Jaksa Agung Akui Institusi Sering Diuji, Saatnya Pulihkan Kepercayaan Publik

- Jurnalis

Rabu, 2 September 2026 - 11:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jaksa Agung ST Burhanuddin mengakui bahwa perjalanan institusi Kejaksaan tidak selalu mulus. Dalam sejumlah kesempatan,

Jaksa Agung ST Burhanuddin mengakui bahwa perjalanan institusi Kejaksaan tidak selalu mulus. Dalam sejumlah kesempatan,

JAKARTA, koranmetro.com – Jaksa Agung ST Burhanuddin mengakui bahwa perjalanan institusi Kejaksaan tidak selalu mulus. Dalam sejumlah kesempatan, lembaga ini menghadapi tantangan dari dalam maupun luar yang menguji integritas dan kredibilitasnya. Ia bahkan menegaskan, tidak jarang Kejaksaan mengalami masa terpuruk dan kekecewaan.

Pernyataan itu disampaikan saat upacara peringatan Hari Lahir ke-81 Kejaksaan di Lapangan Badan Diklat Kejaksaan RI, Ragunan, Jakarta Selatan, Rabu, 2 September 2026.

Tantangan dari Dalam dan Luar

Menurut Burhanuddin, tantangan yang datang berulang kali memaksa institusi untuk terus berefleksi. Ia mendorong seluruh jajaran untuk bertanya pada diri sendiri: apakah Kejaksaan sudah berada di jalan yang benar, dan apakah sudah memberikan yang terbaik bagi masyarakat serta bangsa.

Pengakuan ini datang di tengah upaya lembaga penegak hukum menjaga kepercayaan publik, terutama ketika citra institusi kerap dipengaruhi perilaku oknum maupun tekanan eksternal.

Seruan untuk Bangkit

Jaksa Agung menekankan bahwa masa sulit seharusnya menjadi titik balik. Ia menyerukan kebangkitan bersama untuk memulihkan kepercayaan, mengembalikan marwah institusi, dan membuktikan bahwa Kejaksaan mampu keluar dari ujian dengan lebih kuat.

Baca Juga :  Prabowo, Beri Kesempatan Koruptor Tobat, Kembalikan yang Kau Curi, Mungkin Kita Maafkan

“Inilah saatnya kita bangkit bersama memulihkan kepercayaan, mengembalikan marwah institusi, dan membuktikan bahwa kejaksaan mampu melewati ujian sehingga menjadi semakin kuat. Inilah waktunya, badai harus berlalu!” ujar Burhanuddin.

Ia juga mengingatkan bahwa pemulihan institusi tidak bisa dibebankan pada satu orang, satu kebijakan, atau satu generasi saja. Diperlukan kerja kolektif dan komitmen berkelanjutan di seluruh tingkatan.

Makna di Balik Pernyataan

Pernyataan Jaksa Agung ini dapat dibaca sebagai bentuk evaluasi internal sekaligus ajakan moral. Dengan mengakui adanya masa terpuruk, pimpinan institusi membuka ruang untuk perbaikan—baik dalam soal integritas aparatur, penanganan perkara, maupun hubungan dengan publik.

Di sisi lain, seruan tersebut juga menjadi pengingat bahwa legitimasi lembaga penegak hukum sangat bergantung pada kepercayaan masyarakat. Tanpa integritas yang konsisten, kinerja semata tidak cukup untuk menjaga wibawa institusi.

Baca Juga :  Pembaruan Layanan 'Lapor Mas Wapres', Yuk Cek Apa yang Berbeda!

Konteks HUT Kejaksaan

Peringatan Hari Lahir Kejaksaan biasanya menjadi momen refleksi sekaligus penegasan arah ke depan. Pada momentum ke-81 ini, pesan yang diangkat bukan sekadar seremonial, melainkan penekanan pada pemulihan kepercayaan dan penguatan institusi setelah melewati berbagai ujian.

Dengan mengakui bahwa perjalanan Kejaksaan tak jarang terpuruk, Jaksa Agung ST Burhanuddin menekankan pentingnya refleksi dan kebangkitan bersama. Tantangan internal maupun eksternal dinilai sebagai ujian yang harus dilalui untuk memperkuat institusi.

Ke depan, efektivitas pesan ini akan diukur dari praktik nyata: penegakan hukum yang bersih, penataan internal yang konsisten, serta pemulihan kepercayaan publik yang berkelanjutan. Karena pada akhirnya, marwah lembaga tidak cukup dijaga lewat pidato, tetapi melalui kerja yang dapat dirasakan masyarakat.

Berita Terkait

Mengapa Karhutla Sulit Dipadamkan? Ancaman Berulang dari Lahan Gambut dan Aktivitas Manusia
Mencegah Praktik Pemerasan Aparat, Perlunya Reformasi Sistemik dan Pengawasan Ketat
Istana Padat Aktivitas di Awal Oktober, Perombakan Kabinet dan Pelantikan Wantimpres
KPK Dalami Peran Aspri Ridwan Kamil dalam Dugaan Aliran Dana Kasus Iklan Bank BJB
Mendagri Tito Bahas Pembangunan 2.200 Rumah di Papua Pegunungan dan Program Gentengisasi
Gibran Minta Evaluasi Menyeluruh Usai Ratusan Warga Batang Diduga Keracunan MBG
Status Manajer Kopdes Merah Putih Dipertanyakan, Agrinas Tegaskan Sebagai Pegawai BUMN
Ketika Mantan Jampidsus Singgung “Data Abadi” di Gedung Bundar
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 11:11 WIB

Mengapa Karhutla Sulit Dipadamkan? Ancaman Berulang dari Lahan Gambut dan Aktivitas Manusia

Jumat, 9 Oktober 2026 - 11:22 WIB

Mencegah Praktik Pemerasan Aparat, Perlunya Reformasi Sistemik dan Pengawasan Ketat

Senin, 5 Oktober 2026 - 11:13 WIB

Istana Padat Aktivitas di Awal Oktober, Perombakan Kabinet dan Pelantikan Wantimpres

Jumat, 2 Oktober 2026 - 11:12 WIB

KPK Dalami Peran Aspri Ridwan Kamil dalam Dugaan Aliran Dana Kasus Iklan Bank BJB

Rabu, 30 September 2026 - 11:22 WIB

Mendagri Tito Bahas Pembangunan 2.200 Rumah di Papua Pegunungan dan Program Gentengisasi

Berita Terbaru

Manikur bukan sekadar mempercantik kuku, melainkan juga bagian dari perawatan tangan. Setiap jenis manikur punya karakteristik,

LIFE STYLE & ENTERTAINMENT

Panduan Memilih Manikur, 7 Jenis Populer dan Cocoknya untuk Setiap Kondisi Kuku

Selasa, 13 Okt 2026 - 11:21 WIB