Ribuan Warga Surabaya Lapor Data Desil Tak Sesuai, Ajukan Pembaruan Melalui Kanal Resmi

- Jurnalis

Sabtu, 5 September 2026 - 11:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sebanyak 3.283 warga Kota Surabaya mengajukan perubahan data desil yang dinilai tidak sesuai dengan kondisi sosial ekonomi keluarga mereka.

Sebanyak 3.283 warga Kota Surabaya mengajukan perubahan data desil yang dinilai tidak sesuai dengan kondisi sosial ekonomi keluarga mereka.

JAKARTA, koranmetro.com – Sebanyak 3.283 warga Kota Surabaya mengajukan perubahan data desil yang dinilai tidak sesuai dengan kondisi sosial ekonomi keluarga mereka. Pengajuan ini muncul di tengah pelaksanaan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) yang menjadi acuan utama penyaluran bantuan sosial, beasiswa, dan program perlindungan sosial lainnya.

Desil merupakan sistem pengelompokan kesejahteraan masyarakat ke dalam 10 kelompok (desil 1 paling rentan hingga desil 10 paling mampu). Data ini bersifat dinamis dan dapat berubah seiring kondisi keluarga, namun banyak warga mengeluhkan klasifikasi yang tiba-tiba naik tanpa penjelasan memadai. Keluhan serupa juga muncul di forum DPRD Surabaya, di mana anggota Komisi D mempertanyakan akurasi data setelah menerima banyak aduan dari warga prasejahtera yang sebelumnya berada di desil rendah.

Mengapa Banyak Warga Mengajukan Koreksi?

Perubahan data desil berdampak langsung pada akses bantuan. Warga yang sebelumnya masuk kategori miskin atau pramiskin bisa kehilangan hak atas bansos, PBI BPJS, atau beasiswa jika desilnya naik. Sebaliknya, data yang tidak akurat juga berpotensi menimbulkan inclusion error (warga mampu masuk daftar penerima) atau exclusion error (warga yang membutuhkan justru terlewat).

Baca Juga :  KPK Panggil Mantan Dirut Petral Bambang Irianto Sebagai Tersangka dalam Kasus Korupsi

Surabaya menjadi salah satu daerah percontohan DTSEN. Pemkot dan BPS terus melakukan pemutakhiran data, termasuk melalui survei lapangan dan konfirmasi mandiri. Namun, proses ini masih menyisakan ketidaksesuaian yang mendorong warga untuk aktif menyanggah.

Cara Mengajukan Perubahan Data Desil

Pemerintah membuka beberapa kanal resmi agar warga bisa melaporkan ketidaksesuaian:

  1. Aplikasi atau laman Cek Bansos (Kementerian Sosial)
    Unduh aplikasi, buat akun dengan e-KTP dan Kartu Keluarga, lalu pilih fitur Usul Sanggah atau Request Pembaruan Data. Unggah dokumen pendukung seperti foto rumah dan data keluarga.
  2. Portal Cek DTSEN BPS (dtsen-form.bps.go.id)
    Masukkan NIK, pilih pembaruan data, dan lengkapi surat pernyataan yang disahkan lurah/kepala desa.
  3. Melalui kelurahan, desa, atau Dinas Sosial
    Datang langsung dengan membawa KTP, KK, dan dokumen pendukung. Petugas akan memasukkan data ke sistem SIKS-NG.
Baca Juga :  Pemerintah Indonesia, Resmi Peraturan Baru Melarang Penjualan Rokok Eceran Per Batang

Pengajuan tidak langsung mengubah angka desil. Data akan diverifikasi (on desk maupun lapangan), kemudian dimasukkan dalam penghitungan ulang sesuai metodologi BPS. Proses pemutakhiran biasanya dilakukan secara berkala, termasuk setiap tiga bulan.

Imbauan Pemerintah dan DPRD

DPRD Surabaya menekankan pentingnya penjelasan kepada warga ketika desil berubah, sekaligus mendorong agar data desil tidak menjadi satu-satunya acuan. Data lokal (seperti data miskin/pramiskin daerah) tetap perlu dipertimbangkan agar bantuan tetap tepat sasaran.

Pemkot Surabaya dan BPS mengimbau warga yang merasa datanya tidak sesuai untuk segera memanfaatkan kanal resmi. Semakin akurat data, semakin tepat pula penyaluran bantuan dan perencanaan pembangunan.

Berita Terkait

Jaksa Agung Akui Institusi Sering Diuji, Saatnya Pulihkan Kepercayaan Publik
Nasib Alutsista Pensiun, Dari Museum, Sasaran Latihan, hingga Jadi Terumbu Karang
Demonstrasi, Pati, dan Kembalinya Spirit Republiken
WNA Rusia Diamankan Imigrasi usai Dokumentasikan Aksi KNPB di Wamena
Kronologi Malam Sebelum Penangkapan, Lodewyk Pusung Ditelepon Seskab Teddy lalu Dicopot dari BGN
Pertemuan Menhan RI dan China di Jakarta, Sjafrie Sambut Dong Jun, Perkuat Kerja Sama Pertahanan
DPR Desak Percepatan Pemulihan Sekolah Terdampak Gempa Flores
Gempa M 7,7 Guncang Flores, BNPB Pastikan 1 Orang Meninggal dan 4 Luka-luka
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 11:39 WIB

Ribuan Warga Surabaya Lapor Data Desil Tak Sesuai, Ajukan Pembaruan Melalui Kanal Resmi

Senin, 31 Agustus 2026 - 11:11 WIB

Nasib Alutsista Pensiun, Dari Museum, Sasaran Latihan, hingga Jadi Terumbu Karang

Jumat, 28 Agustus 2026 - 11:45 WIB

Demonstrasi, Pati, dan Kembalinya Spirit Republiken

Rabu, 26 Agustus 2026 - 11:17 WIB

WNA Rusia Diamankan Imigrasi usai Dokumentasikan Aksi KNPB di Wamena

Minggu, 23 Agustus 2026 - 11:13 WIB

Kronologi Malam Sebelum Penangkapan, Lodewyk Pusung Ditelepon Seskab Teddy lalu Dicopot dari BGN

Berita Terbaru

Pemerintahan Amerika Serikat merinci skema keterlibatan Pentagon dalam pengelolaan cadangan minyak Venezuela melalui kemitraan dengan perusahaan swasta.

INTERNASIONAL

AS Libatkan Pentagon dalam Pengelolaan Cadangan Minyak Venezuela

Rabu, 2 Sep 2026 - 11:29 WIB