamis, 13 Agustus 2026 - 10:56 WIB

Operasi Rahasia Trump Ganti Pesawat di Turki Picu Kontroversi di AS

Berita Terbaru

Yogurt sering dianggap sebagai pilihan makanan sehat, termasuk untuk mendukung kesehatan jantung.

LIFE STYLE & ENTERTAINMENT

Memilih Yogurt yang Baik untuk Jantung, Lebih dari Sekadar Rendah Lemak

Senin, 24 Agu 2026 - 11:41 WIB