Kekeringan Sungai Danube Ungkap Bangkai Kapal Perang Nazi dan Fosil Mamut

- Jurnalis

Minggu, 2 Agustus 2026 - 11:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gelombang panas dan kekeringan ekstrem yang melanda Eropa pada musim panas 2026 membuat permukaan air Sungai Danube turun drastis hingga mencapai rekor terendah di sejumlah titik.

Gelombang panas dan kekeringan ekstrem yang melanda Eropa pada musim panas 2026 membuat permukaan air Sungai Danube turun drastis hingga mencapai rekor terendah di sejumlah titik.

JAKARTA, koranmetro.com – Gelombang panas dan kekeringan ekstrem yang melanda Eropa pada musim panas 2026 membuat permukaan air Sungai Danube turun drastis hingga mencapai rekor terendah di sejumlah titik. Akibatnya, dasar sungai yang biasanya terendam kini tersingkap dan menampakkan berbagai peninggalan bersejarah—mulai dari bangkai kapal perang era Nazi hingga fosil mamut purba.

Bangkai Kapal Perang Dunia II di Serbia

Di dekat kota Prahovo, Serbia, puluhan bangkai kapal perang Jerman muncul ke permukaan. Kapal-kapal tersebut merupakan bagian dari armada Nazi yang sengaja ditenggelamkan pada musim gugur 1944. Saat itu, pasukan Jerman sedang mundur dari kejaran Tentara Merah Uni Soviet dan memilih menenggelamkan kapal-kapal mereka agar tidak jatuh ke tangan musuh.

Seiring surutnya air Danube, bagian kapal seperti jembatan komando, menara senjata, lambung yang berkarat, dan tiang-tiang mulai terlihat jelas. Beberapa bangkai kapal diyakini masih mengandung amunisi yang belum meledak, sehingga menjadi perhatian khusus bagi otoritas setempat dan pengguna jalur sungai.

Baca Juga :  Hamas Optimis Pertukaran Tawanan dengan Israel & Akhiri Perang di Gaza

Fosil Mamut di Bulgaria

Sementara itu, di dekat desa Ryahovo, Bulgaria (tidak jauh dari kota Ruse), seorang warga setempat menemukan tulang-tulang besar di dasar sungai yang mengering. Tim dari Regional History Museum di Ruse kemudian mengidentifikasi temuan tersebut sebagai sisa-sisa mamut, kemungkinan besar Mammuthus primigenius atau mamut berbulu.

Yang berhasil ditemukan sejauh ini meliputi rahang bawah, dua gading, serta beberapa tulang rusuk dan fragmen lainnya. Para ahli memperkirakan hewan tersebut berukuran sangat besar, dengan tinggi mencapai hampir 5 meter dan berat lebih dari 7–8 ton. Karena lama terendam air, tulang-tulang tersebut dalam kondisi rapuh dan harus dikeringkan serta diawetkan dengan hati-hati sebelum diteliti lebih lanjut untuk menentukan usia pastinya.

Dampak Kekeringan yang Lebih Luas

Penurunan debet Danube tidak hanya menyingkap peninggalan sejarah. Di Hungaria, level air di Budapest sempat mencapai rekor terendah, mengganggu operasional pembangkit listrik tenaga nuklir Paks. Di Serbia dan Rumania, produksi listrik dari pembangkit hidroelektrik juga turun signifikan. Aktivitas pelayaran di sepanjang sungai mengalami hambatan, dan beberapa kapal pesiar sempat terdampar.

Baca Juga :  Fans Argentina Ngamuk Usai Kalah di Final Piala Dunia, Bentrok dengan Polisi

Para ilmuwan mengaitkan fenomena ini dengan gelombang panas berkepanjangan dan curah hujan yang jauh di bawah normal sejak beberapa bulan sebelumnya. Kekeringan serupa juga memengaruhi sungai-sungai besar lain di Eropa.

Dua Lapisan Sejarah dalam Satu Sungai

Penyingkapan bangkai kapal Nazi dan fosil mamut di Danube menjadi pengingat akan dua skala waktu yang berbeda. Di satu sisi, ada jejak konflik manusia hanya delapan dekade lalu. Di sisi lain, ada sisa-sisa kehidupan prasejarah yang berusia ribuan hingga puluhan ribu tahun.

Berita Terkait

Ancelotti Apresiasi Talenta Muda Brasil Usai Kemenangan Telak 4-0 atas India
AS Kerahkan Kapal Induk Ketiga ke Timur Tengah di Tengah Ketegangan dengan Iran
Insiden di Kokpit Flydubai, Pilot Ditikam, Pesawat Anjlok Tajam, dan Pendaratan Darurat di Arab Saudi
Haru Menyambut Kebebasan Mary Jane Veloso, “Akhirnya Kami Bisa Bersama Mama”
Dari Musuh Politik ke Pujian, Trump Sebut Zohran Mamdani Berpotensi Jadi Wali Kota Hebat
Jepang Tawarkan Bantuan Perbaiki Pelabuhan Natuna, China Langsung Angkat Bicara
Putri Astrid Meninggal di Usia 94 Tahun, Tak Lama Setelah Pemakaman Raja Harald V
Eskalasi Konflik Timur Tengah, Houthi Serang Arab Saudi, AS Hancurkan Tanker Minyak Iran
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 4 Oktober 2026 - 11:44 WIB

Ancelotti Apresiasi Talenta Muda Brasil Usai Kemenangan Telak 4-0 atas India

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 11:31 WIB

AS Kerahkan Kapal Induk Ketiga ke Timur Tengah di Tengah Ketegangan dengan Iran

Kamis, 1 Oktober 2026 - 11:38 WIB

Insiden di Kokpit Flydubai, Pilot Ditikam, Pesawat Anjlok Tajam, dan Pendaratan Darurat di Arab Saudi

Minggu, 27 September 2026 - 12:03 WIB

Haru Menyambut Kebebasan Mary Jane Veloso, “Akhirnya Kami Bisa Bersama Mama”

Selasa, 22 September 2026 - 11:01 WIB

Dari Musuh Politik ke Pujian, Trump Sebut Zohran Mamdani Berpotensi Jadi Wali Kota Hebat

Berita Terbaru

Mengeluh adalah respons alami manusia. Saat merasa lelah, kecewa, atau tertekan, mengeluarkan keluhan sering kali terasa melegakan.

LIFE STYLE & ENTERTAINMENT

Mengeluh, Batas Antara Pelepasan Emosi yang Sehat dan Kebiasaan yang Merusak

Jumat, 2 Okt 2026 - 11:27 WIB