Pecat Jokowi dan Gibran, Bahlil, Semua Partai Berambisi Menggandeng Tokoh Terkenal

- Jurnalis

Senin, 16 Desember 2024 - 20:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keputusan ini mengejutkan banyak pihak dan memicu berbagai spekulasi mengenai langkah politik selanjutnya dari para tokoh tersebut

Keputusan ini mengejutkan banyak pihak dan memicu berbagai spekulasi mengenai langkah politik selanjutnya dari para tokoh tersebut

JAKARTA, koranmetro.com – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) baru-baru ini mengumumkan pemecatan Presiden Joko Widodo (Jokowi), Gibran Rakabuming Raka, dan Bobby Nasution, bersama dengan 27 kader lainnya. Keputusan ini mengejutkan banyak pihak dan memicu berbagai spekulasi mengenai langkah politik selanjutnya dari para tokoh tersebut.Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, memberikan tanggapan terkait situasi ini. Ia menyatakan bahwa semua partai politik saat ini berambisi untuk menggandeng tokoh-tokoh terkenal, termasuk Jokowi dan Gibran.

Bahlil menekankan bahwa Partai Golkar bersikap inklusif dan terbuka bagi semua pihak yang ingin berkontribusi dalam politik.“Semua partai ingin mengajak tokoh potensial untuk bergabung. Kami menghargai semua tokoh bangsa yang ingin mengabdi dan berkontribusi untuk negara,” ujar Bahlil dalam sebuah konferensi pers. Ia juga menegaskan bahwa Golkar tidak menutup kemungkinan untuk menjalin komunikasi dengan para tokoh yang baru saja dipecat dari PDIP.Sementara itu, spekulasi mengenai masa depan politik Jokowi dan Gibran semakin menghangat.

Baca Juga :  Agustiani Tio Akui Ada Tawaran Rp2 Miliar Menjelang Pemeriksaan KPK

Banyak pihak berpendapat bahwa mereka mungkin mencari kendaraan politik baru untuk melanjutkan karier politik mereka setelah pemecatan ini. Beberapa analis politik menyebutkan bahwa Jokowi, yang akan mengakhiri masa jabatannya pada Oktober 2024, perlu mempertimbangkan langkah strategis untuk melindungi kepentingan politiknya dan keluarga.

Baca Juga :  Duta Palma Group Dituduh Merugikan Negara Rp 4,7 Triliun dalam Kasus Pengolahan Kelapa Sawit

Dengan situasi yang terus berkembang, perhatian publik kini tertuju pada langkah-langkah yang akan diambil oleh Jokowi dan Gibran, serta bagaimana dinamika politik di Indonesia akan berubah setelah pemecatan ini. Bahlil dan Partai Golkar tampaknya siap untuk mengambil peran dalam menarik tokoh-tokoh potensial ke dalam struktur partai mereka. Menjadikan momen ini sangat menarik untuk diikuti.

Berita Terkait

Mengapa Chromebook Sulit Digunakan di Wilayah 3T? Penjelasan dari Mantan Dirjen Dikdasmen
Musibah Sumatra, Cobaan Akhir Tahun bagi Persatuan Bangsa
BNPB Terima Lebih dari 34.000 Permohonan Hunian bagi Korban Banjir Sumatera
Panggil CEO Danantara, Prabowo Minta Laporan Kampung Haji hingga Hunian Korban Bencana
Viral Pembatalan Misa Natal di Depok, Wali Kota depok Beri Penjelasan
Pramono Larang Pesta Kembang Api saat Malam Tahun Baru 2026 di Jakarta
Dugaan Suap Ijon Proyek, Kasus Korupsi yang Menjerat Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang
Komjak Tegas, Oknum Jaksa Terjerat OTT di Banten dan Kalsel Harus Diproses Pidana hingga Dipecat
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 6 Januari 2026 - 14:00 WIB

Mengapa Chromebook Sulit Digunakan di Wilayah 3T? Penjelasan dari Mantan Dirjen Dikdasmen

Kamis, 1 Januari 2026 - 11:23 WIB

Musibah Sumatra, Cobaan Akhir Tahun bagi Persatuan Bangsa

Minggu, 28 Desember 2025 - 23:18 WIB

BNPB Terima Lebih dari 34.000 Permohonan Hunian bagi Korban Banjir Sumatera

Sabtu, 27 Desember 2025 - 23:16 WIB

Panggil CEO Danantara, Prabowo Minta Laporan Kampung Haji hingga Hunian Korban Bencana

Kamis, 25 Desember 2025 - 21:34 WIB

Viral Pembatalan Misa Natal di Depok, Wali Kota depok Beri Penjelasan

Berita Terbaru