Malaysia Kirim Pesawat dan Helikopter Bantu Indonesia Atasi Karhutla di Kalimantan

- Jurnalis

Sabtu, 19 September 2026 - 11:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo Subianto resmi menerima tawaran bantuan dari Malaysia untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang tengah terjadi di Kalimantan.

Presiden Prabowo Subianto resmi menerima tawaran bantuan dari Malaysia untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang tengah terjadi di Kalimantan.

JAKARTA, koranmetro.com – Presiden Prabowo Subianto resmi menerima tawaran bantuan dari Malaysia untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang tengah terjadi di Kalimantan. Bantuan tersebut meliputi satu unit pesawat, tiga helikopter, serta 52 personel pemadam kebakaran.

Keputusan ini disampaikan Prabowo usai menerima kunjungan Wakil Perdana Menteri Malaysia, Ahmad Zahid Hamidi, di kediamannya di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Jumat, 18 September 2026.

Bentuk Bantuan Malaysia

Dalam pertemuan tersebut, pihak Malaysia menawarkan dukungan operasional untuk membantu memadamkan karhutla. Prabowo menyambut baik tawaran itu dan menyatakan bantuan akan segera dikirimkan.

Secara rinci, bantuan yang dijanjikan meliputi:

  • 1 unit pesawat
  • 3 unit helikopter
  • 52 personel tim pemadam kebakaran

Dukungan ini diharapkan dapat memperkuat upaya pemadaman, terutama dari udara, di wilayah-wilayah yang sulit dijangkau.

Karhutla yang Berdampak Lintas Negara

Kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Indonesia, khususnya di Kalimantan, kembali menjadi perhatian regional. Asap yang dihasilkan tidak hanya berdampak pada masyarakat lokal, tetapi juga dirasakan negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura.

Baca Juga :  Banjir Landa Probolinggo, 314 Rumah Terdampak, 1 Warga Meninggal

Prabowo menekankan bahwa persoalan ini merupakan masalah lingkungan bersama. Karena itu, bantuan dari negara sahabat dinilai penting dan relevan.

“Ini adalah masalah lingkungan hidup yang memengaruhi banyak pihak. Walaupun kebakarannya terjadi di Indonesia, dampaknya ikut dirasakan tetangga-tetangga kita,” ujar Prabowo.

Bukan Kali Pertama

Bantuan serupa dari Malaysia sebenarnya pernah diberikan pada tahun-tahun sebelumnya. Kali ini, dukungan tersebut kembali hadir di tengah intensitas karhutla yang cukup tinggi.

Selain Malaysia, Indonesia juga telah menerima bantuan dari Jepang dan mendapat tawaran dukungan dari sejumlah negara lain. Hal ini menunjukkan bahwa penanganan karhutla kini semakin melibatkan kerja sama regional maupun internasional.

Fokus pada Pencegahan Jangka Panjang

Meski menyambut bantuan pemadaman, Prabowo juga menegaskan pentingnya langkah pencegahan agar karhutla tidak terus berulang setiap beberapa tahun. Pemerintah, menurutnya, sedang menyusun strategi yang lebih menyeluruh agar kejadian serupa tidak menjadi siklus tahunan.

Baca Juga :  Prabowo-Anwar, Pertemuan Hangat di Puncak Keketuaan Malaysia

Langkah pemadaman darurat memang diperlukan untuk menekan dampak jangka pendek. Namun, pengendalian yang berkelanjutan tetap menjadi tantangan utama, mulai dari pengawasan lahan, penegakan hukum, hingga perubahan praktik pembukaan lahan.

Penerimaan bantuan dari Malaysia menandai kembali pentingnya kerja sama antarnegara dalam menghadapi bencana lingkungan lintas batas. Dengan tambahan pesawat, helikopter, dan personel pemadam, upaya penanganan karhutla di Kalimantan diharapkan bisa lebih optimal.

Namun, di balik bantuan tersebut, tantangan sesungguhnya tetap sama: memastikan kebakaran hutan dan lahan tidak terus berulang di musim-musim berikutnya. Karena pemadaman hanya menyelesaikan gejala, sementara pencegahan adalah kunci utamanya.

Berita Terkait

Cuaca Ekstrem Masih Mengancam, BNPB Ingatkan Warga Aceh Tetap Waspada
Badai Sempurna di Tanah Air, Ketika Banyak Krisis Saling Mengikat
Usulan Luhut soal Unsur Kerugian Negara dalam Korupsi, Begini Bunyi UU Tipikor dan Klarifikasinya
Mantan Komisi II DPR, Pasal PKPU soal Syarat Pencalonan Gibran Tidak Pernah Dibahas
Empat Petugas dan Relawan Gugur dalam Upaya Pemadaman Karhutla di Bromo, Kemenhut Tekankan Keselamatan Personel
Mengapa Karhutla Sulit Dipadamkan? Ancaman Berulang dari Lahan Gambut dan Aktivitas Manusia
Mencegah Praktik Pemerasan Aparat, Perlunya Reformasi Sistemik dan Pengawasan Ketat
Istana Padat Aktivitas di Awal Oktober, Perombakan Kabinet dan Pelantikan Wantimpres
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 11:11 WIB

Badai Sempurna di Tanah Air, Ketika Banyak Krisis Saling Mengikat

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:17 WIB

Usulan Luhut soal Unsur Kerugian Negara dalam Korupsi, Begini Bunyi UU Tipikor dan Klarifikasinya

Senin, 19 Oktober 2026 - 11:16 WIB

Mantan Komisi II DPR, Pasal PKPU soal Syarat Pencalonan Gibran Tidak Pernah Dibahas

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:11 WIB

Empat Petugas dan Relawan Gugur dalam Upaya Pemadaman Karhutla di Bromo, Kemenhut Tekankan Keselamatan Personel

Selasa, 13 Oktober 2026 - 11:11 WIB

Mengapa Karhutla Sulit Dipadamkan? Ancaman Berulang dari Lahan Gambut dan Aktivitas Manusia

Berita Terbaru

Pernahkah Anda merasa tiba-tiba kewalahan, sulit berpikir jernih,

LIFE STYLE & ENTERTAINMENT

Memahami Window of Tolerance, Kunci Mengelola Perasaan Kewalahan

Jumat, 30 Okt 2026 - 11:14 WIB

Inter Milan berhasil meraih kemenangan penting di pekan kesembilan Serie A 2026/2027. Bertandang ke markas Venezia pada 28 Oktober 2026,

Liga Italia

Inter Milan Menang Dramatis atas Venezia Berkat Dua Gol Bunuh Diri

Kamis, 29 Okt 2026 - 11:19 WIB