Prabowo-Anwar, Pertemuan Hangat di Puncak Keketuaan Malaysia

- Jurnalis

Minggu, 26 Oktober 2025 - 12:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, koranmetro.com – Gedung Putra World Trade Centre (PWTC) kembali menjadi saksi bisu pertemuan para pemimpin Asia Teng.two pada KTT ASEAN ke-47. Namun, di balik agenda maraton soal ekonomi biru, perubahan iklim, dan ketahanan pangan, satu momen yang mencuri perhatian adalah sambutan hangat Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim kepada Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.

Sapaan “Abang” yang Menggema

Saat pesawat kepresidenan RI-1 mendarat di Pangkalan Udara Subang pukul 09.15 pagi, Anwar sudah menanti di red carpet. Bukan sekadar jabat tangan protokoler, Anwar langsung memeluk Prabowo dan menyapa, “Selamat datang, Abang Presiden!” Sapaan khas itu—yang kerap digunakan Anwar untuk Prabowo sejak era reformasi 1998—membuat suasana langsung cair.

“Malaysia dan Indonesia adalah saudara kandung. Kita bukan sekadar tetangga, tapi satu napas,” ujar Anwar kepada wartawan usai upacara penyambutan. Prabowo, dengan senyum khasnya, menjawab, “Kita harus terus jaga ‘rumah besar’ ASEAN ini bersama.”

Agenda Bilateral di Sela Pleno

Di sela-sela sesi pleno, keduanya menyelinap ke ruang bilateral selama 35 menit. Isu perbatasan laut Natuna, perlindungan TKI, hingga kolaborasi industri halal menjadi menu utama. Sumber dari Istana Kepresidenan RI menyebutkan, kedua pemimpin sepakat mempercepat finalisasi MoU perlindungan pekerja migran sebelum akhir 2025.

Baca Juga :  Fatwa Hukum Mahkamah, Keluar dari Palestina

“Kami juga membahas skema barter beras Malaysia dengan kopi specialty Indonesia,” tambah Menteri Luar Negeri Retno Marsudi yang mendampingi Prabowo.

Simbol “Kepemimpinan Ganda” ASEAN

KTT kali ini memang spesial: Malaysia baru saja menerima palu keketuaan dari Laos, sementara Indonesia masih menikmati “legacy” sebagai ketua 2023. Prabowo, dalam pidato pembukanya, menyinggung soal “ASEAN Way 2.0” yang harus lebih responsif terhadap krisis iklim dan disrupsi teknologi.

Anwar menimpali, “Indonesia adalah jangkar stabilitas. Tanpa Jakarta, Kuala Lumpur tidak akan bisa berlari kencang.”

Momen Kemanusiaan: Bantuan untuk Gaza

Di luar forum resmi, Prabowo dan Anwar juga mengumumkan pengiriman bersama 1.000 ton bantuan kemanusiaan ke Gaza melalui jalur laut Malaysia-Indonesia. Kapal KM Bunga Mas Enam milik Angkatan Laut Malaysia akan berlayar dari Pelabuhan Klang pekan depan, dikawal KRI dr. Soeharso.

“Ini bukan soal politik, tapi soal kemanusiaan,” tegas Prabowo.

Baca Juga :  Petai dan Paru Goreng Dinilai Sebagai Hidangan Paling Tidak Populer di Malaysia

Malam Budaya di Istana Perdana Putri

Puncak keakraban ditutup dengan jamuan malam di Istana Perdana Putri. Anwar menyuguhkan laksa Penang dan sate kajang, sementara Prabowo membawa rendang Payakumbuh asli buatan ibu negara. Pertukaran cinderamata pun tak biasa: Prabowo menghadiahi keris Majapahit replika, Anwar membalas dengan wau bulan tradisional Kelantan.

“Kita ini seperti adik-kakak yang kadang bertengkar, tapi selalu pulang ke rumah yang sama,” canda Anwar sembari mengangkat gelas teh tarik.

Menuju KTT ke-48 di Jakarta?

Dengan KTT ke-47 resmi berakhir esok, bisik-bisik di koridor PWTC menyebut Indonesia berpeluang menjadi tuan rumah KTT ke-48 pada 2026—tepat saat Prabowo genap dua tahun menjabat. Jika itu terjadi, Anwar berjanji akan “membalas kunjungan dengan sambutan lebih meriah di Jakarta.”

Satu hal pasti: di tengah ketegangan geopolitik global, hubungan Malaysia-Indonesia tetap menjadi penyangga utama bagi stabilitas ASEAN. Dan pertemuan Prabowo-Anwar hari ini adalah bukti bahwa “abang-adik” masih bisa duduk semeja, walau kadang berbeda pendapat.

Berita Terkait

Cuaca Ekstrem Masih Mengancam, BNPB Ingatkan Warga Aceh Tetap Waspada
Badai Sempurna di Tanah Air, Ketika Banyak Krisis Saling Mengikat
Usulan Luhut soal Unsur Kerugian Negara dalam Korupsi, Begini Bunyi UU Tipikor dan Klarifikasinya
Mantan Komisi II DPR, Pasal PKPU soal Syarat Pencalonan Gibran Tidak Pernah Dibahas
Empat Petugas dan Relawan Gugur dalam Upaya Pemadaman Karhutla di Bromo, Kemenhut Tekankan Keselamatan Personel
Mengapa Karhutla Sulit Dipadamkan? Ancaman Berulang dari Lahan Gambut dan Aktivitas Manusia
Mencegah Praktik Pemerasan Aparat, Perlunya Reformasi Sistemik dan Pengawasan Ketat
Istana Padat Aktivitas di Awal Oktober, Perombakan Kabinet dan Pelantikan Wantimpres
Berita ini 24 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 11:05 WIB

Cuaca Ekstrem Masih Mengancam, BNPB Ingatkan Warga Aceh Tetap Waspada

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:17 WIB

Usulan Luhut soal Unsur Kerugian Negara dalam Korupsi, Begini Bunyi UU Tipikor dan Klarifikasinya

Senin, 19 Oktober 2026 - 11:16 WIB

Mantan Komisi II DPR, Pasal PKPU soal Syarat Pencalonan Gibran Tidak Pernah Dibahas

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:11 WIB

Empat Petugas dan Relawan Gugur dalam Upaya Pemadaman Karhutla di Bromo, Kemenhut Tekankan Keselamatan Personel

Selasa, 13 Oktober 2026 - 11:11 WIB

Mengapa Karhutla Sulit Dipadamkan? Ancaman Berulang dari Lahan Gambut dan Aktivitas Manusia

Berita Terbaru

Banyak orang menganggap dengkuran saat tidur sebagai hal biasa.

LIFE STYLE & ENTERTAINMENT

Kurang Oksigen Saat Tidur Bisa Picu Hipertensi, Dokter Ingatkan Bahaya Dengkur

Selasa, 27 Okt 2026 - 11:20 WIB