Kontroversi Uang $250 Baru, Wajah Trump Diusulkan Jadi Ikon Peringatan 250 Tahun Amerika

- Jurnalis

Jumat, 29 Mei 2026 - 11:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerintah AS di bawah Presiden Donald Trump kembali menuai kontroversi setelah adanya usulan keras untuk menerbitkan uang kertas baru senilai $250 yang menampilkan potret Trump.

Pemerintah AS di bawah Presiden Donald Trump kembali menuai kontroversi setelah adanya usulan keras untuk menerbitkan uang kertas baru senilai $250 yang menampilkan potret Trump.

JAKARTA, koranmetro.com – Pemerintah AS di bawah Presiden Donald Trump kembali menuai kontroversi setelah adanya usulan keras untuk menerbitkan uang kertas baru senilai $250 yang menampilkan potret Trump. Proposal ini dikaitkan dengan peringatan 250 tahun kemerdekaan Amerika Serikat (America’s Semiquincentennial) pada tahun 2026.

Latar Belakang Usulan

Pada Februari 2025, Anggota DPR dari Partai Republik, Joe Wilson, mengajukan Rancangan Undang-Undang bernama “Donald J. Trump $250 Bill Act” (H.R. 1761). RUU ini bertujuan untuk:

  • Menerbitkan uang kertas $250 sebagai legal tender resmi.
  • Menampilkan potret Presiden Donald Trump di bagian depan uang.
  • Memberikan pengecualian terhadap aturan lama yang melarang gambar orang hidup dicetak di mata uang AS.

Menteri Keuangan Scott Bessent dan beberapa pejabat Trump Administration telah menunjukkan dukungan terhadap ide ini. Mereka mengklaim bahwa uang ini akan menjadi simbol kebanggaan nasional sekaligus memperingati 250 tahun berdirinya Amerika.

Baca Juga :  Sebuah Jet Tempur F-16 Milik Angkatan Udara Ukraina Jatuh, Saat Tangkis Serangan Rusia

Reaksi Keras dari Demokrat

Partai Demokrat langsung menolak keras usulan tersebut. Mereka menyebut langkah ini sebagai proyek kesombongan (vanity project) yang didorong oleh ego Presiden Trump.

Beberapa respons keras dari Demokrat:

  • Hakeem Jeffries (Pemimpin Mayoritas DPR Demokrat): “Hard no on a Trump $250 bill. Get over yourself.”
  • Hillary Clinton mengejek: “By the end of Trump’s term, it’ll be just enough to buy one gallon of gas and a carton of eggs.”
  • Senator Mark Warner menyebut prioritas pemerintahan Trump “sangat terlepas dari masalah yang dihadapi keluarga Amerika sehari-hari.”

Demokrat berargumen bahwa di tengah kenaikan harga bahan bakar, pangan, dan biaya hidup, pemerintah seharusnya tidak membuang waktu dan anggaran untuk proyek semacam ini.

Pro dan Kontra

Pendukung (Republikan):

  • Ini adalah cara menghormati presiden yang “membuat Amerika hebat kembali”.
  • Uang $250 akan memudahkan transaksi bernilai besar.
  • Cocok sebagai kenang-kenangan sejarah untuk America 250.
Baca Juga :  Kemlu Respons Cepat atas Pengakuan WNI Tanjung Pinang yang Disekap di Kamboja

Penentang (Demokrat & Kritikus):

  • Melanggar tradisi lama yang menghindari kultus individu di mata uang.
  • Dianggap sebagai bentuk self-promotion yang berlebihan.
  • Membuang-buang waktu Kongres dan sumber daya publik.

Status Terkini (Mei 2026)

Hingga akhir Mei 2026, RUU tersebut masih bergulir di Kongres dan belum disahkan. Meski demikian, Kementerian Keuangan disebut sudah mempersiapkan desain mock-up uang tersebut. Perubahan ini juga memerlukan amandemen undang-undang yang melarang gambar orang hidup di mata uang.

Usulan uang $250 bergambar Trump mencerminkan polarisasi politik yang sangat dalam di Amerika saat ini. Bagi pendukungnya, ini adalah bentuk penghargaan. Bagi penentangnya, ini hanyalah manifestasi ego presiden. Apakah proposal ini akan lolos atau hanya menjadi catatan sejarah kontroversial, masih menunggu keputusan Kongres dalam waktu dekat.

Berita Terkait

Iran Mengkaji Proposal Damai AS, Trump Klaim Perundingan Masih Berjalan Positif
Iran Kembalikan Produksi Gas di South Pars, Bukti Ketangguhan Ekonomi di Tengah Tekanan
Trump Dorong Normalisasi Hubungan Israel dengan Negara Muslim Pasca-Perang
Iran Umumkan Senjata Canggih Baru, “Siap Digunakan Jika AS Bertindak”
Trump dan Penarikan Pasukan AS dari Eropa: Batalnya Pengiriman 4.000 Tentara ke Polandia
Lionel Messi Masuk Daftar, Skuad Sementara Argentina untuk Pertahankan Gelar Juara Piala Dunia 2026
Kepemimpinan Teladan, CEO Japan Airlines yang Rela Berkorban untuk Lindungi Karyawan
CIA Bocor, Iran Masih Kuasai 70% Rudal, Kontradiksi Klaim Trump soal “Hancur Lebur”
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 1 Juni 2026 - 11:46 WIB

Iran Kembalikan Produksi Gas di South Pars, Bukti Ketangguhan Ekonomi di Tengah Tekanan

Jumat, 29 Mei 2026 - 11:47 WIB

Kontroversi Uang $250 Baru, Wajah Trump Diusulkan Jadi Ikon Peringatan 250 Tahun Amerika

Selasa, 26 Mei 2026 - 11:11 WIB

Trump Dorong Normalisasi Hubungan Israel dengan Negara Muslim Pasca-Perang

Kamis, 21 Mei 2026 - 11:26 WIB

Iran Umumkan Senjata Canggih Baru, “Siap Digunakan Jika AS Bertindak”

Minggu, 17 Mei 2026 - 11:41 WIB

Trump dan Penarikan Pasukan AS dari Eropa: Batalnya Pengiriman 4.000 Tentara ke Polandia

Berita Terbaru

Memilih jenis olahraga tidak boleh hanya mengikuti tren. Yang terpenting adalah menyesuaikan dengan kondisi tubuh, tujuan,

LIFE STYLE & ENTERTAINMENT

High-Impact vs Low-Impact, Panduan Memilih Olahraga yang Tepat untuk Tubuh Anda

Jumat, 5 Jun 2026 - 11:52 WIB