JAKARTA, koranmetro.com – Konflik berkepanjangan di Gaza, Palestina, telah menciptakan krisis kemanusiaan yang mendesak, ditambah dengan blokade ketat oleh Israel sejak 2007. Di tengah situasi sulit ini, Indonesia menunjukkan solidaritas yang kuat melalui berbagai inisiatif kemanusiaan, termasuk pengiriman bantuan melalui udara dan laut untuk menembus blokade.
Latar Belakang Konflik dan Blokade Gaza
Blokade Israel terhadap Gaza, yang dimulai pada 2007, telah membatasi akses terhadap makanan, air bersih, obat-obatan, dan kebutuhan pokok lainnya, menciptakan kondisi yang sering disebut sebagai “penjara terbuka” bagi lebih dari dua juta penduduk Gaza. Sejak 2 Maret 2025, blokade ini diperketat, memperburuk krisis kelaparan dan kesehatan. Serangan udara Israel yang terus berlangsung, seperti yang terjadi di Kamp Pengungsian Rafah pada Mei 2024, telah menewaskan ribuan warga sipil, dengan 70% korban adalah anak-anak dan perempuan.
Di tengah penderitaan ini, Indonesia, yang memiliki hubungan historis dengan Palestina sejak pengakuan kemerdekaan Indonesia oleh Syekh Muhammad Amin Al-Husaini pada 1944, merasa terpanggil untuk memberikan bantuan. Solidaritas ini tidak hanya didasarkan pada kemanusiaan, tetapi juga pada ikatan emosional dan religius, karena membantu sesama Muslim yang tertindas dianggap sebagai tanggung jawab moral dalam ajaran Islam.
Misi Pengiriman Bantuan Udara
Pada 17 Agustus 2025, bertepatan dengan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia, Indonesia meluncurkan misi kemanusiaan bersejarah dengan menerjunkan 800 ton bantuan logistik ke Gaza. Sebanyak 80 ton di antaranya dijatuhkan melalui udara menggunakan dua pesawat C-130J Super Hercules milik TNI, yang lepas landas dari King Abdullah II Air Base, Amman, Yordania. Bantuan ini, yang terdiri dari makanan pokok seperti mi instan, keju, tuna kaleng, biskuit, jus instan, mentega, dan saus tomat, disiapkan dengan cermat di Gudang Sirkah Alamiah, Mesir, bekerja sama dengan KBRI, Kementerian Sosial Mesir, dan Egyptian Red Crescent (ERC).
Misi ini, yang digerakkan oleh Satgas Garuda Merah Putih II bersama Kementerian Luar Negeri RI dan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), menjadi simbol persaudaraan lintas batas. “Keberhasilan ini adalah hadiah istimewa untuk HUT ke-80 RI,” ujar Brigjen TNI Frega Wenas Inkiriwang, Kepala Biro Informasi Pertahanan Kementerian Pertahanan. Namun, menembus blokade Gaza bukanlah tugas mudah. Ketua BAZNAS, Noor Achmad, menegaskan bahwa diplomasi Presiden RI menjadi kunci keberhasilan pengiriman bantuan ini di tengah blokade yang ketat.
Upaya Melalui Jalur Laut: Global Sumud Flotilla
Selain pengiriman udara, Indonesia juga aktif dalam inisiatif laut melalui Indonesia Global Peace Convoy (IGPC) dan Global Sumud Flotilla. Pada 29 Agustus 2025, Dompet Dhuafa dan IGPC melepas 20 relawan Indonesia dari berbagai profesi, termasuk jurnalis, tenaga medis, dan aktivis kemanusiaan, untuk bergabung dengan armada internasional yang berlayar menuju Gaza. Acara pelepasan bertajuk “Flag Off Indonesia Global Peace Convoy 2025” di Jakarta dihadiri tokoh seperti Ustaz Bachtiar Nasir dan Husein Gaza. Misi ini melibatkan 70 kapal dari 44 negara, dengan tujuan menembus blokade laut yang telah berlangsung selama 18 tahun.
