JAKARTA, koranmetro.com – Presiden Prabowo Subianto kembali menegaskan keyakinannya terhadap masa depan ekonomi Indonesia. Dalam kesempatan melantik Pamong Praja Muda Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), ia menyatakan bahwa seluruh pakar memprediksi perekonomian Indonesia akan menjadi yang terbesar keempat di dunia dalam 25 tahun ke depan.
Menurut Prabowo, prediksi tersebut menempatkan Indonesia di atas negara-negara maju seperti Jerman, Inggris, dan Prancis. Ia menyampaikan pernyataan ini tanpa merinci sumber atau lembaga spesifik yang membuat ramalan tersebut.
Keyakinan Jangka Panjang
Prabowo beberapa kali menyampaikan optimisme serupa dalam berbagai kesempatan. Ia kerap merujuk pada proyeksi lembaga internasional yang menempatkan Indonesia sebagai salah satu kekuatan ekonomi baru dunia pada 2040–2050. Dalam pandangan pemerintah, bonus demografi, kekayaan sumber daya alam, serta potensi pasar domestik yang besar menjadi modal utama untuk mencapai posisi tersebut.
“Pakar-pakar dunia menaksir pada tahun-tahun mendatang Indonesia akan menjadi ekonomi keempat terbesar di dunia. Kita akan menyalip sejumlah negara maju,” ujar Prabowo dalam kesempatan tersebut.
Tantangan yang Harus Dihadapi
Meski optimisme tinggi, pencapaian target ambisius ini tentu tidak lepas dari tantangan. Beberapa isu yang masih menjadi perhatian antara lain:
- Peningkatan produktivitas dan daya saing industri
- Perbaikan kualitas sumber daya manusia
- Penyederhanaan regulasi dan birokrasi
- Penguatan infrastruktur serta transformasi digital
- Stabilitas makroekonomi dan pengendalian inflasi
Pemerintah di bawah kepemimpinan Prabowo telah menekankan pentingnya hilirisasi, ketahanan pangan, dan swasembada energi sebagai fondasi pertumbuhan jangka panjang.
Konteks Global
Saat ini Indonesia berada di peringkat sekitar 16 besar ekonomi dunia berdasarkan PDB nominal, dan lebih tinggi jika dihitung berdasarkan paritas daya beli (PPP). Proyeksi lembaga seperti IMF dan beberapa think tank internasional memang menempatkan Indonesia di antara lima besar ekonomi dunia pada pertengahan abad ini, seiring dengan pertumbuhan China, Amerika Serikat, dan India.
Namun, perjalanan menuju posisi tersebut sangat bergantung pada konsistensi kebijakan, investasi berkualitas, serta kemampuan menjaga stabilitas politik dan sosial.
Pernyataan Presiden Prabowo mencerminkan kepercayaan diri pemerintah terhadap potensi besar Indonesia. Apakah prediksi tersebut akan terwujud, waktu yang akan membuktikan. Yang jelas, target untuk menjadi salah satu kekuatan ekonomi dunia membutuhkan kerja keras kolektif dari pemerintah, dunia usaha, dan seluruh masyarakat.









