Trump Diklaim Berencana Tarik AS Keluar dari Dewan HAM PBB

- Jurnalis

Selasa, 4 Februari 2025 - 18:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Amerika Serikat, kembali menjadi sorotan setelah klaim bahwa ia berencana menarik AS keluar dari Dewan Hak Asasi Manusia (HAM) PBB.

Presiden Amerika Serikat, kembali menjadi sorotan setelah klaim bahwa ia berencana menarik AS keluar dari Dewan Hak Asasi Manusia (HAM) PBB.

JAKARTA, koranmetro.com – Presiden Amerika Serikat, kembali menjadi sorotan setelah klaim bahwa ia berencana menarik AS keluar dari Dewan Hak Asasi Manusia (HAM) PBB. Isu ini muncul menjelang pemilu 2024, di mana Trump berusaha meraih kembali dukungan dari basis pemilihnya dengan menekankan kebijakan luar negeri yang lebih tegas dan nasionalis.

Klaim ini pertama kali muncul dari sejumlah sumber yang dekat dengan tim kampanye Trump, yang menyatakan bahwa jika terpilih kembali, Trump akan mengambil langkah drastis untuk menarik Amerika Serikat dari organisasi internasional yang menurutnya terlalu bias dan sering kali tidak mendukung kepentingan negara adidaya itu. Keputusan tersebut akan menjadi kelanjutan dari kebijakan luar negeri Trump yang dikenal dengan istilah “America First.”

Dewan HAM PBB, yang beranggotakan negara-negara yang dipilih untuk menjaga dan mempromosikan hak asasi manusia di seluruh dunia, telah menjadi sasaran kritik dari pemerintahan Trump selama masa jabatannya. Salah satu momen paling kontroversial adalah ketika AS secara resmi menarik diri dari Dewan HAM PBB pada 2018 di bawah kepemimpinan Trump. Saat itu, keputusan tersebut didorong oleh ketidakpuasan terhadap apa yang dianggap sebagai ketidakadilan terhadap negara-negara besar, termasuk AS, dan kritik terhadap negara-negara dengan catatan HAM yang buruk yang tetap menjadi anggota dewan tersebut.

Baca Juga :  Hamas Optimis Pertukaran Tawanan dengan Israel & Akhiri Perang di Gaza

“Selama terlalu lama, Dewan HAM PBB telah digunakan oleh negara-negara dengan catatan hak asasi manusia yang sangat buruk untuk menyerang Amerika dan sekutunya. Kami tidak akan terus mendukung organisasi ini jika mereka tidak siap untuk memperbaiki kebijakan mereka,” kata Trump dalam pernyataannya yang dikutip oleh salah satu sumber.

Namun, langkah Trump untuk menarik AS sepenuhnya dari Dewan HAM PBB bukan tanpa tantangan. Kritik datang dari berbagai kalangan, baik di dalam negeri maupun internasional. Beberapa ahli hubungan internasional mengingatkan bahwa keputusan semacam ini bisa merusak reputasi global AS dan mengurangi pengaruhnya dalam upaya-upaya internasional terkait hak asasi manusia.

Bahkan beberapa politisi dari partai Republik yang lebih moderat, seperti Senator Mitt Romney, mengungkapkan ketidaksetujuannya terhadap kemungkinan langkah tersebut. “Meskipun ada ketidaksepakatan dengan beberapa keputusan Dewan HAM PBB, menarik diri sepenuhnya adalah langkah yang akan membuat kita semakin terisolasi di dunia internasional,” kata Romney.

Baca Juga :  Biden-Xi Jinping Sepakat, Senjata Nuklir Tak Boleh Dikendalikan AI

Trump sendiri tampaknya tetap pada pendiriannya, berjanji akan meninjau kembali kebijakan luar negeri AS secara menyeluruh jika ia terpilih kembali sebagai Presiden. Selain Dewan HAM, Trump juga mengisyaratkan kemungkinan meninjau ulang hubungan AS dengan sejumlah organisasi internasional lainnya, dengan fokus untuk mengutamakan kepentingan nasional Amerika Serikat.

Dengan semakin dekatnya pemilu 2024, banyak yang menilai bahwa langkah-langkah seperti ini akan semakin memperjelas perbedaan ideologi antara Trump dan lawan-lawan politiknya, termasuk Presiden Joe Biden yang dikenal lebih mendukung multilateralisme dan keterlibatan aktif AS dalam organisasi internasional.

Pernyataan lebih lanjut mengenai rencana ini diharapkan akan muncul dalam waktu dekat, saat kampanye Trump mulai memasuki fase yang lebih intensif.

Berita Terkait

Ketegangan di Karibia, Kuba Siaga Hadapi Ancaman AS, Rusia Terancam Kerugian Besar Akibat Konflik Iran
Iran Rayakan Idul Fitri di Tengah Bayang-Bayang Konflik Berkepanjangan
Rencana Gulingkan Teheran yang Berbalik Menghantam Washington, Boomerang Geopolitik di Tengah Konflik AS-Iran
Air sebagai Senjata Diam, Penyulingan Air Laut Jadi Target Utama dalam Konflik Timur Tengah
Eskalasi Konflik AS-Iran, Pentagon Kerahkan Ribuan Marinir dan Kapal Serbu ke Timur Tengah
Dramatis di Selat Hormuz, Kapal Kargo Thailand Diserang, Oman Evakuasi 20 Awak
Trump Prediksi Akhiri Perang Iran dalam Waktu Dekat, Klaim Militer Tehran Telah Lumpuh Total
Iran Lancarkan Serangan Balasan Massif, Drone dan Rudal Hujani Israel serta Basis AS, Ledakan Guncang Yerusalem
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 24 Maret 2026 - 11:21 WIB

Ketegangan di Karibia, Kuba Siaga Hadapi Ancaman AS, Rusia Terancam Kerugian Besar Akibat Konflik Iran

Sabtu, 21 Maret 2026 - 11:40 WIB

Iran Rayakan Idul Fitri di Tengah Bayang-Bayang Konflik Berkepanjangan

Rabu, 18 Maret 2026 - 11:12 WIB

Rencana Gulingkan Teheran yang Berbalik Menghantam Washington, Boomerang Geopolitik di Tengah Konflik AS-Iran

Minggu, 15 Maret 2026 - 12:33 WIB

Air sebagai Senjata Diam, Penyulingan Air Laut Jadi Target Utama dalam Konflik Timur Tengah

Sabtu, 14 Maret 2026 - 12:06 WIB

Eskalasi Konflik AS-Iran, Pentagon Kerahkan Ribuan Marinir dan Kapal Serbu ke Timur Tengah

Berita Terbaru