Global Sumud Flotilla, yang terinspirasi dari misi Mavi Marmara 2010, bertujuan mengirimkan bantuan kemanusiaan seperti makanan, air, dan perlengkapan medis, sekaligus menyuarakan pesan solidaritas global. Rifa Berliana Arifin dari Aqsa Working Group (AWG) menjelaskan bahwa jalur laut dipilih karena jalur darat dan udara sangat terbatas akibat pengawasan ketat di perbatasan Rafah dan Yordania. Meski berisiko tinggi, dengan ancaman serangan dari angkatan laut Israel, misi ini dianggap sebagai “Badai Kapal” untuk keadilan dan kemanusiaan.
Gerakan Solidaritas Indonesia
Indonesia Global Peace Convoy, yang diinisiasi oleh Ustaz Bachtiar Nasir (UBN), adalah gerakan kemanusiaan non-politik yang terbuka bagi semua kalangan. Diluncurkan pada 28 Juni 2025 di Balai Kartini, Jakarta, IGPC mengundang masyarakat untuk bergabung melalui pendaftaran di WhatsApp (0851 2312 3536) atau tautan bit.ly/MenembusBlokadeGaza. Acara ini dihadiri tokoh seperti Eva Monalisa dan Melly Goeslaw, menegaskan bahwa solidaritas Indonesia bukan hanya wacana, tetapi aksi nyata.
Selain IGPC, organisasi seperti Wahdah Inspirasi Zakat (WIZ), Dompet Dhuafa, dan BAZNAS juga aktif menyalurkan bantuan. WIZ, bersama mitra lokal di Gaza, telah mendistribusikan makanan siap saji dan air bersih ke wilayah seperti Jabalia dan Yarmouk, membantu ratusan keluarga yang terdampak. BAZNAS, bekerja sama dengan Mishr Al Kheir di Mesir, mengirimkan 5.000 paket bantuan senilai 122.000 dolar AS melalui perbatasan Rafah.
Tantangan dan Risiko
Misi kemanusiaan ke Gaza penuh dengan tantangan. Serangan udara Israel sering menargetkan bantuan kemanusiaan, seperti yang terjadi di Sekolah Abu Helou di Al-Bureij. Relawan juga menghadapi risiko di lapangan, termasuk sabotase kapal, seperti yang dialami Freedom Flotilla Coalition pada Juli 2025. Meski demikian, semangat solidaritas tidak surut, didorong oleh keyakinan bahwa kemanusiaan tidak dapat diblokade.
Dampak dan Makna Solidaritas
Bantuan Indonesia tidak hanya memberikan kelegaan fisik, tetapi juga menumbuhkan harapan bagi warga Gaza. “Setiap tetes air dan paket makanan adalah cahaya di tengah gelapnya perang,” ujar Syahruddin dari WIZ. Dukungan ini juga memperkuat posisi Indonesia di panggung internasional, dengan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mendesak sidang darurat PBB untuk menghentikan kekerasan di Gaza. Indonesia terus mendorong solusi dua negara dan penghentian pendudukan Israel, menegaskan bahwa isu Palestina adalah masalah kemanusiaan global.
Melalui misi udara dan laut, Indonesia menunjukkan komitmen luar biasa dalam mendukung rakyat Palestina di tengah blokade yang menyesakkan. Dari pengiriman 800 ton bantuan hingga partisipasi dalam Global Sumud Flotilla, solidaritas Indonesia adalah bukti nyata bahwa kemanusiaan melampaui batas geografis dan politik. Bagi masyarakat yang ingin berkontribusi, berbagai organisasi seperti BAZNAS, Dompet Dhuafa, dan IGPC menyediakan saluran donasi dan pendaftaran relawan. Mari terus dukung Palestina dengan doa, aksi, dan solidaritas!