Trump Prediksi Akhiri Perang Iran dalam Waktu Dekat, Klaim Militer Tehran Telah Lumpuh Total

- Jurnalis

Selasa, 10 Maret 2026 - 11:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Di tengah gejolak konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel melawan Iran, Presiden Donald Trump memberikan sinyal optimis bahwa perang tersebut bisa segera berakhir.

Di tengah gejolak konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel melawan Iran, Presiden Donald Trump memberikan sinyal optimis bahwa perang tersebut bisa segera berakhir.

JAKARTA, koranmetro.com – Di tengah gejolak konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel melawan Iran, Presiden Donald Trump memberikan sinyal optimis bahwa perang tersebut bisa segera berakhir. Dalam pernyataan terbarunya pada 9 Maret 2026, Trump mengklaim bahwa operasi militer AS telah berhasil melumpuhkan hampir seluruh kemampuan militer Iran, termasuk angkatan laut, angkatan udara, dan sistem komunikasi mereka. Pernyataan ini disampaikan saat Trump berada di resor golfnya di Doral, Florida, di mana ia berbicara melalui wawancara telepon dengan CBS News dan konferensi pers dengan anggota Partai Republik.

Menurut Trump, perang yang dijuluki “Operation Epic Fury” ini telah berjalan lebih cepat dari perkiraan awalnya, yang sempat memprediksi durasi 4-5 minggu. “Saya pikir perang ini sudah sangat lengkap, hampir selesai. Mereka tidak punya angkatan laut lagi, tidak ada komunikasi, tidak ada angkatan udara,” ujar Trump dalam wawancara tersebut. Ia menambahkan bahwa AS telah menghancurkan ribuan target di Iran, termasuk 90% peluncur rudal dan 83% kemampuan drone negara tersebut. Trump juga menyatakan bahwa risiko utama perang sudah berlalu dalam dua hari pertama serangan, di mana AS dan sekutunya berhasil “menghapus” sebagian besar kekuatan Iran.

Baca Juga :  Militer AS Lakukan 15 Serangan Strategis Terhadap Houthi di Yaman

Meski demikian, Trump tidak memberikan timeline pasti kapan perang akan benar-benar berakhir. Ia menegaskan bahwa operasi militer akan terus berlanjut hingga Iran “sepenuhnya menyerah” dan musuh “dikalahkan secara decisif”. “Kami sudah menang dalam banyak hal, tapi kami belum menang cukup,” kata Trump saat ditanya apakah perang akan usai dalam minggu ini. Ia menolak kemungkinan itu, tapi menekankan bahwa AS siap memperluas serangan jika diperlukan. Pernyataan ini kontras dengan sikap Pentagon, yang memberikan sinyal berbeda mengenai durasi konflik, menunjukkan adanya ketidakselarasan internal di pemerintahan AS.

Klaim Trump tentang kelumpuhan Iran didasari pada serangkaian serangan yang telah menghancurkan infrastruktur militer Tehran. Menurut laporan, AS telah menargetkan kapal perang Iran yang kini “tenggelam di dasar lautan”, serta menghancurkan kemampuan rudal dan drone mereka. Trump juga memperingatkan Iran agar tidak mencoba memblokir Selat Hormuz, jalur vital untuk 20% pasokan minyak global. “Jika mereka melakukannya, mereka akan dihantam lebih keras lagi,” ancamnya, sambil menyebut bahwa AS sedang mempertimbangkan untuk “mengambil alih” selat tersebut untuk memastikan kelancaran lalu lintas minyak. Hal ini datang di tengah fluktuasi harga minyak dunia, yang sempat melonjak 30% sejak awal konflik, meski mulai turun setelah pernyataan Trump.

Baca Juga :  Takut Balasan Iran, Netanyahu Perketat Keamanan Putranya Yair di AS

Konflik ini meletus setelah serangkaian ketegangan di Timur Tengah, termasuk serangan Iran terhadap aset AS dan Israel. Pemimpin baru Iran yang lebih garis keras telah bersumpah untuk melanjutkan perlawanan “tanpa batas waktu”, meski Trump mengejeknya sebagai “lemah”. Di sisi lain, Trump mengisyaratkan kemungkinan mencabut sanksi minyak terhadap Iran sebagai bagian dari upaya menyelesaikan konflik, yang bisa menstabilkan pasar global.

Pernyataan Trump ini menuai beragam respons. Di media sosial X (sebelumnya Twitter), banyak pengguna mendukung pandangannya, dengan salah satu post menyatakan bahwa perang bisa berakhir dalam hitungan hari setelah AS “menghapus setiap kekuatan di Iran secara lengkap”. Namun, analis memperingatkan bahwa meski militer Iran lumpuh, risiko gangguan ideologis dan kerusakan infrastruktur jangka panjang bisa mempertahankan harga minyak tinggi, bahkan setelah perang berakhir.

Berita Terkait

Media Italia Soroti Kekalahan Telak 0-3 AC Milan dari Chelsea di Jakarta
Marine One Trump Hampir Langgar Jarak Aman dengan Jet Komersial di Washington, Prosedur Pasca-Tragedi 2025 Dipertanyakan
Kekeringan Sungai Danube Ungkap Bangkai Kapal Perang Nazi dan Fosil Mamut
Hamas Sepakat Serahkan Senjata Berat di Gaza, Sementara Warga AS Nilai Perang Iran Tak Sebanding
Gempa M 7,1 Guncang Kumamoto, Ledakan di Aeon Mall Picu Kepanikan, Sejumlah Orang Terjebak
Ditekan AS karena Warga Israel Dilarang Masuk Malaysia, Anwar Ibrahim Ogah Tunduk
Fans Argentina Ngamuk Usai Kalah di Final Piala Dunia, Bentrok dengan Polisi
Skuad Argentina Ketahuan Membelakangi Pesta Juara Spanyol di Final Piala Dunia 2026
Berita ini 25 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 9 Agustus 2026 - 11:26 WIB

Media Italia Soroti Kekalahan Telak 0-3 AC Milan dari Chelsea di Jakarta

Kamis, 6 Agustus 2026 - 10:53 WIB

Marine One Trump Hampir Langgar Jarak Aman dengan Jet Komersial di Washington, Prosedur Pasca-Tragedi 2025 Dipertanyakan

Minggu, 2 Agustus 2026 - 11:32 WIB

Kekeringan Sungai Danube Ungkap Bangkai Kapal Perang Nazi dan Fosil Mamut

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 11:43 WIB

Hamas Sepakat Serahkan Senjata Berat di Gaza, Sementara Warga AS Nilai Perang Iran Tak Sebanding

Rabu, 29 Juli 2026 - 11:14 WIB

Gempa M 7,1 Guncang Kumamoto, Ledakan di Aeon Mall Picu Kepanikan, Sejumlah Orang Terjebak

Berita Terbaru